banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SMNU
Batik Faroo Pekalongan
SadeanBatik.Com

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini95
mod_vvisit_counterKemaren358
mod_vvisit_counterMinggu ini1412
mod_vvisit_counterBulan ini9078
mod_vvisit_counterSemua120406
 
 
Mengenal "Nahdliyyin Center" Kota Pekalongan
Rabu, 24 September 2008
pengantar
Kelahiran Nahdlatul Ulama yang didasari atas kebutuhan diplomasi ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia atas sikap Raja Arab Saudi yang ingin membongkar makam Rasulullah yang kemudian terkenal dengan istilah "komite Hijaz" telah menjadi inspirasi lahirnya Nahdlatul Ulama pada tahun 1926 yang lalu.
Seiring dengan perjalanan waktu, NU tidak lagi berkutat pada masalah ubudiyah saja, akan tetapi berbagai garapan lain menjadi bidang pengabdian NU di tengah-tengah masyarakat seperti masalah dakwah, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lain-lain. Cakupan garapan memang telag dirasakan masyarakat banyak khususnya warga nahdliyyin. Akan tetapi tidak demikian di Kota Pekalongan yang mayoritas berpenduduk muslim. Mengapa demikian ?
lahir karena kebutuhan
Kota Pekalongan memiliki 47 Pengurus Ranting dan 4 Pengurus Majelis Wakil Cabang NU. Berbagai program disusun diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga nahdliyyin yang menurut data statistik adalah mayoritas di Kota Pekalongan. Akan tetapi ternyata warga nahdliyyin belum merasakan kiprah pengurus di semua tingkatan. Sehingga tidak heran jika masih banyak warga NU yang hidupnya dibawah garis kemiskinan dan ini tentu saja berdampak kepada ketidakmampuan orang tua menyekolahkan anaknya serta mendapatkan hak hidup sehat. Lalu, apa yang bisa dilakukan NU melihat realita demikian ?
Jauh sebelum Nahdliyyin Center lahir, Pemerintah Kota Pekalongan telah melahirkan Peraturan Walikota tentang percepatan keluarga sejahtera mandiri dengan fokus garapan di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan dengan sasarna garapan warga miskin di Kota Pekalongan. 
Sadar bahwa yang menjadi sasaran garapan adalah warga NU, tentu saja peluang ini tidak disia-siakan oleh aktifis Nahdlatul Ulama. Setelah melalui kajian dan bahasan yang intens, serta didasari atas kebutuhan peningkatan kesejahteraan warga nahdliyyin, maka atas persetujuan segenap pengurus NU se Kota Pekalongan perlu di dorong lahirnya team kerja khusus yang bernama "NAHDLIYYIN CENTER" dengan tugas utamanya membantu pendampingan warga NU dalam bidang kesehatan, ekonomi dan pendidikan. 
Meski sempat terjadi pro dan kontra atas kehadiran tim kerja khusus ini, toh akhirnya seluruh pengurus bisa menerima atas kelahiran lembaga yang sama sekali baru, karena di tingkat pusat dan wilayah maupun di cabang-cabang lain di seluruh Indonesia lembaga ini belum diadakan.   
Tujuan 
Tujuan Umum : Terwujudnya kemaslahatan dan kesejahteraan warga nahdliyyin sesuai dengan prinsip ajaran ahlus sunnah wal jama’ah. 
Tujuan Khusus :
•   Mendorong warga nahdliyyin agar memiliki akses, khususnya di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
•   Mengajak warga nahdliyyin untuk lebih peduli terhadap permasalahan warga masyarakat.
•   Membantu menyelesaikan berbagai permasalahan warga  di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. 
Tugas pokok
Nahdliyyin Center memiliki tugas pokok yaitu :
1.  Membantu Pengurus NU di masing-masing tingkatan dalam melaksanakan program-program kerja NU, terutama di bidang ekonomi,  pendidikan dan kesehatan.
2. Membantu Lembaga, Lajnah dan Badan Otonom di masing-masing tingkatan dalam melaksanakan program kerja, terutama di bidang  ekonomi, pendidikan dan kesehatan. 
Fungsi
Nahdliyyin Center berfungsi sebagai

1.  Pusat data (data base) NU dalam bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
2.  Fasilitator bagi warga nahdliyyin yang berhubungan dengan ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
3.  Advokad / pendamping terhadap setiap permasalahan warga, terutama di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
4.  Pusat Informasi setiap kebijakan publik, terutama di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.  
5.  Pusat penguatan SDM bagi warga nahdliyyin.

SUSUNAN PENGURUS
NAHDLIYYIN CENTER KOTA PEKALONGAN
PERIODE 2007 - 2012
Penasehat  : 1.  H. Abu Almafachir
     2.  KH. Ahmad Dananir
             3.  KH. Baghdadi, S.Ag
              4.  Hj. Umi Salamah
     5.  Aminuddin Aziz, SE
     6.  dr. H. Muhammad Jaelani
     7.  Drs. H. Khumaedi
     8.  M. Subhan Mustofa
     9.  H. Suryo P., S.Pd, SKM, M.Kes.
    
Ketua          : Abdul Bashir, SH
Wakil Ketua  : Budhi Prathamo, ST
Wakil Ketua  : Dra. Nur Hasanah
Sekretaris  : Zainal Muhibin, S.Pd
Wakil Sekretaris : Muhammad Lutfi
Wakil Sekretaris : Shofrotun Ali
Bendahara  : H. Imron Asfuri
Wakil Bendahara : Hj. Khusnul Khotimah
Wakil Bendahara : Faizah, S.Pd
Bidang – bidang :
1. Advokasi  : Abdurrahman, SHI
   a. Pendidikan : Rimazun
   b. Kesehatan  : Asrori
   c. Ekonomi  : Saeful Huda, S.Pd.
2. Hubungan Antar Lembaga & Humas  : Fahrudin Rahmat
3. Pengolahan Data & Distribusi Informasi  : Kurnia Lestari
 
< Sebelumnya
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Birrul Walidain atau berbuat baik kepada orang tua termasuk ajaran Islam yang penting. Berbuat baik kepada mereka merupakan amal yang utama dalam pandangan Allah SWT dan Rasul-Nya.

Rasulullah SAW pernah ditanya seorang sahabat tentang amal yang paling dicintai Allah. Beliau bersabda, ''Shalat tepat pada waktunya!'' Sahabat itu bertanya lagi, ''Apalagi amal yang dicintai Allah, ya Rasulullah?'' ''Berbuat baik kepada orang tua,'' jawab beliau. Sahabat itu bertanya kembali, ''Kemudian amal apa lagi, ya Rasulullah?'' Beliau menjawab, ''Berjihad pada jalan Allah.'' (HR Bukhari)

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia