banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SMNU
SadeanBatik.Com
Batik Faroo Pekalongan

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini113
mod_vvisit_counterKemaren358
mod_vvisit_counterMinggu ini1430
mod_vvisit_counterBulan ini9096
mod_vvisit_counterSemua120424
 
 
NU Harus Mapan Pada Usia ke-100
Rabu, 03 Maret 2010

Jakarta, NUBatik Online

Memasuki usia ke-100 tahun pada 2026 mendatang Nahdlatul Ulama (NU) sudah harus bisa mencapai posisi mapan, baik di bidang ideologi, organisasi, dan kesejahteraan warganya.

"Untuk itu mulai muktamar nanti sudah harus ada program menyongsong seabad NU," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Bagdja di Jakarta, Selasa.

Dalam bidang ideologi, kata Bagdja, seiring dengan era keterbukaan, ideologi Islam ahlussunnah wal jamaah NU kini menghadapi tantangan yang tidak ringan karena masuknya ideologi global ke tanah air, baik yang bersifat ekstrim kanan maupun ekstrim kiri.

Untuk itu, lanjutnya, NU harus terus menerus melakukan penguatan ideologi di tingkat basis, baik di pondok pesantren maupun di daerah yang menjadi kantong warga NU.

"Itu langkah ke dalam. Sedangkan langkah keluar NU harus bisa menyebarkan model dan nilai-nilai keislamannya ke jangkauan yang lebih luas," katanya.

Menurutnya, penerimaan dunia internasional terhadap konsep Islam rahmatan lil alamin ala NU saat ini merupakan modal yang bagus yang harus terus ditingkatkan.

Di bidang organisasi, menurut Bagdja, NU harus mulai melangkah sepenuhnya menuju organisasi modern yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip manajerial dengan pembagian tugas dan wewenang yang jelas di antaranya elemen yang ada di dalamnya.

"Kalau menurut bahasa para kiai, NU harus melakukan penguatan dari jamaah ke jamiyah," kata kandidat kuat ketua umum PBNU pengganti KH Hasyim Muzadi itu.

Sementara untuk menuju kemapanan di bidang kesejahteraan, NU harus mulai menyusun program yang jelas, terukur, dan berkelanjutan dalam hal pemberdayaan warganya, baik di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Menurutnya, NU memiliki potensi untuk mencapai semua itu asalkan dikelola dengan manajemen yang benar dan dijalankan dengan serius.

"Pada saat yang sama NU juga harus bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas pembelaan terhadap kaum yang lemah," katanya. (ant/bim)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

3 macam sabar yang dimiliki orang yang menjalani ibadah puasa

Para hukama (ahli hikmah) mengatakan, pada diri orang berpuasa terdapat tiga macam kesabaran yang berpahala besar.

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia