|
Surabaya, NUBatik Online PWNU Jatim kian getol menyosialisasikan pentingnya penguatan kembali peran Rois Am dalam kepengurusan PBNU periode mendatang. Rois Am, menurut hemat PWNU Jatim, tidak boleh lagi tak berdaya seperti pada kepengurusan sebelumnya. “Peran� Rois Am harus dikembalikan seperti dulu, yaitu sebagai pengendali dan pengontrol NU,” kata Rois Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Miftakhul Akhyar, di hadapan para kader NU dalam Kajian Rutin Seninan PW GP Ansor Jawa Timur di Graha Ansor, Surabaya, Senin (23/11). Saat membuka forum tersebut, Kiai Miftah mengatakan bahwa Rois Am nanti minimal geraknya sama dengan Tanfidziyah.
Gerakan penguatan peran Rois Am merupakan kesepakatan yang dihasilkan dari beberapa pertemuan yang digelar PWNU Jatim sebelumnya. “Pada tanggal 7 Oktober lalu, PWNU Jatim melakukan pertemuan dengan para pengurus dan para ulama sepuh NU. Hadir dalam pertemuan tersebut� antara lain KH Idris Marzuki, KH Mas Achmad Subadar, dan KH Anwar Iskandar,” ungkapnya. Selain mengkaji dan menyepakati penguatan peran Rois Am, pertemuan tersebut digelar untuk mencari beberapa kandidat Rois Am yang akan diajukan pada Muktamar nanti. Nama yang muncul antara lain KHTholhah Hasan dan KH Hasyim Muzadi. Kiai Miftah menambahkan, PWNU Jatim akan mengajak seluruh badan otonom NU melakukan Muskerwilsus guna memberikan pemikiran-pemikiran atau masukan-masukan menjelang Muktamar nanti. (duta/bim)
|