banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SadeanBatik.Com
SMNU
Batik Faroo Pekalongan

Pengunjung Online

Saat ini ada 13 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini111
mod_vvisit_counterKemaren314
mod_vvisit_counterMinggu ini1885
mod_vvisit_counterBulan ini1163
mod_vvisit_counterSemua131751
 
 
Kader Muda NU Diminta Rekronstruksi Sejarah NU
Minggu, 31 Januari 2010

Pekalongan, NUBatik Online
Belum banyaknya tulisan mengenai sejarah perjalanan NU mulai dari proses, saaat hingga pasca berdirinya Nahdlatul Ulama seputar tahun 1926, membuat Rais Am Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya merasa kawatir.

Pasalnya, tulisan-tulisan tentang proses berdirinya NU sebagaimana yang dilakukan oleh Hadratus Syech KH. Hasyim Asy'ari menjadi sangat penting untuk dibaca bagi kader-kader muda NU, akan tetapi sangat disayangkan hingga kini belum juga terwujud.

Hal tersebut dikatakan Habib Luthfi saat memberikan tausyiyah dihadapan ribuan warga nahdliyyin Pekalongan dan sekitarnya saat mengikuti istighotsah kubro yang digelar Pengurus Cabang NU Kota Pekalongan dalam rangka memperingati 84 tahun berdirinya NU Sabtu malam (30/1) di Masjid Agung Al Jami' Kauman Pekalongan.

Dikatakan, proses berdirinya NU mengandung makna yang sangat dalam, bagaimana sesungguhnya ulama besar yang akhirnya menjadi Rais Akbar Nahdlatul Ulama itu menjalani sebuah ritual untuk membentuk organisasi islam dengan haluan ahlus sunnah wal jama'ah.

Meski saat ini telah banyak buku yang menulis tentang kelahiran NU, akan tetapi belum banyak yang dapat digali dan disajikan kepada generasi muda NU. Karena sesungguhnya dibalik proses kelahiran NU, mengandung makna yang dapat dijadikan contoh dan tauladan bagi kader NU.

Melihat kondisi yang demikian, Habib Luthfi meminta kepada generasi muda NU agar melakukan rekontruksi ulang tentang sejarah kelahiran NU dengan versi lain yang lebih lengkap. Jika hal itu dapat diwujudkan, akan menjadi khasanah baru bagi perkembangan Nahdlatul Ulama ke depan.

Acara istighotsah kubro meski digelar secara sederhana, yakni dibarengkan dengan kegiatan pengajian rutin kitab Al Bajuri dihadiri ribuan ummat Islam. Jika biasanya setiap kegiatan seremonial, PCNU selalu mengundang pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan. Namun untuk kali ini sengaja tidak mengundangnya.

Meskipun demikian, kegiatan Peringatan Hari lahir NU ke 84 di Kota Pekalongan tetap berlangsung dengan meriah. Beberapa kegiatan sosial seperti pengobatan gratis di empat ranting dan donor darah menjadi aksi sosial yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat. Tidak heran, jika setiap kegiatan sosial digelar selalu dipadati warga. (iz)

+/-
Kirim Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
 
Ketik kode keamanan yang ada di gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Rasulullah Saw bersabda, "Bersungguh-sungguhlah kalian dalam menyeru yang makruf, bersungguh-sungguh pulalah kalian dalam mencegah yang munkar. Jika tidak, maka Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang buruk di antara kalian, dan doa orang-orang baik di antara kalian (tetapi diam terhadap kemunkaran) tidak akan dikabulkan oleh Allah," (HR Imam Bazzar).

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia