|
Pekalongan, NUBatik Online Sekolah Menengah Pertama (SMP) Salafiyah Kota Pekalongan memberlakukan aturan ketat kepada anak didiknya dalam hal penggunaan Handphone (HP). Pasalnya, beberapa kali diadakan razia ditemukan gambar-gambar jorok dan Sort Message Service (SMS) jorok. Di samping itu, HP lebih banyak digunakan untuk keperluan pacaran. Pihak sekolah beralasan, penggunaan HP dapat menimbulkan gap antar siswa-siswi antara yang membawa HP dengan yang tidak HP, jika hal ini dibiarkan, akan berdampak negatif bagi perkembangan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kota Pekalongan mengisyaratkan kepada siswanya yang rumahnya cukup jauh dan terdesak untuk keperluan komunikasi seperti penjemputan, diperbolehkan membawa HP dengan syarat selama kegiatan belajar mengajar, HP harus dititipkan pada guru BP, kemudian usai sekolah HP bisa diambil kembali. Apabila larangan ini diabaikan siswa dengan tetap membawa HP dan masih ditemukan gambar-gambar dan SMS jorok, pihak sekolah akan menjatuhkan sanksi dengan skorsing selama 3 hari dengan memberikan pemberitahuan kepada pihak orang tua siswa. Nuril Mahmudah orang tua Zulfikar kepada NUBatik Online menuturkan, prinsipnya dapat memahami tindakan pihak sekolah, karena harus diakui bahwa masih banyak siswa khususnya anak usia SMP menyalahgunakan HP bukan untuk keperluan komunikasi. Akan tetapi dirinya berharap ada perlakuan khusus bagi siswa yang rumahnya jauh dapat membawa HP untuk keperluan antar jemput anaknya. [bim] |