banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SadeanBatik.Com
Batik Faroo Pekalongan
SMNU

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini84
mod_vvisit_counterKemaren358
mod_vvisit_counterMinggu ini1401
mod_vvisit_counterBulan ini9067
mod_vvisit_counterSemua120395
 
 
Kang Said: Perbaikan Hubungan NU-PKB Harus atas Kemauan Kedua Pihak
Jumat, 24 Juli 2009

Jakarta, NUBatik Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai, harus ada upaya serius untuk memperbaiki ketidakharmonisan hubungan antara NU dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, perbaikan itu harus atas dasar kemauan kedua pihak, tidak bisa hanya salah satu.

Demikian dikatakan Ketua PBNU, KH Said Aqil Siroj, kepada NU Online di Jakarta, Kamis (23/7) kemarin. Ia mengatakan hal itu menanggapi kritik Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, yang menilai ketidakharmonisan itu akibat NU terlampau jauh berpolitik praktis.

Kang Said mengaku menerima kritik Muhaimin karena NU juga bisa saja bertindak salah. Namun, katanya, bukan berarti PKB sepenuhnya benar. Pasalnya, selama ini PKB tampak “enggan” berkomunikasi dengan NU. “Akibatnya, seringkali terjadi ‘ketegangan’ antara pengurus NU dengan PKB di bawah (basis),” katanya.

Maka, imbuhnya, upaya perbaikan itu tidak bisa dilakukan sepihak. “Harus sama-sama menginginkan perbaikan, kesalahan tidak hanya di satu pihak, bukan salah NU saja,” terang tokoh yang turut membidani kelahiran PKB pada 1998 silam.

Upaya perbaikan itu, lanjut Kang Said, mungkin akan dilakukan saat Muktamar ke-32 NU yang direncanakan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Januari 2010 mendatang. Hubungan NU dengan PKB akan ditata ulang, namun sebatas hubungan emosional, tidak secara struktural.

Ia menambahkan, PKB memang bukan satu-satunya “saluran” politik warga NU. Namun, hanya PKB-lah partai yang dibentuk serta didirikan secara khusus oleh sebagian besar kiai dan ulama NU. Maka, ikatan emosional antara keduanya pun lebih kuat dibanding partai berbasis massa pendukung warga NU lainnya.

“Maka, kalau tidak ditata ulang (hubungan NU-PKB), suara nahdliyyin bisa-bisa ‘mubazir’ (baca: tersalurkan ke partai yang tidak jelas komitmennya pada NU). Agar juga koordinasi atau ‘oper bolanya’ (komunikasi) antara NU dengan PKB lebih baik dari yang sebelumnya,” jelas Kang Said.

Sebelumnya, saat perayaan Hari Lahir ke-11 PKB, di Jakarta, Kamis (23/7) siang, Muhaimin mengkritik NU karena dinilai terlampau jauh terlibat dalam politik praktis. Akibatnya, hubungan dan komunikasi keduanya belakangan semakin menjauh hingga seringkali terjadi kesalahpahaman.

“PKB tidak pernah menjauh dari NU, tetapi NU yang terlalu ‘bernafsu’ berpolitik praktis. Sehingga, kebablasan,” terang Muhaimin didampingi Sekretaris Jenderal PKB, Lukman Edy, dan beberapa petinggi partai lainnya. (nuo/bim)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Rasulullah SAW bersabda: "Akan tiba suatu zaman di mana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram." (HR Bukhari).

Empat belas abad lebih, setelah Rasulullah menyatakan hadis ini, kini kita sedang menyaksikan sebuah kenyataan di mana orang sangat berani melakukan korupsi, penipuan, perampokan, perjudian, dan sebagainya, banyak orang yang menjadi korban karenanya.

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia