banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SMNU
SadeanBatik.Com
Batik Faroo Pekalongan

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini38
mod_vvisit_counterKemaren240
mod_vvisit_counterMinggu ini470
mod_vvisit_counterBulan ini4513
mod_vvisit_counterSemua56102
 
 
Hasyim: Civil Society Jalin Koordinasi Hadapi Terorisme
Jumat, 13 November 2009

Jakarta, NUbatik Online
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa sudah waktunya bagi organisasi kemasyarakatan atau civil society untuk lebih banyak berperan dalam menghadapi ancaman terorisme.

''Terorisme menjadi ancaman keamanan dan kedamaian internasional. Jaringan mereka kuat dan terorganisasi rapi dan menggunakan bwerbagai jalur untuk merekrut anggota,'' tandas Hasyim dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (12/11).

Menurut Hasyim, banyak upaya telah dilakukan terutama oleh negara sebagai respon terhadap menyebarnya terorisme. ''Tetapi dalam pelaksanaannya langkah-langkah tersebut dilihat sebagai langkah yang tidak merakyat, bahkan dianggap melanggar hak asasi manusia.

''Karena itu dukungan dari organisasi kemasyarakatan dan LSM sangat penting untuk mendorong negara melakukan respon anti terorisme tanpa melanggar hukum,'' ungkap Hasyim.

Karenanya, dijelaskan kiai Hasyim, PBNU dalam rangkaian pra muktamar bekerjasama. dengan The Center on Global Counter Terorism Cooperation dan didukung PBB akan membahas bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat sipil, pada 18-19 November 2009 di Jakarta.

Menurut Hasyim, PBNU melihat ada empat pendekatakan untuk melihat,mencegah dan mengatasi terorisme. Pertama, memahami secara tepat kondisi-kondisi yang menimbulkan penyebaran terorisme.Kedua, mencegah dan memberantas terorisme. Ketiga, membangun kapasitas negara dalam penanggulangan terorisme. Keempat, menjamin penghormatan terhadap HAM dan aturan hukum.

''Banyak hal yang menyebabkan munculnya terorisme dan itu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat yang kurang dipahami negara. Terorisme tidak selalu muncul atas dasar agama,'' kata Hasyim.

Workshop ini merupakan langkah lanjutan upaya mencegah dan memberantas terorisme dan telah menjadi kesadaran global. ''Pada September 2006, PPP dalam sidang umumnya sepakat untuk membuat sebuah strategi global dan holistik untuk penanggulangan terorisme.

Yang mensyaratkan upaya kolektif dari stakeholder, termasuk masyarakat sipil untuk mengimplementasikannya,'' papar Hasyim. (rep/bim)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tanggal Sekarang
Rabu
25 Nopember 2009
7 Zulhijjah 1430 H
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Islam mengatur adab bertetangga, agar hubungan sesama tetangga menyenangkan dan membahagiakan. Menurut hadis Rasulullah SAW riwayat At-Thabrani, setiap orang mempunyai hak dari tetangganya. Pertama, mendapat pelayatan (bezuk) bila dia sakit. Kedua, bila dia mati diselenggarakan jenazahnya. Ketiga, kemiskinannya dirahasiakan. Keempat, menerima ucapan menyenangkan (rasa sukacita) bila mendapat keberuntungan. Kelima, mendapat perhatian dan ditakziahi bila dia ditimpa musibah. Keenam, tetangganya tidak boleh meninggikan bangunan di samping bangunannya yang membuat terhalangnya angin. Ketujuh, menerima pemberian masakan lezat yang baunya menusuk hidung.

Selengkapnya...
 
Copyright 2009 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Developed and Maintenance by Hisyam Basyeban