|
Pekalongan, NUBatik Online Tujuh kelurahan di Kota Pekalongan dinyatakan endemis penyakit demam berdarah dengue (DBD). Ketujuh kelurahan tersebut meliput Kelurahan Medono, Bendan, Sapuro, Kraton Lor, Kandang Panjang, Klego, dan Kuripan Lor. Dengan dinyatakan endemis, warga di kelurahan tersebut diminta lebih meningkatkan kebersihan di lingkungan rumahnya masing-masing. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan, dr Dwi Herry Wibawa kepada Suara Merdeka ketika dikonfirmasi mengenai penyakit demam berdarah di wilayah kerjanya. Ditambahkan, dinyatakan endemis karena selama tiga tahun terakhir tujuh kelurahan itu ada kasus DB. Misalnya, ada warganya yang terkena penyakit itu sehingga harus dirawat di rumah sakit. ’’Sampai akhir tahun lalu, jumlah warga yang terkena demam berdarah sebanyak 24 orang. Sedangkan tahun ini belum diketahui karena masih didata,’’ paparnya.
Dikatakan, guna menindaklanjuti soal merebaknya penyakit DBD, Dinas Kesehatan kini pihaknya sudah melakukan fogging atau pengasapan ke sejumlah kelurahan secara bergiliran. Kemarin pagi, pihaknya sudah melakukan pengasapan di RW I dan RW II, Kelurahan Klego. Sedangkan hari ini direncanakan fogging di Kelurahan Medono. Ditambahkan, guna mengantisipasi merebaknya penyakit akibat nyamuk Aedes aegypti tersebut, masyarakat diimbau tetap menjaga kebersihan. Di antaranya melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), yakni menutup bak air, mengubur barang-barang yang tidak terpakai serta rutin menguras bak air kamar mandi. Bagaimana jika ada masyarakat yang meminta supaya daerahnya dilakukan pengasapan? Herry menuturkan, pihaknya akan segera memenuhi permintaan tersebut. Dengan catatan, kata dia, di daerah itu sudah ada yang terkena demam berdarah.’’Saya sarankan, jika memang ada warganya yang terkena DB, segera melapor ke Dinas Kesehatan. Kami akan menindaklanjuti laporan itu dengan mengecek dan kalau perlu langsung di-fogging,’’ paparnya.(sm/bim) |