|
Jakarta, NUbatik Online Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa sudah waktunya bagi organisasi kemasyarakatan atau civil society untuk lebih banyak berperan dalam menghadapi ancaman terorisme. ''Terorisme menjadi ancaman keamanan dan kedamaian internasional. Jaringan mereka kuat dan terorganisasi rapi dan menggunakan bwerbagai jalur untuk merekrut anggota,'' tandas Hasyim dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (12/11). Menurut Hasyim, banyak upaya telah dilakukan terutama oleh negara sebagai respon terhadap menyebarnya terorisme. ''Tetapi dalam pelaksanaannya langkah-langkah tersebut dilihat sebagai langkah yang tidak merakyat, bahkan dianggap melanggar hak asasi manusia.
''Karena itu dukungan dari organisasi kemasyarakatan dan LSM sangat penting untuk mendorong negara melakukan respon anti terorisme tanpa melanggar hukum,'' ungkap Hasyim. Karenanya, dijelaskan kiai Hasyim, PBNU dalam rangkaian pra muktamar bekerjasama. dengan The Center on Global Counter Terorism Cooperation dan didukung PBB akan membahas bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat sipil, pada 18-19 November 2009 di Jakarta. Menurut Hasyim, PBNU melihat ada empat pendekatakan untuk melihat,mencegah dan mengatasi terorisme. Pertama, memahami secara tepat kondisi-kondisi yang menimbulkan penyebaran terorisme.Kedua, mencegah dan memberantas terorisme. Ketiga, membangun kapasitas negara dalam penanggulangan terorisme. Keempat, menjamin penghormatan terhadap HAM dan aturan hukum. ''Banyak hal yang menyebabkan munculnya terorisme dan itu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat yang kurang dipahami negara. Terorisme tidak selalu muncul atas dasar agama,'' kata Hasyim. Workshop ini merupakan langkah lanjutan upaya mencegah dan memberantas terorisme dan telah menjadi kesadaran global. ''Pada September 2006, PPP dalam sidang umumnya sepakat untuk membuat sebuah strategi global dan holistik untuk penanggulangan terorisme. Yang mensyaratkan upaya kolektif dari stakeholder, termasuk masyarakat sipil untuk mengimplementasikannya,'' papar Hasyim. (rep/bim) |