banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SadeanBatik.Com
SMNU
Batik Faroo Pekalongan

Pengunjung Online

Saat ini ada 7 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini158
mod_vvisit_counterKemaren343
mod_vvisit_counterMinggu ini1075
mod_vvisit_counterBulan ini2762
mod_vvisit_counterSemua133350
 
 
NU cari Kiai Khos yang Bisa Jadi Panutan
Selasa, 23 Pebruari 2010

Pasuruan, NUBatik Online
Pondok Pesantren Salafiyah, Pasuruan, kemarin (22/2) menjadi arena forum silaturahmi kiai se-Jawa Timur. Mereka tidak sekadar kangen-kangenan. Ulama dari berbagai ponpes itu juga membahas figur pemimpin warga nahdliyin masa depan.

Isu seputar persiapan Muktamar NU di Makassar pada Maret nanti dibahas dengan antusias. Sebab, saat ini sejumlah kiai melihat belum ada figur kuat seperti almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mayoritas ulama mengatakan tidak punya level untuk menduduki posisi rais syuriah.

Misalnya, yang dilontarkan KH Musthofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus yang hadir dalam acara kemarin. Kiai yang juga dikenal sebagai budayawan itu menyatakan, sudah saatnya NU memformulasikan kriteria sosok pemimpin.

"Harus ada kiai yang benar-benar warok dan khos yang bisa jadi panutan. Lha, kalau saya sampai mengemban posisi itu, pantasnya dari mana?" katanya setengah merendah.

Gus Mus memang didapuk sebagai salah seorang pembicara dalam forum silaturahmi kiai se-Jatim dan temu alumni Ponpes Salafiyah tersebut. Acara itu sekaligus menjadi acara pra-haul KH A. Hamid yang puncaknya dilaksanakan hari ini (23/2). Tema yang diambil dalam forum tersebut adalah Negara Pancasila dan NU, Kaum Nahldiyin dalam Konteks Indonesia Mutakhir.

Selain Gus Mus, ada beberapa narasumber lain. Di antaranya, As'ad Said Ali, wakil kepala Badan Intelijen Nasional (BIN). Dia cukup getol mengupas konsep pemikiran jam'iyah nahdliyin dan kiprahnya. Selain itu, dihadirkan pengamat sosial politik dari Unair Surabaya Kacung Maridjan.

Sejumlah kiai khos juga hadir. Tak hanya dari Jatim, tapi juga asal Jateng. Di antaranya, KH Miftakhul Achyar dan KH Hamid Baidlowi dari Lasem, Rembang. Pengasuh Ponpes Salafiyah KH Idris Hamid yang juga putra KH A. Hamid mengabarkan bahwa KH Maimun Zubair sedang dalam perjalanan. Selain itu, hadir Wagub Saifullah Yusuf.

"NU jangan hanya dijadikan cermin kehidupan jam'iyah yang bersifat eksklusif. Tapi, juga harus dikuatkan perannya di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara," terang Gus Idris yang sebelumnya memancangkan paku bumi Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah yang dibangun di Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugulkidul, Pasuruan. (jp/bim)

+/-
Kirim Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
 
Ketik kode keamanan yang ada di gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah
''Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa'' (QS Al-Hujurat: 49)

Betapa banyak pribadi yang besar dalam sejarah tetapi yang berjiwa besar sungguh sangat langka. Pribadi tersebut mampu mengalahkan diri sendiri dan mengesampingkan egonya demi kepentingan umat yang jauh lebih besar.
Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia