banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SadeanBatik.Com
Batik Faroo Pekalongan
SMNU

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini115
mod_vvisit_counterKemaren209
mod_vvisit_counterMinggu ini755
mod_vvisit_counterBulan ini2095
mod_vvisit_counterSemua53684
 
 
Pembagian Kompor Gas Kota Pekalongan setelah Pilpres
Selasa, 07 Juli 2009

Pekalongan, NUBatik Online
Pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas di Kota Pekalongan dengan membagikan kompor gas ke masyarakat akan dilakukan setelah Pilpres. Sedangkan pembagian kompor tersebut dilakukan di seluruh RT yang ada. Kemudian, saat pembagian berlangsung, Pemkot mengirimkan sejumlah petugas pendamping yang akan mengajarkan warga cara menggunakan kompor.

Demikian dikatakan Kabag Perekonomian Setda Kota Pekalongan Erly Nufiati SE ketika dikonfirmasi Wartawan soal pelaksanaan konversi gas di wilayah kerjanya, kemarin.
 
Ditambahkan, sebelumnya, tanggal 23 Juni dilakukan sosialisasi dengan memberikan informasi ke masyarakat bahwa di Kota Pekalongan akan ada konversi dari minyak tanah ke gas. Setelah itu pihaknya melakukan pendataan ke masyarakat dengan dibantu sekitar 200 orang dari sejumlah elemen masyarakat, seperti LPM, BKM, PKK, dan Kelurahan.

Selanjutnya mulai tanggal 1 - 7 Juli dilakukan validasi data atau menvalidkan data siapa saja masyarakat yang akan mendapatkan kompor gas bantuan dari pemerintah. ’’Kami estimasikan kompor gas yang diberikan ke masyarakat sebanyak 70.000 unit,’’ tandasnya.

Namun demikian, misalkan hasil validasi tersebut ternyata lebih dari 70.000, pihaknya tetap memenuhinya. Dengan catatan, tandas dia, jumlah tersebut benar-benar dari hasil pendataan ke masyarakat.

Dijelaskan, saat pembagian kompor nanti di tiap-tiap RT akan didampingi sejumlah petugas. Para pendamping itu bertugas memberikan pelatihan bagaimana caranya memfungsikan kompor yang baru diterima warga. Selain itu juga melatih warga cara mengantisipasi jika ada kejadian saat menggunakan kompor, seperti kebocoran gas dan lainnya.

Siapa saja yang berhak mendapatkan kompor konversi minyak ke gas tersebut? Erly menjelaskan mereka adalah warga yang setiap bulan pengeluaran keuangannya kurang dari Rp 1,5 juta. Kemudian warga yang setiap harinya menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar untuk memasak. (sm/bim)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tanggal Sekarang
Kamis
12 Nopember 2009
25 Zulkaedah 1430 H
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah
Salah satu sifat utama Rasululah SAW yang patut diteladani kaum Muslimin, terutama oleh para pemimpin, adalah sifat rendah hati (tawadhu) yang termanifestasikan dalam kecintaannya yang luar biasa kepada orang-orang lemah, fakir miskin, anak-anak yatim, janda-janda tua, dan para hamba sahaya.

Beliau sering terlihat berkumpul bersama mereka, menghiburnya, berempati, dan memecahkan serta memberikan solusi pada setiap persoalan yang mereka hadapi. Penderitaan kamu Muslimin juga dirasakan Rasulullah sebagai penderitaannya. Firman Allah (QS 9: 128): Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri.
Selengkapnya...
 
Copyright 2009 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Developed and Maintenance by Hisyam Basyeban