banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SadeanBatik.Com
SMNU
Batik Faroo Pekalongan

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini88
mod_vvisit_counterKemaren358
mod_vvisit_counterMinggu ini1405
mod_vvisit_counterBulan ini9071
mod_vvisit_counterSemua120399
 
 
Tiga Pertanyaan
Senin, 09 Agustus 2004
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri Sam kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencarikan seorang guru agama, siapapun orangnya asal bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut. 
“Anda siapa ? dan apakah anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya ?” pemuda bertanya. “Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan saudara.” Jawab guru agama. “Anda yakin? sedang profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.”  sang guru menjawab “Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya”  

Pemuda : “Saya punya 3 pertanyaan;  
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan kewujudan Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dimaksudkan dengan takdir?
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api?, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama.

Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?”  Tiba-tiba guru agama tersebut menampar pipi si pemuda dengan kuat. Sambil menahan kesakitan pemuda berkata “Kenapa anda marah kepada saya?” Jawab guru agama “Saya tidak marah… tamparan itu adalah jawaban saya kepada 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya”.

“Saya sungguh-sungguh tidak faham”, kata pemuda itu. Guru Agama bertanya ”Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Tentu saja saya merasakan sakit”, jawab pemuda. Guru Agama bertanya ” Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?”. Pemuda itu mengangguk tanda percaya. Guru Agama bertanya lagi, “Tunjukan pada saya wujud sakit itu!” “ tidak bisa”, jawab pemuda. “Itulah jawaban pertanyaan pertama. Kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.” Terang Guru Agama.

Guru Agama bertanya lagi, “Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?”. “Tidak” jawab pemuda. “Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?” “Tidak” jawab pemuda. “Itulah yang dinamakan Takdir” Terang Guru Agama.  

Guru Agama bertanya lagi, “Diperbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?”. “kulit”. Jawab pemuda. “pipi anda diperbuat dari apa?” “ kulit “ jawab pemuda. “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Sakit.” Jawab pemuda. “Walaupun syaitan terbuat dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syaitan.” Terang Guru Agama. (*)
 
< Sebelumnya
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Birrul Walidain atau berbuat baik kepada orang tua termasuk ajaran Islam yang penting. Berbuat baik kepada mereka merupakan amal yang utama dalam pandangan Allah SWT dan Rasul-Nya.

Rasulullah SAW pernah ditanya seorang sahabat tentang amal yang paling dicintai Allah. Beliau bersabda, ''Shalat tepat pada waktunya!'' Sahabat itu bertanya lagi, ''Apalagi amal yang dicintai Allah, ya Rasulullah?'' ''Berbuat baik kepada orang tua,'' jawab beliau. Sahabat itu bertanya kembali, ''Kemudian amal apa lagi, ya Rasulullah?'' Beliau menjawab, ''Berjihad pada jalan Allah.'' (HR Bukhari)

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia