banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SMNU
Batik Faroo Pekalongan
SadeanBatik.Com

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini49
mod_vvisit_counterKemaren168
mod_vvisit_counterMinggu ini857
mod_vvisit_counterBulan ini2197
mod_vvisit_counterSemua53786
 
 
Tokoh Lintas Agama: SBY Jangan Menghindar Soal DPT
Senin, 06 Juli 2009

Jakarta, NUBatik Online
Kisruh DPT juga menjadi sorotan sejumlah tokoh agama. Mereka pun meminta Presiden SBY tidak menghindar dari masalah DPT yang amburadul.

Pernyataan bersama menyikapi masalah DPT itu disampaikan Ketua Umum PGI Andreas Yewangoe dalam pertemuan antara Mega-Prabowo dan JK-Wiranto dengan Agamawan Lintas Agama di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (6/7/2009).

"Kandidat capres dan cawapres dapat saja menghindar bahwa kekalutan ini merupakan tanggung jawab KPU saja. Namun, Presiden Republik Indonesia ex-officio adalah Kepala Negara Republik Indonesia, tidak bisa menghindar dari gejala pertikaian yang mulai menegang, tampak di permukaan kehidupan bangsa dan negara," ucap Andreas.

Dalam pernyataan bersama sebanyak 7 butir itu, para agamawan juga meminta agar KPU segera memberikan salinan DPT kepada seluruh pasangan capres agar bisa dipelajari.

"DPT bukanlah rahasia negara. Apabila terjadi selisih data, haruslah dimusyawarahkan dalam semangat kebangsaan, sehingga tidak ada lagi pro dan kontra," ujar Andreas yang didampingi Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dan Ketua KWI Martinus D Situmorang.

Mereka mengingatkan, jika masalah ini belum juga tuntas, maka siapapun pemenangnya akan tetap berada pada ganjalan psikososial dan psikopolitik. Masalah ini pun akan merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Oleh karena itu, Indonesia segera mendesak agar punya aturan perundangan yang menjamin pemisahan kekuasan dan fasilitas negara dari penggunaan oleh perorangan atau golongan," kata Andreas. [inilah/bim]

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tanggal Sekarang
Jumat
13 Nopember 2009
25 Zulkaedah 1430 H
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Di tengah kerumunan murid-muridnya, seorang sufi terisak menangis. Ia pedih melihat kenyataan hidup yang mulai semrawut. Antara halal dan haram mulai berbaur tidak jelas. ''Dosa-dosa sedang merata di mana-mana, ibarat air hujan yang turun deras dari langit, lalu tumpah di muka bumi. Tak seorang pun bisa mengelak dari kungkungan dosa-dosa itu, tak terkecuali orang saleh sekali pun,'' demikian paparnya.

Selengkapnya...
 
Copyright 2009 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Developed and Maintenance by Hisyam Basyeban