banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

Batik Faroo Pekalongan
SadeanBatik.Com
SMNU

Pengunjung Online

Saat ini ada 5 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini157
mod_vvisit_counterKemaren343
mod_vvisit_counterMinggu ini1074
mod_vvisit_counterBulan ini2761
mod_vvisit_counterSemua133348
 
 
H. Abu Almafachir, SH Ingin Membangun Kota Pekalongan Sebagai Kota Religius
Sabtu, 15 Mei 2010

 

Sejak dipercaya menjadi Wakil Walikota Pekalongan mendampingi dr H Basyir Ahmad tahun 2005 - 2010, H. Abu Almafachir memiliki segudang rencana, bagaimana Kota Pekalongan yang dikenal dengan kota santrinya, tidak hanya batiknya yang moncer hingga manca negara. Akan tetapi juga ingin makam Habib Ahmad asal Hadramaut Yaman di Komplek Pemakaman Sapuro menjadi wisata religi, kegiatan rutin maulid nabi di Kanzus Sholawat yang terus menerus diadakan hingga di puluhan tempat ibadah seperti masjid Kauman, Masjid Raudloh dan Masjid Aulia dapat menjadi salah satu potret sebagai kota religius.

Namun, Ia menyadari karena hanya berposisi sebagai Wakil Walikota, segala gagasan dan keinginan sulit terwujud jika Walikota sendiri tdak memiliki ide dan pemikiran yang sama untuk menjadikan Kota Pekalongan sebagai kota yang religius. Maka setumpuk gagasan dan ide serta keinginannya hanya terpendam dalam pikirannya hingga masa akhir jabatannya pada bulan Juli mendatang. 

Meskipun demikian, berbagai gagasan yang sebagian telah terealisir sebagaimana ditulis dalam buku "Hidup Bagai Aliran Air" yang mengisahkan perjalanan hidup H. Abu Almafachir, tercatat bahwa wisata ziarah, wisata hutan kota dan wisata sejarah dan budaya kini telah dapat dinikmati masyarakat Kota Pekalongan maupun masyarakat luar Kota Pekalongan.

Akan tetapi keinginan membuat gapura pintu masuk kota yang bernafaskan islami serta berbagai hiasan kaligrafi islami di berbagai jalan protokol seperti di Kabupaten Demak maupun kota kota lainnya masih harus dipendam dulu, karena belum mendapat dukungan dan support penuh dari penentu kebijakan di Kota Pekalongan.

Menjelang Pilkada Kota Pekalongan 2010 yang akan berlangsung tanggal 16 Juni 2010 mendatang, sosok ayah dari M. Faiz Syauqi, Arrislah ElKarimah, M. Fardan Ashshidiqi dan M. Fanus Haikal tiba-tiba menjadi bintang. Karena ketika sebelum Kota Pekalongan menunda Pilkada karena tidak ada pasangan lain yang mendaftar kecuali pasangan dirinya dengan dr. H. Basyir Ahmad, secara mengejutkan menerima lamaran tujuh koalisi parpol untuk maju menjadi calon Walikota dan secara otomatis dirinya yang semula bergandengan dengan Basyir memutuskan berpisah dan menggandeng H. Masrof mantan Sekda Kota Pekalongan.

Jika kelak mendapat kepercayaan dari masyarakat Kota Pekalogan, tentu saja gagasan, ide dan keinginan yang tertunda akan dapat direalisasikan. Bahkan tidak hanya itu, nuansa islami di kantor-kantor pemerintahan mulai dari Pemerintah Kota Pekalongan hingga kelurahan akan selalu bergema bacaan tahlil yasinan maupun manaqib Syech Abdul Qadir Al Jilani ra. 

Suami dari Hj. Farchana ini memang terbilang tekun dan ulet. Meski dalam tugas keseharian di Pemkot Pekalongan menumpuk, tetap menyempatkan diri untuk menimba ilmu di Universitas Pekalongan (Unikal) mengambil jurusan Fakultas Hukum. Menurutnya, kesempatan mengambil jurusan hukum agar dalam kesehariannya di pemerintahan mampu menerjemahkan aturan-aturan dan perundang-undangan. Hal ini penting, karena di dalam pemerintahan termuat berbagai peraturan dan perangkat hukum yang harus dipahami secara benar oleh seluruh aparatur pemerintah termsuk dirinya.

Abu Almafachir termasuk orang yang memiliki pengalaman organisasi yang cukup matang. Maka tidak heran, ketika dipercaya menjadi Wakil Walikota Pekalongan tak sedkitpun mengalami kecanggungan. Seabreg pengalaman di organisasi Nahdlatul Ulama dirasa cukup menempa dirinya untuk terjun di lingkungan birokrat.

Jabatan puncak di organisasi warga nahdliyyin ialah sebagai ketua tanfidziyah PCNU Kota Pekalongan periode 2002 - 2007. Beberapa jabatan lain seperti wakil bendahara, bendahara, sekretaris hingga ketua yayasan pun pernah pula dilakoninya. Bahkan saat ini masih menjabat sebagai salah satu mustasyar di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan. 

Lelaki yang pernah bercita-cita menjadi arsitektur ini salah satu pendiri dan membidani lahirnya Koperasi Serba Usaha (KSU) Nahdlatut Tujjar Kota Pekalongan dengan salah satu unit usahanya simpan pinjam syari'ah BMT SM NU. Berkat keuletannya bersama teman-temannya KSU Nahdatut Tujjar yang berdiri lima tahun yang lalu, kini telah memiliki asset sekitar 17 milyar.

Tentu saja angka tersebut merupakan capai prestasi yang cukup mengagumkan ketika awal berdirinya banyak yang pesimis dan mendapat cibiran dari berbagai pihak, karena dikhawatirkan akan bernasib sama seperti lembaga keuangan lainnya di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Bagi Fachir, rasa pesimisme dan cibiran warga nahdliyyin bukan menjadi hambatan, bahkan menjadi cambuk untuk membuktikan jika lembaga keuangan dikelola secara serius dan benar akan menghasilkan keuntungan yang cukup lumayan. Hal ini terbukti, berkat keuletan pengurus KSU Nahdlatut Tujjar, kini PCNU Kota Pekalongan mendapatkan berkahnya, karena setiap bulannya selalu mendapat kucuran sebesar 15 hingga 20 juta rupiah.

Kini kesempatan untuk menjadi orang pertama di Kota Pekalongan selama lima tahun ke depan ada di depan mata, tentu dengan berharap banyak kepada warga nahdliyyin dan masyarakat Kota Pekalongan untuk meilih dia pada tanggal 16 Juni 2010 mendatang. (*)

Biografi :

Nama                 : H. Abu Almafachir
Tmp, Tgl lahir   : Pekalongan, 9 September 1959
Agama               : Islam
Tempat tinggal : Jalan Urip Sumoharjo Kota Pekalongan
Istri                      : Hj. Farchana
Anak                    : 1.  M. Faiz Syauqi
                               2.  Arrislah ElKarimah
                               3.  M. Fardan Ashshidiqi    
                               4.  M. Fanus Haikal

Pendidikan :
 - SD Ma'had Islam lulus tahun 1971
 - SMP Ma'had Islam lulus tahun 1974
 - SMA Islam lulus tahun 1977
 - Unikal Fakultas Hukum lulus tahun 2009

Karir di organisasi
 - Bendahara guru NU tahun 1984 - 1986
 - Sekretaris Yayasan Salafiyah Kauman 1985
 - Wakil Bendahara PCNU Kota Pekalongan 1989 - 1997
 - Wakil Ketua PCNU Kota Pekalongan tahun 1997 - 2002
 - Ketua PCNU Kota Pekalongan tahun 2002 - 2007
 - Ketua 1 Koperasi Pemuda Buana (Kopena) tahun 1995 - 2001
 - Ketua KBIH Assalamah tahun 1996 - 2001
 - Bendahara BAZ Kota Pekalongan 2000 s/d sekarang
 - Ketua Yayasan KBIH Assalamah tahun 2002 - 2007
 - Mustasyar PCNU Kota Pekalongan 2007 hingga sekarang
 - Pembina Yayasan Salafiyah
 - Pembina Yayasan Assalamah
 - Pendiri KSU Nahdlatut Tujjar Kota Pekalongan

 
Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah
Dari Anas r.a. berkata bahwa ada delapan macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.

  • Barangsiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya.
  • Barangsiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.
  • Barangsiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.
Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia