banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

Batik Faroo Pekalongan
SadeanBatik.Com
SMNU

Pengunjung Online

Saat ini ada 7 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini95
mod_vvisit_counterKemaren314
mod_vvisit_counterMinggu ini1869
mod_vvisit_counterBulan ini1147
mod_vvisit_counterSemua131735
 
 
Menag: Lulusan Pesantren Tak Harus Jadi Ustadz
Sabtu, 14 November 2009

Jakarta, NUBatik Online
Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan dirinya akan mengembangkan pendidikan berbasis keterampilan di lingkungan pondok pesantren, sehingga lulusan pesantren memiliki ketrampilan dalam mengembangkan ekonomi.

"Saya sewaktu menjadi menteri UKM telah mengembangkan UKM di pesantren. Ada 200 pesantren yang saya kunjungi dan juga diberikan keterampilan dalam berusaha," tutur mantan menteri Koperasi dan UKM ini ke wartawan di kantor Departemen Agama, Jumat (13/11).

Selain itu, kata Suryadharma, dirinya ke depan juga akan mengembangkan pendidikan di bidang keterampilan di berbagai bidang, baik bidang perdagangan, kerajinan tidak hanya pesantren tetapi juga di madrasah yang dikelola Departemen Agama.

Menurut dia, banyak para lulusan unviveritas seperti Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor atau universitas lain ketika lulus mereka tidak harus bekerja sesuai dengan latar-belakang pendidikannya.

"Karena itu, lulusan pesantren juga tidak harus menjadi ustadz dan kiai kalau mereka diberikan keterampilan, maka mereka menggunakan keterampilannya yang didapat saat belajar di pesantren," tutur Suryadharma. (nuo/bim)

+/-
Kirim Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
 
Ketik kode keamanan yang ada di gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Islam mengatur adab bertetangga, agar hubungan sesama tetangga menyenangkan dan membahagiakan. Menurut hadis Rasulullah SAW riwayat At-Thabrani, setiap orang mempunyai hak dari tetangganya. Pertama, mendapat pelayatan (bezuk) bila dia sakit. Kedua, bila dia mati diselenggarakan jenazahnya. Ketiga, kemiskinannya dirahasiakan. Keempat, menerima ucapan menyenangkan (rasa sukacita) bila mendapat keberuntungan. Kelima, mendapat perhatian dan ditakziahi bila dia ditimpa musibah. Keenam, tetangganya tidak boleh meninggikan bangunan di samping bangunannya yang membuat terhalangnya angin. Ketujuh, menerima pemberian masakan lezat yang baunya menusuk hidung.

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia