banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SadeanBatik.Com
Batik Faroo Pekalongan
SMNU

Pengunjung Online

Saat ini ada 14 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini260
mod_vvisit_counterKemaren343
mod_vvisit_counterMinggu ini1177
mod_vvisit_counterBulan ini2864
mod_vvisit_counterSemua133452
 
 
Said Aqil: Kepengurusan NU Sudah Akomodatif dan Berjalan Kompak
Kamis, 10 Juni 2010

Jakarta, NUBatik Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menyatakan, saat ini kepengurusan NU di tingkat pengurus besar lebih akomodatif, yang mencakup semua daerah, tidak hanya Jawa Timur dan Jawa Tengah saja, tetapi Jawa Barat dan luar Jawa. Hal ini disampaikannya terkait isu bahwa kepengurusan NU kali ini didominasi dari wilayah tertentu sehingga mengabaikan kader dari daerah yang lain.

Ia menilai saat ini geliat kepengurusan menunjukkan semakin semangat-semangatnya. “Selama NU kesulitan mencari pengurus lembaga dan lajnah, namun saat ini mereka berlomba ingin mengabdi ke NU dan mereka kelihatan cukup bersemangat,” katanya kepada NU Online di Jakarta, Rabu (9/6).

Dikataknnya, saat ini mereka yang terpilih sebagai ketua atau anggota di lembaga dan lajnah PBNU mulai aktif membuat perencanaan dengan menyelengarakan rapat kerja secara serentak. Menurutnya, walaupun banyak pengurus yang berasal dari kader daerah, seperti dari Sulawesi, Kalimantan Sumetera, termasuk dari Surabaya dan Yogyakarta, mereka sangat aktif menghadiri rapat dan melakukan berbagai aktivitas organisasi.

Sebenarnya, menurut Said Aqil yang paling penting adalah semangat dan kekompakan ditanamkan terlebih dahulu. Jauhnya tempat bisa diatasi oleh semanagat yang berapi api dan militansi.

“Banyak pengurus yang baru. Ada pengurus yang lebih dari dua preode tetap kita pakai tetapi tenaga baru memang kita utamakan, karena penting untukmenghadapi suasana baru, tantangana baru dan semangat baru. Jadi tidak ada istilah membabatan. Yang ada adalah regenerasi, peremajaan, sebagai tuntutan zaman,” katanya.

Ia melihat para pengurus baru dari berbagai daerah menjadi militan karena melihat NU saat ini memberberikan harapan bagi warga Nahdliyin secara umum.

“Ini keuntungan bagi PBNU yang diberi mandat kepemimpinan di saat orang rindu untuk berorganisasi, rindu menjadi NU, rindu bertemu secara kekeluargaan di tengah individualisme dan kekeringan spiritual seperti sekarang ini. Di tengah kegersangan kehidupan itulah warga yang selama ini menyendiri ingin kembali bergabung pada organisai seakidah, seideologi dan itu adalah organisasi NU,” katanya.

Namun ia mengingatkan, bagaimanapun kondusifnya gerakan NU saat ini, pihaknya tetap membutuhkan kritik dan saran dari semua pihak, terutama dari sesepuh NU. “Biar NU tetap pada khittah, tetap pada relnya. Kalau sudah keluar adari rel NU itu namanya bukan NU,” pungkasnya. (nuo/bim)

+/-
Kirim Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
 
Ketik kode keamanan yang ada di gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah
Dari Anas bin Malik r.a. berkata, "Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwudlu dan mengerjakan sholat subuh, nescaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan darjatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Qur'an sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia." Berkata Anas bin Malik, "Ya Rasulullah, apakah hendak dibaca setiap hari?"
Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia