|
pengantar Kelahiran Nahdlatul Ulama yang didasari atas kebutuhan diplomasi ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia atas sikap Raja Arab Saudi yang ingin membongkar makam Rasulullah yang kemudian terkenal dengan istilah "komite Hijaz" telah menjadi inspirasi lahirnya Nahdlatul Ulama pada tahun 1926 yang lalu. Seiring dengan perjalanan waktu, NU tidak lagi berkutat pada masalah ubudiyah saja, akan tetapi berbagai garapan lain menjadi bidang pengabdian NU di tengah-tengah masyarakat seperti masalah dakwah, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lain-lain. Cakupan garapan memang telag dirasakan masyarakat banyak khususnya warga nahdliyyin. Akan tetapi tidak demikian di Kota Pekalongan yang mayoritas berpenduduk muslim. Mengapa demikian ? lahir karena kebutuhan Kota Pekalongan memiliki 47 Pengurus Ranting dan 4 Pengurus Majelis Wakil Cabang NU. Berbagai program disusun diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga nahdliyyin yang menurut data statistik adalah mayoritas di Kota Pekalongan. Akan tetapi ternyata warga nahdliyyin belum merasakan kiprah pengurus di semua tingkatan. Sehingga tidak heran jika masih banyak warga NU yang hidupnya dibawah garis kemiskinan dan ini tentu saja berdampak kepada ketidakmampuan orang tua menyekolahkan anaknya serta mendapatkan hak hidup sehat. Lalu, apa yang bisa dilakukan NU melihat realita demikian ? Jauh sebelum Nahdliyyin Center lahir, Pemerintah Kota Pekalongan telah melahirkan Peraturan Walikota tentang percepatan keluarga sejahtera mandiri dengan fokus garapan di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan dengan sasarna garapan warga miskin di Kota Pekalongan. Sadar bahwa yang menjadi sasaran garapan adalah warga NU, tentu saja peluang ini tidak disia-siakan oleh aktifis Nahdlatul Ulama. Setelah melalui kajian dan bahasan yang intens, serta didasari atas kebutuhan peningkatan kesejahteraan warga nahdliyyin, maka atas persetujuan segenap pengurus NU se Kota Pekalongan perlu di dorong lahirnya team kerja khusus yang bernama "NAHDLIYYIN CENTER" dengan tugas utamanya membantu pendampingan warga NU dalam bidang kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Meski sempat terjadi pro dan kontra atas kehadiran tim kerja khusus ini, toh akhirnya seluruh pengurus bisa menerima atas kelahiran lembaga yang sama sekali baru, karena di tingkat pusat dan wilayah maupun di cabang-cabang lain di seluruh Indonesia lembaga ini belum diadakan.
Tujuan Tujuan Umum : Terwujudnya kemaslahatan dan kesejahteraan warga nahdliyyin sesuai dengan prinsip ajaran ahlus sunnah wal jama’ah. Tujuan Khusus : • Mendorong warga nahdliyyin agar memiliki akses, khususnya di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. • Mengajak warga nahdliyyin untuk lebih peduli terhadap permasalahan warga masyarakat. • Membantu menyelesaikan berbagai permasalahan warga di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Tugas pokok Nahdliyyin Center memiliki tugas pokok yaitu : 1. Membantu Pengurus NU di masing-masing tingkatan dalam melaksanakan program-program kerja NU, terutama di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. 2. Membantu Lembaga, Lajnah dan Badan Otonom di masing-masing tingkatan dalam melaksanakan program kerja, terutama di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Fungsi Nahdliyyin Center berfungsi sebagai 1. Pusat data (data base) NU dalam bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. 2. Fasilitator bagi warga nahdliyyin yang berhubungan dengan ekonomi, pendidikan dan kesehatan. 3. Advokad / pendamping terhadap setiap permasalahan warga, terutama di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. 4. Pusat Informasi setiap kebijakan publik, terutama di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. 5. Pusat penguatan SDM bagi warga nahdliyyin.
SUSUNAN PENGURUS NAHDLIYYIN CENTER KOTA PEKALONGAN PERIODE 2007 - 2012
Penasehat : 1. H. Abu Almafachir 2. KH. Ahmad Dananir 3. KH. Baghdadi, S.Ag 4. Hj. Umi Salamah 5. Aminuddin Aziz, SE 6. dr. H. Muhammad Jaelani 7. Drs. H. Khumaedi 8. M. Subhan Mustofa 9. H. Suryo P., S.Pd, SKM, M.Kes. Ketua : Abdul Bashir, SH Wakil Ketua : Budhi Prathamo, ST Wakil Ketua : Dra. Nur Hasanah Sekretaris : Zainal Muhibin, S.Pd Wakil Sekretaris : Muhammad Lutfi Wakil Sekretaris : Shofrotun Ali Bendahara : H. Imron Asfuri Wakil Bendahara : Hj. Khusnul Khotimah Wakil Bendahara : Faizah, S.Pd Bidang – bidang : 1. Advokasi : Abdurrahman, SHI a. Pendidikan : Rimazun b. Kesehatan : Asrori c. Ekonomi : Saeful Huda, S.Pd. 2. Hubungan Antar Lembaga & Humas : Fahrudin Rahmat 3. Pengolahan Data & Distribusi Informasi : Kurnia Lestari
|