banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

Batik Faroo Pekalongan
SMNU
SadeanBatik.Com

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini85
mod_vvisit_counterKemaren358
mod_vvisit_counterMinggu ini1402
mod_vvisit_counterBulan ini9068
mod_vvisit_counterSemua120396
 
 
NU Menjamin Tak Ada Warganya yang Jadi Teroris
Jumat, 24 Juli 2009

Jakarta, NUBatik Online
Nahdlatul Ulama (NU) menjamin bahwa tak ada warganya yang menjadi teroris atau memiliki paham “radikal” layaknya para teroris itu, kata Ketua Pengurus Besar NU, KH Said Aqil Siroj.

Hal tersebut terjadi karena NU yang berpaham Islam moderat dan toleran ala Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), tak pernah mengajarkan pada kalangan nahdliyyin (warga NU) untuk bertindak kekerasan.

“Itu sudah prestasi luar biasa, NU bisa mengendalikan warganya agar tidak berpaham radikal. Hanya, masalahnya, tidak semua orang Indonesia adalah orang NU,” ujar Kang Said—panggilan akrabnya—sebagaimana dikutip NU Online di Jakarta, Kamis (23/7)

Kang Said juga menjamin, tak ada pesantren NU yang mendidik santrinya menjadi teroris. “Bisa dilihat, mana ada lulusan pesantren NU, misal, (pesantren) Lirboyo, Tebuireng, dan lain-lain, yang menjadi teroris. Masalahnya, tidak semua orang pernah menjadi santri di pesantren NU,” terangnya.

Karena itu, imbuhnya, tidak sepatutnya jika aksi terorisme yang marak belakangan ini dikaitkan dengan pesantren, terutama pesantren pada umumnya. Pasalnya, lembaga pendidikan agama yang khas Indonesia itu sudah ada sejak ratusan tahun silam. Dan, selama itu pula tak pernah ada masalah dengan pesantren.

Meski demikian, ia tak menolak jika ada dugaan bahwa terdapat beberapa pesantren yang mengajarkan paham kekerasan dalam bentuk terorisme itu. “Tapi, yang jelas, (pesantren) itu bukan pesantren NU,” tegasnya. (bim)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Mesjidil Aqsha di Jerusalem. Kemudian bermi'raj menuju langit ketujuh dan Sidratulmuntaha, arasy (takhta Tuhan), dan kursi (singgasana Tuhan), hingga menerima wahyu di hadirat Allah SWT. Perjalanan ini mengandung perintah mendirikan shalat lima waktu sehari dan semalam. Isra mi'raj terjadi pada 27 Rajab, setahun sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah.

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia