|
Semarang, NUBatik Online Dibandingkan sekolah, madrasah lebih unggul karena memberikan penekanan lebih pada pembentukan perilaku, karena Peserta didik di madrasah juga mempunyai pemahaman dan pengamalan yang baik terhadap masalah-masalah yang berkembang di masyarakat, sebagaimana ditekankan dalam mata pelajaran agama. Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama H Mulyani M. Noor di Semarang, Ahad (5/7). Dari aspek pembentukan kecerdasan (kognitif), madrasah dalam berbagai tingkatan mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) sebagai satuan pendidikan juga menjamin terbentuknya kualitas peserta didik yang unggul.
”Dalam aspek kognitif, madrasah berani menjamin peserta didik lebih menguasai materi pelajaran umum jika dibandingkan dengan peserta didik di sekolah, asal peserta didik serius dalam belajar,” kata Mulyani. Dikatakan, saat ini banyak satuan pendidikan di madrasah yang sudah mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Lulusannya pun banyak yang menjadi tokoh nasional maupun internasional. ”Hampir seluruh tenaga pendidik sudah memenuhi syarat kualifikasi akademik. Bahkan banyak yang sudah lulus S2. Pemerintah dalam hal ini Depag sudah mulai serius mewujudkan tuntutan delapan standar minimal pendidikan terutama dalam komponen sarana prasarana. Misalnya bantuan laborat bahasa, IPA, komputer dan lain-lain,” tambahnya. Menurutnya, madrasah semakin digandrungi masyarakat. Beberapa laporan menyebutkan membuktikan, banyak SMP di Jawa Timur yang gulung tikar, sementara disebelahnya berdiri megah MTs. Namun demikian, upaya kita menjadikan madrasah diminati masyarakat tidak lepas dari kesungguhan pengelola satuan pendidikan. ”Para pendidik harus pedagogis, profesional, berkepribadian, dan bersosial. Selain itu bisa berperan sebagai pelopor perubahan siswa ke arah hal yang lebih baik. Dengan begitu, tidak ada alasan bagi calon peserta didik untuk menghindari masuk ke madrasah bahkan sebaliknya, harus bangga bisa belajar di madrasah,” tandas Mulyani. (bim) |