banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SadeanBatik.Com
Batik Faroo Pekalongan
SMNU

Pengunjung Online

Saat ini ada 17 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini265
mod_vvisit_counterKemaren343
mod_vvisit_counterMinggu ini1182
mod_vvisit_counterBulan ini2869
mod_vvisit_counterSemua133457
 
 
Memilih Pemimpin
Kamis, 07 Mei 2009
Menjelang Perang Badar, Rasulullah bertanya kepada sahabat, ''Bagaimanakah pendapatmu untuk memerangi mereka?'' Para sahabat menjawab, ''Kami telah memberikan janji dan kepercayaan kami kepada engkau dengan penuh ketaatan. Demi Zat yang mengutusmu dengan kebenaran, andai kata engkau membawa kami ke sebuah samudra, lalu menceburkan diri ke sana, tentu kami juga menceburkan diri bersamamu.'' Kredibilitas merupakan suatu penghargaan terhadap seseorang yang didapat melalui proses interaksi seseorang dengan orang lain. Rasulullah Saw sebelum diangkat menjadi rasul digelari sebagai Al Amin, yaitu orang yang bisa dipercaya.

Hal ini disebabkan selama interaksi beliau dengan penduduk Quraisy, tak pernah sekalipun berbuat curang, menipu, berbohong, atau akhlak tercela lainnya. Seluruh amanah yang diberikan dilaksanakan dengan baik dan sempurna. Maka, tak heran kendati sebagian besar penduduk Mekah ingin mengusir bahkan membunuh beliau, namun masih saja ada di antara mereka menitipkan barang-barangnya pada beliau.

Said Hawwa dalam buku Ar Rasul menulis bahwa kredibilitas antara manusia dan pemimpin merupakan permasalahan esensial. Sebab, selagi masyarakat masih percaya pada pemerintah, maka dengan sendirinya mereka bisa menutup kekurangan. Tapi, kalau sudah kehilangan kepercayaaan; semua akan menjadi kacau, kekuatan umat akan hilang. Keadaan inikah yang kita rasakan sekarang?

Dalam ajaran Islam, kredibilitas merupakan salah satu faktor dipilihnya seseorang menjadi pemimpin. Karena, jabatan merupakan amanah yang memiliki pertanggungjawaban dunia dan akhirat. Begitu beratnya tanggung jawab sebagai pemimpin, hingga Rasulullah bersabda, ''Apabila seorang hamba (manusia) yang diberikan kekuasaan memimpin rakyat mati, sedangkan di hari matinya dia telah mengkhianati rakyatnya, maka Allah mengharamkan surga kepadanya.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Pemilu Presiden 2009 di depan mata. Sudah saatnya umat Islam memilah dan memilih di antara mereka yang kredibel untuk memimpin. Caranya? Jangan pusing! Carilah orang seperti ini; Ia tak (mungkin) seperti Rasulullah, tapi dalam setiap tarikan napasnya, sikapnya, tingkah lakunya, keluarganya, orang-orang terdekatnya, kelompoknya, partainya, berusaha seperti Rasulullah. Wallahu a'lam. (*)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Rasulullah Saw bersabda, "Bersungguh-sungguhlah kalian dalam menyeru yang makruf, bersungguh-sungguh pulalah kalian dalam mencegah yang munkar. Jika tidak, maka Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang buruk di antara kalian, dan doa orang-orang baik di antara kalian (tetapi diam terhadap kemunkaran) tidak akan dikabulkan oleh Allah," (HR Imam Bazzar).

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia