|
Solo, NUBatik Online Setelah warga Nahdlatul Ulama (NU) di Pekalongan dan wilayah lain menyatakan dukunganya kepada Habib Luthfiy Ali bin Yahya sebagai Rais Am PBNU dalam Muktamar di Makasar Maret mendatang. Rabu (17/2), giliran NU Solo Raya memberikan dukungan serupa kepada ulama karismatik itu. Dalam wadah Forum Silaturahmi Warga NU yang berisi pegurus cabang di tujuh wilayah ini, pernyataan dukungan kepada Ketua MUI Jateng itu disampaikan. Kalangan nahdliyin Solo Raya menilai Habib Luthfiy memenuhi tujuh kriteria yang diinginkan. "Dia (Habib Luthfiy-red) memiliki keilmuan Islam yang mumpuni, figur yang diterima secara nasional dan internasional, bersih dan tidak memiliki ambisi politik, berpengalaman, memiliki nasionalisme, figur yang bisa mempersatukan semua warga NU dan mempunyai kepedulian terhadap budaya nasional. Kriteria itu sudah ia miliki sehingga Forum Silaturahmi Warga NU mendukung beliau," jelas KH Muhammad Adib, Anggota Mustasyar PCNU Sukoharjo.
Dalam muktamar nanti lanjut Adib, tujuh suara yang dimiliki forum silaturahmi sepenuhnya akan disuarakan buat Habib Luthfiy. Bahkan, pernyataan dukungan ini sudah disampaikan kepadanya jauh-jauh hari. "Dukungan kepada Habib Luthfiy bilamana KH Sahal Mahfudz tidak berkenan menjabat sebagai Rais Am kembali," tandasnya. Dikatakan, forum itu juga menekankan agar ormas Islam terbesar ini kembali ke khitah 1926 dan tidak politik praktis dan fokus pada bidang sosial, agama dan pendidikan. Bahkan adanya sikapi terkait keluarnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari badan otonom (banom) NU dan mengusulkan banom diberi hak suara dalam Muktamar. Sementara itu, menjelang pelaksanaan Muktamar Ke–32 Nahdhatul Ulama (NU), Pimpinan Wilayah NU (PWNU) Jawa Tengah masih bungkam soal nama calon yang akan diusung dari provinsi itu. Meski demikian, Ketua PWNU H M Adnan MA memastikan pihaknya sudah mengantongi nama yang berasal dari aspirasi Pengurus Cabang NU (PCNU) di wilayahnya. "Yang jelas sudah menentukan pilihan, tapi tidak perlu dibuka sekarang. Nanti saja saat muktamar biar lebih seru," ujarnya sambil tertawa kecil. Pernyataan itu disampaikannya disela–sela Pelantikan Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU), Pimpinan Fatayat NU dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kota Surakarta masa khidmat 2009-2013, di Pendapi Gede Balai Kota, Minggu (28/2). Dalam menentukan nama tersebut, PWNU sengaja turun ke cabang–cabang untuk mengetahui benar siapa yang dinilai tepat memimpin NU ke depan. "Dari sejumlah nama yang muncul itu tentu sudah bisa mengukur kemampuan masing–masing. Cabang kami minta untuk memberikan pertimbangan dan dibawa ke muktamar," lanjutnya. Pihaknya juga sudah menentukan kriteria yang ditetapkan sebagai seorang pemimpin. Diantaranya ikhlas, punya kapabilitas dan bersedia memberikan waktunya untuk NU. "Kami tidak melihat apakah dia harus dari Jombang dan sekitarnya atau harus dari Jawa Tengah. Intinya dia punya kriteria yang kami tetapkan," ungkapnya. (iz) |