|
Surabaya, NUBatik Online Sedikitnya 63 santri Pondok Pesantren (PP) Salafiah Al-Fitrah pimpinan KH Asrori bin Utsman Al-Ishaqi, Kedinding, Surabaya ditempatkan di ruang isolasi khusus RSUD Haji Surabaya, sejak Senin (27/7) kemarin karena diduga terjangkit virus H1N1 tipe A (A-H1N1). Sebelum masuk rumah sakit yang berlokasi di sekitar Asrama Haji Sukolilo, Surabaya itu, para santri di pondok pesantren tersebut mengikuti serangkaian acara haul, Sabtu (25/7) malam hingga Ahad (26/7) siang. Kegiatan haul itu dihadiri sekitar 200 orang dari Singapura dan Malaysia. Setelah acara selesai, sebagian santri mengalami demam dan suhu badan terasa panas.
Menurut Samsul, para santri ini juga memiliki riwayat bersentuhan dengan beberapa warga negara asing yang beberapa waktu lalu datang ke pesantren mereka. Namun untuk memastikan apakah para santri ini terkena flu babi atau hanya flu biasa pihak rumah sakit segera mengambil sampel darah dan ingus mereka. Hanya saja dari 63 santri, hanya lima santri yang diambil sampel darahnya. Yang paling parah yang kita ambil sampelnya mungkin lusa baru ketahuan hasilnya, terang Samsul. Sampel darah kelima santri ini selanjutnya dikirim ke laboratorium daerah Surabaya. Saat dikonfirmasi terpisah, Musthofa, salah seorang pengurus pesantren, membenarkan, bahwa beberapa waktu lalu ada warga Singapura berkunjung ke pesantrennya. �Saat haul memang ada saudara santri dari Singapura datang,� terang Musthofa. Hanya saja, dirinya tak yakin jika para santri tersebut terserang flu babi. Mereka sakit setelah kerja bakti. Mungkin karena kecapean saja, ujarnya. Meski demikian, ke 35 santri saat ini dikarantina di ruangan khusus di RSU Haji sambil diberikan terapi khusus. H Wisjnubroto Heruputranto, pengurus Ponpes Al-Fitrah Kedinding Surabaya, juga berharap masyarakat tidak langsung meyakini para santri itu suspect flu babi. Ya, memang santri Al-Fitrah sedang dirawat di RS Asrama Haji. Tapi, soal sakitnya kami sendiri belum mendapat kejelasan dari dokter rumah sakit,� kata Wisjnubroto tadi malam. Dia membenarkan jumlah santri yang dirawat 63 orang. "Mereka ini masih `suspect` (diduga). Untuk memastikan, mereka positif flu babi atau tidak, kami menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, Selasa," kata Direktur RSUD Haji Surabaya, dr Sukamto. Sesuai standar penanganan wabah flu babi, lanjut Sukamto, seseorang yang panas badannya di atas 38 derajat Celsius harus dirawat di rumah sakit. Kurang dari 38 derajat Celsius disarankan rawat jalan. "Dilatarbelakangi kekhawatiran adanya orang asing dalam acara itu, maka 63 santri pondok tersebut diharuskan menginap," katanya. Menurut dia, dalam perkembangan selanjutnya, sebagian santri itu sudah ada yang panas tubuhnya menurun. "Tapi mereka tidak mau kembali ke pondoknya karena khawatir menular ke santri lainnya," katanya. Pihak RSUD Haji Surabaya telah mengirimkan sampel darah tujuh santri yang dipilih secara acak itu ke RSUD dr. Soetomo Surabaya. (nuo/bim) |