banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SadeanBatik.Com
SMNU
Batik Faroo Pekalongan

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini89
mod_vvisit_counterKemaren358
mod_vvisit_counterMinggu ini1406
mod_vvisit_counterBulan ini9072
mod_vvisit_counterSemua120399
 
 
KPI Desak Hentikan Sinetron 'HAREEM'
Rabu, 18 Pebruari 2009

Jakarta, NUBatik Online
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Muttamimul Ula, di Jakarta, Kamis (05/02), meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) segera menghentikan tayangan sinetron HAREEM di stasiun televisi Indosiar. Alasannya karena cerita itu terkesan merusak citra sebuah agama."Itu alasan pertama, yakni dari segi konten atau substansi, ceritanya merusak citra Islam lewat kelakuan seorang pemeluk yang mustahil seburuk itu," ujarnya.

Dirinya menuturkan, sebagian isi cerita di antaranya tentang kelakuan si anak berebut istri keempat ayahnya lalu sang ayah memperkosa istri mudanya yang masih remaja dan belum siap melakukan hubungan seksual. "Alasan kedua, HAREEM ditayangkan jam 19.00 WIB, tidak mencantumkan kategori (penonton), sehingga bertentangan dengan surat pedoman siaran (SPS) KPI," ujarnya.

Muttamimul Ula memperkirakan, pada prime time tersebut, anak-anak masih terjaga sehingga HAREEM sangat berpeluang ditonton mereka, juga oleh remaja di bawah umur. Alasan ketiga, demikian ungkap Muttamimul Ula, di dalam website KPI, mereka menyiarkan adanya tiga protes dari masyarakat yang sekaligus minta dihentikannya tayangan sinetron tersebut.


"Hal ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat tidak menghendaki sinetron HAREEM," tegasnya. Atas pertimbangan tersebut tidak ada alasan lagi bagi KPI untuk tetap diam serta tak mengambil tindakan lebih lanjut atas HAREEM. HAREEM sendiri didukung oleh artis-artis tenar tanah air, di antaranya Shandy Aulia, Tommy Kurniawan, dan Teddy Syah. (kl/bim)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah
Dari Anas r.a. berkata bahwa ada delapan macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.

  • Barangsiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya.
  • Barangsiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.
  • Barangsiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.
Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia