banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SMNU
SadeanBatik.Com
Batik Faroo Pekalongan

Pengunjung Online

Saat ini ada 8 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini95
mod_vvisit_counterKemaren314
mod_vvisit_counterMinggu ini1869
mod_vvisit_counterBulan ini1147
mod_vvisit_counterSemua131735
 
 
Hasyim: Civil Society Jalin Koordinasi Hadapi Terorisme
Jumat, 13 November 2009

Jakarta, NUbatik Online
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa sudah waktunya bagi organisasi kemasyarakatan atau civil society untuk lebih banyak berperan dalam menghadapi ancaman terorisme.

''Terorisme menjadi ancaman keamanan dan kedamaian internasional. Jaringan mereka kuat dan terorganisasi rapi dan menggunakan bwerbagai jalur untuk merekrut anggota,'' tandas Hasyim dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (12/11).

Menurut Hasyim, banyak upaya telah dilakukan terutama oleh negara sebagai respon terhadap menyebarnya terorisme. ''Tetapi dalam pelaksanaannya langkah-langkah tersebut dilihat sebagai langkah yang tidak merakyat, bahkan dianggap melanggar hak asasi manusia.

''Karena itu dukungan dari organisasi kemasyarakatan dan LSM sangat penting untuk mendorong negara melakukan respon anti terorisme tanpa melanggar hukum,'' ungkap Hasyim.

Karenanya, dijelaskan kiai Hasyim, PBNU dalam rangkaian pra muktamar bekerjasama. dengan The Center on Global Counter Terorism Cooperation dan didukung PBB akan membahas bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat sipil, pada 18-19 November 2009 di Jakarta.

Menurut Hasyim, PBNU melihat ada empat pendekatakan untuk melihat,mencegah dan mengatasi terorisme. Pertama, memahami secara tepat kondisi-kondisi yang menimbulkan penyebaran terorisme.Kedua, mencegah dan memberantas terorisme. Ketiga, membangun kapasitas negara dalam penanggulangan terorisme. Keempat, menjamin penghormatan terhadap HAM dan aturan hukum.

''Banyak hal yang menyebabkan munculnya terorisme dan itu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat yang kurang dipahami negara. Terorisme tidak selalu muncul atas dasar agama,'' kata Hasyim.

Workshop ini merupakan langkah lanjutan upaya mencegah dan memberantas terorisme dan telah menjadi kesadaran global. ''Pada September 2006, PPP dalam sidang umumnya sepakat untuk membuat sebuah strategi global dan holistik untuk penanggulangan terorisme.

Yang mensyaratkan upaya kolektif dari stakeholder, termasuk masyarakat sipil untuk mengimplementasikannya,'' papar Hasyim. (rep/bim)

+/-
Kirim Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
 
Ketik kode keamanan yang ada di gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Suatu waktu, Khalifah Umar bin Khattab kedatangan tamu dari negeri Himsy, salah satu wilayah kekuasaan Islam. Khalifah Umar dengan ramah tamah menghormati tamu-tamunya. Selang beberapa saat, Khalifah Umar mengadakan temu wicara dengan mereka. Ia banyak bertanya tentang kondisi rakyatnya di sana, baik pendidikan, kesehatan maupun kesejahteraannya.

Seusai dialog, Khalifah Umar bin Khattab menyuruh para tamunya itu untuk mencatat dan melaporkan rakyatnya yang kurang mampu. Ketika membaca laporan tersebut, Khalifah Umar tiba-tiba terlihat kaget saat melihat nama Sa'id bin 'Amir tercantum dalam daftar orang miskin.

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia