banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

Batik Faroo Pekalongan
SadeanBatik.Com
SMNU

Pengunjung Online

Saat ini ada 9 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini95
mod_vvisit_counterKemaren314
mod_vvisit_counterMinggu ini1869
mod_vvisit_counterBulan ini1147
mod_vvisit_counterSemua131735
 
 
Kembalikan peran Rois Am di Tubuh Nahdlatul Ulama
Rabu, 25 November 2009

Surabaya, NUBatik Online
PWNU Jatim kian getol menyosialisasikan pentingnya penguatan kembali peran Rois Am dalam kepengurusan PBNU periode mendatang. Rois Am, menurut hemat PWNU Jatim, tidak boleh lagi tak berdaya seperti pada kepengurusan sebelumnya.

“Peran� Rois Am harus dikembalikan seperti dulu, yaitu sebagai pengendali dan pengontrol NU,” kata Rois Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Miftakhul Akhyar, di hadapan para kader NU dalam Kajian Rutin Seninan PW GP Ansor Jawa Timur di Graha Ansor, Surabaya, Senin (23/11).

Saat membuka forum tersebut, Kiai Miftah mengatakan bahwa Rois Am nanti minimal geraknya sama dengan Tanfidziyah.

Gerakan penguatan peran Rois Am merupakan kesepakatan yang dihasilkan dari beberapa pertemuan yang digelar PWNU Jatim sebelumnya. “Pada tanggal 7 Oktober lalu, PWNU Jatim melakukan pertemuan dengan para pengurus dan para ulama sepuh NU. Hadir dalam pertemuan tersebut� antara lain KH Idris Marzuki, KH Mas Achmad Subadar, dan KH Anwar Iskandar,” ungkapnya.

Selain mengkaji dan menyepakati penguatan peran Rois Am, pertemuan tersebut digelar untuk mencari beberapa kandidat Rois Am yang akan diajukan pada Muktamar nanti. Nama yang muncul antara lain KHTholhah Hasan dan KH Hasyim Muzadi.

Kiai Miftah menambahkan, PWNU Jatim akan mengajak seluruh badan otonom NU melakukan Muskerwilsus guna memberikan pemikiran-pemikiran atau masukan-masukan menjelang Muktamar nanti. (duta/bim)

+/-
Kirim Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
 
Ketik kode keamanan yang ada di gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Islam memerintahkan umatnya untuk bertetangga secara baik. Bahkan, saking seringnya Jibril mewasiatkan agar bertetangga dengan baik, Rasulullah pernah mengira tetangga termasuk ahli waris. Kata Rasulullah, seperti diriwayatkan oleh Aisyah, ''Jibril selalu mewasiatkan kepadaku tentang tetangga sampai aku menyangka bahwa ia akan mewarisinya.'' (HR Bukhari-Muslim).

Namun, ternyata waris atau warisan yang dimaksud Jibril adalah agar umat Islam selalu menjaga hubungan baik dengan sesama tetangga. Bertetangga dengan baik itu, termasuk menyebarkan salam ketika bertemu, menyapa, menanyakan kabarnya, menebar senyum, dan mengirimkan hadiah. Sabda Rasulullah SAW, ''Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak sayur maka perbanyaklah airnya dan bagikanlah kepada tetanggamu.'' (HR Muslim).

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia