|
Pekalongan, NUBatik Online Acara peringatan Hari Lahir Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tingkat Kota Pekalongan yang ke 55 tahun 2009 yang dilangsungkan di kantor sekretariat PC IPNU Jalan Jenderal Sudirman 56 Pekalongan malam ini (24/2) berlangsung meriah. Kegiatan yang dilaksanakan dengan lesehan tidak mengurangi kehidmatan peringatan yang banyak dihadiri alumni pengurus tingkat cabang diawali dengan pembacaan yasin dan tahlil diteruskan sambutan dan refleksi 55 tahun IPNU oleh mantan Ketua IPNU Abdul Basyir, SH. Ketua PC IPNU Kota Pekalongan Falakhi Sidqy mengatakan, usia 55 tahun sesungguhnya merupakan usia yang cukup matang bagi sebuah organisasi. dimana dalam rentang waktu itu, IPNU telah mengalami beberapa kali perubahan. yang semula pelajar kemudian berganti dengan putra karena rezim orde baru. Kemudian sejak tahun 2003 kemarin IPNU kembali dari putra ke pelajar hingga saat ini.
Menurut Falakhi, perubahan ini merupakan keputusan Kongres Makasar yang telah membawa arti penting bagi perjalanan organisasi dengan orientasi garapan lebih fokus kepada pelajar. Meski demikian, ujar Falakhi ada beberapa hal penting yang perlu difahami oleh setiap pengurus di semua tingkatan dan seluruh anggota, bahwa sebagai organisasi kepemudaan di tingkat pelajar, IPNU telah mengambil sikap yakni "netral" dalam pemilu 2009 yang sebentar lagi akan digelar. Sementara itu, Abdul Basyir, SH dalam refleksinya mengatakan, IPNU sebagai organsiasi kepemudaan telah mengalami banyak masa transisi dan pasang surut, khususnya dalam hal penggalangan dana untuk operasional organisasi. Belum lagi banyaknya hambatan-hambatan yang menjadi ujian segenap pengurus. Dikatakan, IPNU harus aktif dan kreatif, jangan hanya menjadi organisasi foto copy yang hanya pandai meniru organisasi lain dalam membuat program. Justru ketika telah diputuskan kembali ke basic pelajar, bidang garapan menjadi fokus dan terarah, meski diakui lahannya semakin sempit. Hadir dalam acara peringatan harlah, selain jajaran pengurus IPNU tingkat cabang, juga nampak mantan ketua-ketua IPNU antara lain Ihsanuddin, Arifaudin dan Abdul Basyir, serta anggota IPNU dan undangan lainnya. [bim] |