banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SMNU
SadeanBatik.Com
Batik Faroo Pekalongan

Pengunjung Online

Saat ini ada 11 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini111
mod_vvisit_counterKemaren314
mod_vvisit_counterMinggu ini1885
mod_vvisit_counterBulan ini1163
mod_vvisit_counterSemua131751
 
 
Madrasah Lebih Unggul dari Aspek Pembentukan Perilaku
Senin, 06 Juli 2009

Semarang, NUBatik Online
Dibandingkan sekolah, madrasah lebih unggul karena memberikan penekanan lebih pada pembentukan perilaku, karena Peserta didik di madrasah juga mempunyai pemahaman dan pengamalan yang baik terhadap masalah-masalah yang berkembang di masyarakat, sebagaimana ditekankan dalam mata pelajaran agama.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama H Mulyani M. Noor di Semarang, Ahad (5/7).

Dari aspek pembentukan kecerdasan (kognitif), madrasah dalam berbagai tingkatan mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) sebagai satuan pendidikan juga menjamin terbentuknya kualitas peserta didik yang unggul.

”Dalam aspek kognitif, madrasah berani menjamin peserta didik lebih menguasai materi pelajaran umum jika dibandingkan dengan peserta didik di sekolah, asal peserta didik serius dalam belajar,” kata Mulyani.

Dikatakan, saat ini banyak satuan pendidikan di madrasah yang sudah mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Lulusannya pun banyak yang menjadi tokoh nasional maupun internasional.

”Hampir seluruh tenaga pendidik sudah memenuhi syarat kualifikasi akademik. Bahkan banyak yang sudah lulus S2. Pemerintah dalam hal ini Depag sudah mulai serius mewujudkan tuntutan delapan standar minimal pendidikan terutama dalam komponen sarana prasarana. Misalnya bantuan laborat bahasa, IPA, komputer dan lain-lain,” tambahnya.

Menurutnya, madrasah semakin digandrungi masyarakat. Beberapa laporan menyebutkan membuktikan, banyak SMP di Jawa Timur yang gulung tikar, sementara disebelahnya berdiri megah MTs.

Namun demikian, upaya kita menjadikan madrasah diminati masyarakat tidak lepas dari kesungguhan pengelola satuan pendidikan.

”Para pendidik harus pedagogis, profesional, berkepribadian, dan bersosial. Selain itu bisa berperan sebagai pelopor perubahan siswa ke arah hal yang lebih baik. Dengan begitu, tidak ada alasan bagi calon peserta didik untuk menghindari masuk ke madrasah bahkan sebaliknya, harus bangga bisa belajar di madrasah,” tandas Mulyani. (bim)

+/-
Kirim Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
 
Ketik kode keamanan yang ada di gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. karena hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata : "Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu saja berbuat dosa dan sulit hendak meninggalkannya." Maka Rasulullah menjawab : "Maukah engkau berjanji bahwa engkau sanggup meninggalkan bicara bohong?" "Ya, saya berjanji" jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.
Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia