|
Pekalongan, NUBatik Online Krisis pemahaman tentang doktrin ajaran ahlus sunnah wal jama'ah di kalangan anak muda Nahdlatul Ulama membuat prihatin pengurus Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kota Pekalongan. Pasalnya, pada kenyataannya banyak anak-anak muda yang menjadi kader penerus NU masih minim bahkan tidak jarang mereka tidak mengetahui apa itu aswaja. Untuk mendalami pemahaman seputar aswaja, Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Jum'at (6/3) kemarin menyelenggarakan seminar ASWAJA di Gedung koperasi Pemuda Buana (Kopena) Jalan HOS Cokroaminoto 77 Pekalongan dengan menghadirkan nara sumber H. Arif Chasanul Muna, LC, MA.Dosen STAIN Pekalongan.
Kegiatan seminar merupakan bagian dari kegaiatan pra konfercab IPNU IPPNU Kota Pekalongan mendapat respon dan sambutan luar biasa dari anak-anak pelajar di lingkungan NU. Hal ini terlihat dari antusiasnya peserta yang memadati ruang seminar di lantai 2 Gedung Kopena. Ketua PC IPNU Kota pekalongan Falakhy Sidqi mengatakan, seminar aswaja ini sebagai upaya untuk terus membentengi anggota dan kadernya dari pengaruh faham Wahabi. Pasalnya, faham wahabi ini adalah pangkal dari perbedaan faham dengan ahlussunnah wal jamaah an nahdliyyah yang di Indonesia hadir dalam berbagai bentuk dan metode. Menurutnya, semangat untuk melestarikan ajaran ahlussunnah wal jamaah an nahdliyyah harus senantiasa menjiwai dalam setiap program kerja PC IPNU IPPNU Kota Pekalalongan. Ditambahkan, pengkaderan terhadap kader muda NU terutama dalam bidang penguatan ahlussunnah wal jamaah merupakan program tetap yang dilakukan oleh jamiyyah Nahdlatul Ulama, sehingga diharapkan anak-anak muda NU yang tidak tahu banyak tentang aswaja, dapat mengikuti program pelatihan yang telah diprogramkan. (is) |