banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

Batik Faroo Pekalongan
SMNU
SadeanBatik.Com

Pengunjung Online

Saat ini ada 14 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini168
mod_vvisit_counterKemaren343
mod_vvisit_counterMinggu ini1085
mod_vvisit_counterBulan ini2772
mod_vvisit_counterSemua133359
 
 
Peringati 100 Hari Gus Dur, PCNU Kota Pekalongan Akan Gelar Tahlil Akbar
Selasa, 06 April 2010

Pekalongan, NUBatik Online
Memperingati 100 hari wafatnya Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman wahid atau yang biasa disapa Gus Dur, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan bekerjasama dengan Yayasan Syuhada' Kota Pekalongan Kamis malam mendatang akan menggelar tahlil akbar bertempat di Masjid Syuhada' Jl. Pemuda 52, Pekalongan.

Kegiatan tahlil akbar selain akan dihadiri seluruh jajaran pengurus NU di semua tingkatan, warga nahdliyyin, juga para kiai, habaib dan tokoh pemerintahan dan masyarakat Kota Pekalongan.

Acara diawali dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil, diakhiri dengan mauidhoh hasanah oleh Habib Ja'far Shodiq Al Munawar dari Semarang dan DR. HM. Arja' Imroni Pengurus NU Jateng.

Sekretaris Ta'mir Masjid Syuhada' Slamet Irfan, SH kepada NUBatik Online mengatakan, kegiatan tahlil akbar ditempatkan di Masjid Syuhada' merupakan sebuah kehormatan. Pasalnya, Gus Dur di samping seorang tokoh pluralis yang diakui dunia, juga tokoh NU, cucu pendiri NU dan mantan ketua Umum PBNU yang pernah menjabat presiden RI.

"Kita sebagai warga masyarakat Kota Pekalongan sudah selayaknya memberikan penghormatan dan penghargaan yang terbaik kepada beliau," ujarnya.

Dikatakan Slamet, Gus Dur sebagai tokoh pluralis, tidak saja diakui oleh kalangan ummat Islam, akan tetapi kalangan non muslim pun mengakuinya, dan jasa-jasa beliau sudah tidak terhitung lagi dalam rangka mengembangkan kehidupan berdemokrasi yang benar di negeri Indonesia.

Acara tahlil yang akan dilaksanakan pukul 19.30 wib terbuka untuk umum, diharapkan dapat menggugah semangat perjuangan Gus Dur khususnya di kawasan Kota Pekalongan. Mengingat, Kota Pekalongan sebagai kawasan yang terkenal dengan sebutan Kota Santri diharapkan suri tauladan yang ada pada sosok Gus Dur patut ditiru, terutama sikap ketawadlu'an beliau kepada kiai, habaib, orang tua.

Sementara itu, PCNU Kota Pekalongan berharap kegiatan tahlil akbar memperingati 100 hari wafatnya Gus Dur yang ditempatkan di masjid Syuhada' dapat dihadiri oleh segenap warga nahdliyyin yang ada di Kota Pekalongan dan sekitarnya. Dan pemberitaan ini sekaligus sebagai undangan, jika hingga menjelang acara belum mendapat undangan dari PCNU Kota Pekalongan. (iz)     

+/-
Kirim Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
 
Ketik kode keamanan yang ada di gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. karena hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata : "Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu saja berbuat dosa dan sulit hendak meninggalkannya." Maka Rasulullah menjawab : "Maukah engkau berjanji bahwa engkau sanggup meninggalkan bicara bohong?" "Ya, saya berjanji" jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.
Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia