Pekalongan, NUBatik Online
Pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan Minggu kemarin (7/2) mengakhiri kegiatan pengobatan gratis di Ranting NU Degayu Pekalongan Utara.
Acara yang digelar dalam rangka memperingati Harlah ke 84 NU yang dialksanakan di empat kelurahan diikuti tidak kurang dari 900 paserta. Dari jumlah tersebut, lima diantaranya oleh tim dokter dirujuk ke rumah sakit Bendan.
"Kegiatan pengobatan gratis di Ranting NU Degayu sebagai kegiatan penutup PCNU Kota Pekalongan setelah sebelumnya digelar kegiatan pendidikan dan pelatihan aswaja, donor darah dan istighotsah kubro", ujar Ahmad Rofiq Ketua PCNU kepada NUBatik Online.
Lebih lanjut dikatakan, apa yang telah dilakukan PCNU semata-mata memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu. Dan momentum harlah ini sangat tepat NU melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Sedangkan secara reguler menurut Rofiq, PCNU melalui Nahdliyyin Center telah melakukan pendampingan kepada ratusan warga yang kurang mampu untuk bisa berobat ke rumah sakit tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun. Dan alhamdulillah berkat kerjasama yang baik dengan Dinas Kesehatan, PCNU selama ini mengalami banyak kemudahan. Ke depan, akan diupayakan kerjasama lagi dengan Dinkes bukan dalam hal pelayanan pengobatan gratis, akan tetapi jika memungkinkan ialah melakukan penyuluhan arti pentingnya hidup bersih dan sehat. Sebab, saat ini menurut Rofiq masih banyak dijumpai kegiatan warga masih jauh dari hidup sehat dan bersih, termasuk likungan rumah maupun perilakunya, dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai warga Kota Pekalongan. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan dr. Dwi Heri yang hadir dalam pengobatan di Degayu mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh PCNU Kota Pekalongan adalah bentuk partisipasi organisasi kemasyarakat yang peduli terharap warga Kota Pekalongan. Ke depan apa yang menjadi harapan Ketua PCNU yakni melakukan penyuluhan di bidang kesehatan, dirinya sangat menyambut baik. Sehingga perilaku hidup sehat tidak sekedar diwacanakan, akan tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, ujarnya di sela-sela melakukan pemeriksaan pasien secara simbolis. (iz)
|