|
Sosok Abdul Kholiq yang sehari-hari menjadi tenaga pendidik di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Jalan Binagriya Raya Kota Pekalongan tiba-tiba menghebohkan jagad politik di Kota Batik. Pasalnya, guru yang sehari-harinya juga mengelola usaha jual beli motor bekas ini, mengajukan diri menjadi bakal calon Wakil Walikota Pekalongan periode 2010 - 2015 melalui jalur independen. Meski banyak yang mencibir akan keberhasilan dirinya menjadi orang nomor dua di Kota Batik. Toh, dirinya tetap merasa optimis untuk bisa merebut hati warga Kota Pekalongan yang mayoritas warga nahdliyyin yang masih sangat kental kultur tawadlu'nya dengan kiai. Baginya, menjadi pemimpin di samping sebagai musibah, juga mengemban amanah yang tidak ringan. Akan tetapi roda hidup yang akan dijalani sebagai calon Wakil Walikota berpasangan dengan Supriyadi, SH., M.Pd jika mendapat kepercayaan dari masyarakat Kota Pekalongan, akan dijalani dengan penuh kesungguhan.
Dan yang terpenting ialah dirinya tidak akan mengejar kekayaan dengan memanfaatkan jabatan sebagai pejabat publik. Karena apa yang telah dijalani selama ini sebagai guru dan pengusaha dirasa sudah lebih dari cukup untuk membiayai hidup keluarganya. Dari ketujuh pasangan calon yang jalur indepeden mengambil formulir dukungan di KPUD, hanya pasangan Supriadi dan Abdul Kholik yang mengembalikan formulirnya ke KPUD. Bahkan yang pertama kali mengembalikan. Dari hasil pengecekan KPUD, pasangan sebutan 'Super Afdhol' tersebut memenuhi syarat dukungan, karena foto kopi KTP nya mencapai 17.402. Motivasi lain, dirinya maju sebagai calon pejabat publik tidak lain adalah untuk memecah kebekuan politik. Karena bila Pemilukada ditunda terus, akibatnya masyarakat yang dirugikan. Selain itu saya termotivasi untuk berpartisipasi membangun Kota Pekalongan yang lebih baik. Menurut ayah dari Karimah, Husni Ibadi dan Baihaki, birokrasi di Partai politik masih menggunakan pola paradigma lama. dimana dari calon yang diajukan harus mendapatkan persetujuan dari tingkat kota atau cabang. Lalu ke tingkat provinsi, puncaknya ke tingkat pusat atau DPP, belum lagi persoalan teknis lainnya. Dengan begitu, cost yang dikeluarkan sangat besar. Kalau jalur Independent, kita cukup silaturrahim ke warga. Alhamdulilah dengan kerja tim, tahapan mengumpulkan KTP guna syarat pencalonan bisa tercapai, ujar Abdul Kholiq yang juga Wakil Ketua PCNU Kota Pekalongan. Meski sempat dicurigai sebagai calon boneka, dirinya tetap enjoy dan terus menerus mensosialisasikan dirinya di tengah tengah masyarakat Kota Pekalongan. "Itu hak mereka untuk berpendapat, silahkan memandang kami seperti apa. Namun yang perlu diketahui, niat kami ikut nyalon karena terpanggil nurani untuk membangun Kota Pekalongan. Ditanya tentang hambatan PNS terjun ke dunia politik, suami dari Hj. Choridah mengakui kalau dirinya memang bukan orang strutural partai politik, apalagi dirinya seorang PNS, sehingga dilarang berpolitik praktis. Meski begitu, yang namanya politik itu tidak melulu berhubungan dengan Parpol. Hidup kita ini politik. Karena sejatinya politik itu, strategi untuk mencapai tujuan. Kholiq berjanji jika nanti mendapat amanat sebagai wakil walikota Pekalongan akan melakukan pembenahan birokrasi yang masih rumit dan bertele-tele. "Memang birokrasi di pemerintahan masih dibilang rumit karena bertele-tele. Karena rumit itu, bila saya terpilih sebagai wakil walikota saya ingin membenahi secara bertahap persoalan birokrasi, sehingga bisa memberikan palayanan publik dengan mudah, cepat dan efisien. termasuk peningkatan kualtas pendidikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan masyarakat sehat baik secara jasmani dan rohani. Biografi
Nama : Abdul Kholik Alamat : Jalan Urip sumoharjo nomor 202, Pringlangu. Tmp, Tgl Lahir : Pekalongan Pendidikan : MI Pringlangu SMP Wahid Hasyim PGAN Pekalongan IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta Isteri : Hj Choridah Anak : Karimah Husni Ibadi Baihaki Hobi : Olahraga Pengalaman Organisasi Pengurus MI Pringlangu Pengurus Masjid Pringlangu Ketua Yayasan SMK Syafi'i Akrom Pengurus Ansor Cabang Pekalongan Pengurus Kopena Pekalongan Ketua Paguyuban Dealer Motor Bekas Wakil Ketua PCNU Pekalongan Pengalaman Pekerjaan Guru MI Pringlangu Guru MTS N Kendal Guru SMK Syafi'i Akrom Guru MAN 02 Pekalongan Owner Dealer Zaki Motor Motto hidup ; Kerja keras, kerja pikir, dan dzikir |