Semarang, NUBatik Online
Meski tidak terang terangan menyatakan ingin tetap bertahan di PBNU, KH. Hasyim Muzadi yang kini masih menjabat sebagai ketua Umum PBNU, nampaknya masih berat meninggalkan kantor PBNU alias pensiun sebagai aktifis organisasi warisan Hadratus Syech KH. Hasyim Asy'ari.
Hal ini terlihat dalam pengarahan dan menjawab pertanyaan salah seorang peserta Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) NU Jawa Tengah Sabtu kemarin (6/2).
Dalam pengarahannya, Hasyim Muzadi ingin memperkuat peran syuriyah dari sekedar 'tukang mengamini' segala keputusan dan tindakan tanfidziyah menjadi pemegang otoritas kebijakan, termasuk konsep ketua tanfidziyah yang cukup dipilih oleh rais terpilih.
Hal yang sama juga dilontarkan Drs. H. Ahmad Bagja yang hadir dalam forum musykerwil di Kantor PWNU Jawa Tengah.
Dikatakan Bagja, tantangan NU ke depan semakin berat, dan siapapun sebagai ketua tanfidziyah pasca Pak hasyim tidak akan mampu menghadapi tantangan itu. Jika ingin memperkuat peran syuriyah, harus dicarikan rais am yang sudah mengenal seluk beluk persoalan yang dihadapi NU yang akan datang. Dan hal itu telah dilakukan Pak Hasyim dalm kurun lima tahun terakhir ini, ujarnya. Yang menjadi pertanyaan para peserta muskerwil, kenapa gagasan itu baru dilontarkan sekarang, padahal dalam Anggaran dasar Nahdlatul Ulama tercantum dengan jelas tentang peran dan fungsi syuriyah, berarti selama lima tahun terakhir ini ada yang salah dalam aplikasinya. Salah seorang peserta asal PCNU Kudus bertanya kepada Hasyim Muzadi, setelah tidak akan maju lagi dalam bursa Ketua Umum PBNU, kemana Pak Hasyim ? Hasyim menjelaskan, dirinya ingin berkhidmah lewat jalur syuriyah PBNU, jika muktamirin menghendaki. Bagaimanapun, menurut dia, Nahdlatul Ulama yang menginternasional, harus dipimpin yang paham dengan persoalan NU kini dan yang akan datang. Jangan sampai pondasi yang dibangun dengan benar ini, jatuh ke tangan yang tidak paham ruh perjuangan Nahdlatul Ulama, ujarnya. Dalam pandangan peserta musykerwil yang dihadiri rais dan ketua tanfidziyah PCNU se Jawa Tengah, sebenarnya Pak Hasyim masih ingin menjabat lagi sebagai orang pertama di PBNU. Akan tetapi karena ruang untuk maju sudah tertutup di jalur tanfidziyah, akhirnya beliau mengincar kursi rais am, dan hal itu terlihat dari berbagai pernyataan dan statemen yang muncul selama ini yakni ingin memperkuat kapasitas dan peran syuriyah. (iz) |