banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SMNU
Batik Faroo Pekalongan
SadeanBatik.Com

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini7
mod_vvisit_counterKemaren200
mod_vvisit_counterMinggu ini642
mod_vvisit_counterBulan ini2149
mod_vvisit_counterSemua78042
 
 
Hasyim 'Belum Rela" Tinggalkan PBNU
Senin, 08 Pebruari 2010
Semarang, NUBatik Online
Meski tidak terang terangan menyatakan ingin tetap bertahan di PBNU, KH. Hasyim Muzadi yang kini masih menjabat sebagai ketua Umum PBNU, nampaknya masih berat meninggalkan kantor PBNU alias pensiun sebagai aktifis organisasi warisan Hadratus Syech KH. Hasyim Asy'ari.

Hal ini terlihat dalam pengarahan dan menjawab pertanyaan salah seorang peserta Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) NU Jawa Tengah Sabtu kemarin (6/2).

Dalam pengarahannya, Hasyim Muzadi ingin memperkuat peran syuriyah dari sekedar 'tukang mengamini' segala keputusan dan tindakan tanfidziyah menjadi pemegang otoritas kebijakan, termasuk konsep ketua tanfidziyah yang cukup dipilih oleh rais terpilih.

Hal yang sama juga dilontarkan Drs. H. Ahmad Bagja yang hadir dalam forum musykerwil di Kantor PWNU Jawa Tengah.
Dikatakan Bagja, tantangan NU ke depan semakin berat, dan siapapun sebagai ketua tanfidziyah pasca Pak hasyim tidak akan mampu menghadapi tantangan itu. Jika ingin memperkuat peran syuriyah, harus dicarikan rais am yang sudah mengenal seluk beluk persoalan yang dihadapi NU yang akan datang. Dan hal itu telah dilakukan Pak Hasyim dalm kurun lima tahun terakhir ini, ujarnya.

Yang menjadi pertanyaan para peserta muskerwil, kenapa gagasan itu baru dilontarkan sekarang, padahal dalam Anggaran dasar Nahdlatul Ulama tercantum dengan jelas tentang peran dan fungsi syuriyah, berarti selama lima tahun terakhir ini ada yang salah dalam aplikasinya.

Salah seorang peserta asal PCNU Kudus bertanya kepada Hasyim Muzadi, setelah tidak akan maju lagi dalam bursa Ketua Umum PBNU, kemana Pak Hasyim ?

Hasyim menjelaskan, dirinya ingin berkhidmah lewat jalur syuriyah PBNU, jika muktamirin menghendaki. Bagaimanapun, menurut dia, Nahdlatul Ulama yang menginternasional, harus dipimpin yang paham dengan persoalan NU kini dan yang akan datang. Jangan sampai pondasi yang dibangun dengan benar ini, jatuh ke tangan yang tidak paham ruh perjuangan Nahdlatul Ulama, ujarnya.

Dalam pandangan peserta musykerwil yang dihadiri rais dan ketua tanfidziyah PCNU se Jawa Tengah, sebenarnya Pak Hasyim masih ingin menjabat lagi sebagai orang pertama di PBNU. Akan tetapi karena ruang untuk maju sudah tertutup di jalur tanfidziyah, akhirnya beliau mengincar kursi rais am, dan hal itu terlihat dari berbagai pernyataan dan statemen yang muncul selama ini yakni ingin memperkuat kapasitas dan peran syuriyah. (iz)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tanggal Sekarang
Kamis
11 Maret 2010
25 Rabiul Awal 1431 H
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Di persinggahan suatu perjalanan Nabi SAW meminta sahabat-sahabatnya menyiapkan makanan dengan menyembelih seekor kambing. Seketika itu di beberapa orang dari sahabat itu berkata, ''Wahai Rasulullah, saya yang akan menyembelih kambing.'' Yang lain mengatakan, ''Saya yang akan mengulitinya. Aku yang memasaknya,'' sahut sahabat lain tidak mau ketinggalan berbakti kepada beliau.

Nabi tersenyum mendengar perkataan dan kesediaan para sahabat itu. Lalu beliau berkata, ''Aku yang akan mengumpulkan kayu bakarnya.'' Mendengar perkataan beliau, hampir serentak para sahabat berkata, ''Wahai Rasulullah, sudahlah engkau tidak usah bekerja.''

Selengkapnya...
 
Polling NU
Apa pendapat anda tentang www.nubatik.net...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by Hisyam Basyeban