|
Pasuruan, NUBatik Online Pondok Pesantren Salafiyah, Pasuruan, kemarin (22/2) menjadi arena forum silaturahmi kiai se-Jawa Timur. Mereka tidak sekadar kangen-kangenan. Ulama dari berbagai ponpes itu juga membahas figur pemimpin warga nahdliyin masa depan. Isu seputar persiapan Muktamar NU di Makassar pada Maret nanti dibahas dengan antusias. Sebab, saat ini sejumlah kiai melihat belum ada figur kuat seperti almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mayoritas ulama mengatakan tidak punya level untuk menduduki posisi rais syuriah. Misalnya, yang dilontarkan KH Musthofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus yang hadir dalam acara kemarin. Kiai yang juga dikenal sebagai budayawan itu menyatakan, sudah saatnya NU memformulasikan kriteria sosok pemimpin.
"Harus ada kiai yang benar-benar warok dan khos yang bisa jadi panutan. Lha, kalau saya sampai mengemban posisi itu, pantasnya dari mana?" katanya setengah merendah. Gus Mus memang didapuk sebagai salah seorang pembicara dalam forum silaturahmi kiai se-Jatim dan temu alumni Ponpes Salafiyah tersebut. Acara itu sekaligus menjadi acara pra-haul KH A. Hamid yang puncaknya dilaksanakan hari ini (23/2). Tema yang diambil dalam forum tersebut adalah Negara Pancasila dan NU, Kaum Nahldiyin dalam Konteks Indonesia Mutakhir. Selain Gus Mus, ada beberapa narasumber lain. Di antaranya, As'ad Said Ali, wakil kepala Badan Intelijen Nasional (BIN). Dia cukup getol mengupas konsep pemikiran jam'iyah nahdliyin dan kiprahnya. Selain itu, dihadirkan pengamat sosial politik dari Unair Surabaya Kacung Maridjan. Sejumlah kiai khos juga hadir. Tak hanya dari Jatim, tapi juga asal Jateng. Di antaranya, KH Miftakhul Achyar dan KH Hamid Baidlowi dari Lasem, Rembang. Pengasuh Ponpes Salafiyah KH Idris Hamid yang juga putra KH A. Hamid mengabarkan bahwa KH Maimun Zubair sedang dalam perjalanan. Selain itu, hadir Wagub Saifullah Yusuf. "NU jangan hanya dijadikan cermin kehidupan jam'iyah yang bersifat eksklusif. Tapi, juga harus dikuatkan perannya di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara," terang Gus Idris yang sebelumnya memancangkan paku bumi Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah yang dibangun di Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugulkidul, Pasuruan. (jp/bim)
|