banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SadeanBatik.Com
Batik Faroo Pekalongan
SMNU

Pengunjung Online

Saat ini ada 13 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini107
mod_vvisit_counterKemaren314
mod_vvisit_counterMinggu ini1881
mod_vvisit_counterBulan ini1159
mod_vvisit_counterSemua131747
 
 
HM. Saelany Mahfudz, Mengabdi di Koperasi Karena Panggilan Jiwa
Minggu, 26 Juli 2009

Pengantar  

Di hari ulang tahun koperasi ke 62, pada tanggal 15 Juli 2009, Ketua Umum Koperasi Pemuda Buana (Kopena) Pekalongan Saelany Machfudz mendapat kado spesial dari Presiden Republik Indonesia.Penghargaan tingkat nasional ini tentu saja tidak hanya membanggakan Saelany dan seluruh keluarganya, akan tetapi juga warga nahdliyyin dan masyarakat Kota Pekalongan, karena salah satu warga mendapat menghargaan khusus dalam bidang perkoperasian.
 
DI kalangan pengurus koperasi di Kota Pekalongan, kemampuan Saelany Machfudz mengurus koperasi sudah tak diragukan lagi. Tak heran, jika ia mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, berupa Satya Lencana Wira Karya, di hari ulang tahun koperasi ke 62. Penghargaan tersebut merupakan penghormatan yang diberikan atas jasa dalam memberikan darma baktinya yang besar kepada Negara dan Bangsa Indonesia. Tak hanya dirinya, koperasi yang dipimpinnya juga mendapatkan penghargaan tingkat nasional sebagai koperasi berprestasi dan penerima Award 2009. 

Kedua penghargaan ini telah diterimanya pada puncak acara Hari Koperasi Indonesia ke 62, pada 12 Juli 2009  yang dipusatkan di Samarinda, Kalimantan Timur. Dirinya merasa bangga dan bahagia karena pengabdian yang diberikan selama ini mendapat perhatian dari pemerintah. "Apa yang saya lakukan selama ini dengan niat ikhlas tanpa mengharap penghargaan apa-apa," ungkap Saelany yang bekerja sebagai salah satu pimpinan staf di Kospin Jasa selama 31 tahun.

Selama ini, Ia bersama teman-temannya yang pada waktu itu masih aktof sebagai Pengurus di PC GP Ansor Kota pekalongan merintis badan usaha yang diharapkan di samping bisa menghidupi organisasi, juga warga nahdliyyin yang aktif di bidang usaha dapat merasakan manfaatnya dan koperasi sebagai pilihannya dengan nama Koperasi Pemuda Buana (Kopena) dari tahun 1993 dengan modal Rp 400 ribu.

Usaha Kopena sendiri meliputi jasa simpan pinjam, Jasa pelayanan haji dan umroh dan jasa kontruksi.Karena keuletannya bersama anggota koperasi lainnya, sekarang Kopena memiliki aset Rp 12 Milar, dan mampu membangun gedung bertingkat yang cukup representatif dengan kantor pelayanan sebanyak 4 buah. Atas keberhasilannya, Kopena pernah mendapat penghargaan sebagai Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 1999.

Selain memimpin Kopena, ia juga dipercaya menjadi Ketua Umum Pusat Koperasi warga NU Jawa Tengah (Puskowanu) dan Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah Nugraha. Oleh para Ulama Thoriqoh dia juga dipercaya menangani Lajnah Ekonomi (Lembaga Ekonomi) dengan mendirikan Koperasi Mugi Rejo, merupakan Koperasi Primer Nasional.
 
Aktifitasnya tidak hanya sampai disitu saja, dia juga sebagai Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ribatul Muta’allimin yang merupakan pesantren terbesar di Kota Pekalongan. Pria yang aktif diberbagai organisasi sosial kemasyarakatan ini pernah mendapat penghargaan dari pemerintah berupa Tokoh Bakti Koperasi Tingkat Nasional Tahun 2004.

Atas keberhasilannya tersebut, Kepala Disperindagkop & UMKM Kota Pekalongan Drs Slamet Prihantono MM menyatakan bangga. "Saya  bersyukur bahwa satu-satunya tokoh yang diusulkan dan lolos dari Jawa Tengah hanya HM Saelany Machfudz, warga Kota Pekalongan," terangnya.

Sedangkan penghargaan lainnya berupa Tokoh Bakti Koperasi Tahun 2009 untuk Jawa Tengah masing-masing diterima oleh Drs.Triyono Budi Sasangko, MSc Bupati Purbalingga, HM.Machroes,SH Bupati Pemalang, dan Drs.H.MS Agung Wahyana dan Hendrati Sri Kristyaningsih masing-masing Ketua KSP Tekun Cepogo Boyolali dan Pimpinan UKM Klarias Jateng. "Sementara tiga koperasi yang diusulkan dari Kota Pekalongan, yang lolos mendapat juara hanya Kopena," tutur Slamet. 
 
Sejak berdirinya Koperasi Pemuda Buana (Kopena),  pada tanggal 11 Desember 1993 telah banyak kiprah yang dilakukan Kopena dalam upaya membantu dibidang  jasa simpan pinjam, Jasa pelayanan haji dan umroh dan jasa kontruksi.

Sampai sekarang ini, Kopena telah berhasil merekrut anggota sekitar 661 orang dan calon anggota sejumlah 5 ribuan lebih. Dari jumlah anggota dan calon anggota ini, didominasi oleh para pedagang dan pengusaha mikro dan menengah yang usaha sehari–harinya bergerak di sektor riil dan informal.

Kopena yang dulunya hanya memiliki modal Rp 400 Ribu, kini memiliki aset Rp 12 Milar, dan mampu membangun gedung bertingkat yang cukup representatif dengan kantor pelayanan sebanyak 4 buah. Sebuah prestasi yang mengagumkan, ditengah bentangan ekonomi global saat ini, Kopena masih tetap eksis, serta terhitung kondisi yang sehat dalam segala hal. Padahal era globalisasi ini, dimana pasar lokal telah bersatu dengan pasar global.

Dan harus diakui bahwa perekonomian kita terseret dalam tarian liar globalisasi dan kokohnya hegemoni kapitalisme, namun demikian tampaknya masih ada spirit yang mengental untuk membangkitkan kembali koperasi di bumi nusantara ini. Keberhasilan Kopena dalam menjalankan fungsinya sebagai koperasi, hingga eksis sampai sekarang tentu tidak terlepas dari tangan dingin HM Saelany Machfudz, sang ketua umum Kopena.

Maka tak heran, jika ia mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia,berupa Satyalencana Wira Karya, di hari ulang tahun koperasi ke 62 yang dipusatkan di Samarinda, Kalimantan Timur. Penghargaan tersebut merupakan penghormatan yang diberikan atas jasa dalam memberikan darma baktinya yang besar kepada Negara dan Bangsa Indonesia. "Apa yang saya lakukan selama ini dengan niat ikhlas tanpa mengharap penghargaan apa-apa," ungkap Saelany yang bekerja sebagai salah satu pimpinan staf di Kospin Jasa selama 31 tahun.

Selain memimpin Kopena, Saelany Machfudh juga dipercaya menjadi Ketua Umum Pusat Koperasi warga NU Jawa Tengah (Puskowanu) dan Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah Nugraha. Oleh para Ulama Thoriqoh dia dipercaya menangani Lajnah Ekonomi (Lembaga Ekonomi) dengan mendirikan Koperasi Mugi Rejo, merupakan Koperasi Primer Nasional.(iz)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah
''Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa'' (QS Al-Hujurat: 49)

Betapa banyak pribadi yang besar dalam sejarah tetapi yang berjiwa besar sungguh sangat langka. Pribadi tersebut mampu mengalahkan diri sendiri dan mengesampingkan egonya demi kepentingan umat yang jauh lebih besar.
Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia