banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

Batik Faroo Pekalongan
SMNU
SadeanBatik.Com

Pengunjung Online

Saat ini ada 4 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini95
mod_vvisit_counterKemaren314
mod_vvisit_counterMinggu ini1869
mod_vvisit_counterBulan ini1147
mod_vvisit_counterSemua131734
 
 
Saifullah: Kritik Terhadap NU bukan Bermaksud Intervensi
Jumat, 13 November 2009

Surabaya, NUBatik Online
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyatakan, sikap kritisnya terhadap Nahdlatul Ulama (NU) bukan bermaksud untuk melakukan intervensi. "Sudah bukan zamannya lagi pemerintah melakukan intervensi seperti munculnya nama Abu Hasan pada Muktamar NU 1994," katanya saat ditemui di kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Kamis kemarin.

Menurut dia, sikap kritis itu ditujukan kepada pimpinan NU periode sebelumnya yang dinilainya tidak konsisten dalam menjalankan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan itu. "Apalagi saya ini juga bagian dari NU. Apa salahnya, kalau saya juga memberi penilaian terhadap pemimpin sebelumnya," kata Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang merupakan badan otonom Pengurus Besar NU.

Ia berharap sikap kritisnya itu menjadi masukan penting bagi para peserta Muktamar Ke-32 NU pada 22-27 Maret 2010 di Makassar, Sulsel, itu agar tidak lagi salah dalam memilih pimpinan organisasi yang didirikan para ulama Jawa pada 1926. "Jangan sampai pimpinan NU yang akan datang seperti pimpinan sebelumnya yang lebih banyak terlibat dalam aksi dukung-mendukung tokoh politik," katanya.

Menurut dia, sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan sudah selayaknyalah NU dipimpin oleh sosok yang memegang teguh doktrin organisasi, akidah, dan berakhlak. "Kalau seorang pimpinan itu berakhlak, tidak mungkin memiliki tujuan yang bisa memecah belah umat," kata pria yang saat mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jatim berpasangan dengan Soekarwo itu mendapat dukungan dari Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Saat dimintai pendapat mengenai figur pimpinan NU mendatang, Saifullah menyebutkan, tiga nama, yakni KH Sahal Mahfud, KH Tholchah Hasan, dan KH Musthofa Bisri. "Saya kira ketiga orang ini layak menjadi pimpinan NU masa depan karena saya yakin kalau niatan memimpin NU itu tulus, tidak perlu ada 'kontrak jam'iyah' seperti dalam Muktamar NU sebelumnya," katanya.

Meskipun calon Ketua Umum PBNU menandatangani 'kontrak jam'iyah', lanjut dia, ternyata setelah terpilih masih juga melanggar AD/ART organisasi dengan melibatkan diri pada pertarungan politik, baik langsung maupun tidak langsung. ant/iz

+/-
Kirim Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
 
Ketik kode keamanan yang ada di gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. karena hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata : "Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu saja berbuat dosa dan sulit hendak meninggalkannya." Maka Rasulullah menjawab : "Maukah engkau berjanji bahwa engkau sanggup meninggalkan bicara bohong?" "Ya, saya berjanji" jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.
Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia