|
Jombang, NUBatik Online Kesehatan lima santri Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, yang dinyatakan positif terjangkit virus flu babi tipe A (A-H1N1), semakin membaik. Kondisi mereka meningkat setelah mendapat perawatan intensif dari tim medis. Informasi yang diperoleh wartawan di Jombang, Selasa (28/7), menyebutkan tiga dari lima santri sampai saat ini masih dirawat di ruang isolasi 307 Asrama Al Ilyas lingkungan ponpes. Sedangkan dua santri lainnya yang berasal dari Banten, dikabarkan sudah dijemput anggota keluarganya. Kelima santri Ponpes Tebu Ireng tersebut, tidak diberi standar perawatan khusus setelah perkembangan kondisinya menunjukkan menunjukkan tanda-tanda membaik. Hal serupa juga diberlakukan terhadap puluhan santri lainnya yang diduga terjangkit virus flu A-H1N1. Namun, sejumlah santri masih harus menjalani rawat inap di pusat kesehatan maupun asrama ponpes.
Kasi Kesehatan Masyarakat Dinkes Jombang, dr Heri Wibowo yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan sekitar 80 santri Ponpes Tebu Ireng yang diduga terjangkit virus flu A-H1N1, rata-rata kondisi kesehatannya sudah semakin membaik. "Kami terus memantau perkembangan kondisi para santri tersebut," tambahnya. Heri Wibowo menambahkan dengan masa inkubasi antara lima hingga tujuh hari, setiap santri bisa terjangkit virus tersebut. Namun, apabila santri memiliki daya tahan tubuh yang cukup kebal, virus itu akan sulit menular. Saat ini, Dinkes Jombang bersama Dinkes Provinsi Jatim masih mengumpulkan data dan sampel, terkait penyebaran virus flu A-H1N1 di Ponpes Tebu Ireng. Sampel itu diambil di tiga tempat, yakni dua lokasi di kompleks Ponpes Tebuireng dan satu lainnya di Ponpes Darul Ulum, Rejoso Jombang. Sementara itu, puluhan santri Pondok Pesantren Darul 'Ulum Jombang, Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, hingga Selasa (28/7), penderita influenza yang belum diketahui jenisnya. Sejumlah petugas Dinas Kesehatan Jombang pada sore hari itu mengambil contoh darah, dahak, dan cairan hidung lima orang penghuni Asrama II Al Khodijah Pondok Pesantren Darul 'Ulum Jombang yang dihuni santriwati. Tiga orang santriwati di asrama tersebut diambil sampel darah, dahak, dan cairan hidungnya secara bergantian. Menurut petugas Pengelola Pengawas Epidemologi Dinas Kesehatan Jombang, Yeni Wahyu SKM, sampel tersebut akan langsung dikirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jatim di Surabaya. "Kita belum bisa sebut bahwa mereka (pasien) ini adalah suspect (flu A-H1N1)," kata Yeni. Pengasuh Asrama II Al Khodijah Pondok Pesantren Darul 'Ulum Jombang, Bu Nyai Muflihah Tamim menyebutkan, tidak kurang 20 santriwati di asrama itu terserang flu dalam sepekan terakhir. Total penghuni asrama tersebut adalah 500 orang.(nuo/ufi) |