banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

Batik Faroo Pekalongan
SadeanBatik.Com
SMNU

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini60
mod_vvisit_counterKemaren231
mod_vvisit_counterMinggu ini926
mod_vvisit_counterBulan ini2433
mod_vvisit_counterSemua78327
 
 
Kandidat Ketua Umum PB NU Jangan Hanya Kejar Suara
Kamis, 28 Januari 2010

Jakarta, NUBatik, Online
Calon ketua umum terus bermunculan menjelang muktamar NU sekitar dua bulan lagi. Ketua Umum Tanfidziyah PB NU Hasyim Muzadi mengingatkan para kandidat agar menyadari besarnya tantangan yang dihadapi NU mendatang.

"Jadi, jangan hanya memikirkan bagaimana mendapatkan suara sebanyak-banyaknya," kata Hasyim Muzadi di sela-sela acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung II PB NU di Jl Amir Hamzah, Matraman, Jakarta, kemarin (26/1). Sebab, menurut dia, tantangan dalam mengelola NU jauh lebih berat daripada periode-periode sebelumnya.

"Harus ingat, ngurusi NU itu tidak mudah, kaitannya dunia dan akhirat," tutur ketua umum PB NU dua periode tersebut.

Setidaknya, lanjut Hasyim, ada tiga syarat untuk menjadi ketua umum PB NU. Yaitu, harus memiliki karakter dalam memimpin, memiliki kompetensi dan mengerti tentang NU, serta harus mempunyai catatan pengabdian yang cukup dalam tata operasional NU.

"Itu dulu yang harus dipenuhi kalau ingin terpilih dalam muktamar nanti," tambah Hasyim. Dia menegaskan, NU mendatang tidak bisa diatur hanya dengan mengandalkan karisma. Tapi, tetap harus dipadukan dengan kemampuan manajerial.

Dia mengungkapkan, selama memimpin NU dua periode, pihaknya sudah banyak menemui orang yang awalnya sangat bersemangat untuk bisa masuk dalam kepengurusan. "Meminta-minta jadi pengurus, (setelah) sudah jadi, eh nggak mau ngurusi," katanya.

Muktamar Ke-32 NU dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan, 22 Maret nanti. Sejumlah calon ketua umum PB NU yang kini beredar, antara lain, Said Aqil Siradj, Ahmad Bagja, Masdar Farid Mas'udi, Salahuddin Wahid, Ali Maschan Moesa, Slamet Effendi Yusuf, dan Ulil Absar Abdalla. (jp/iz)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tanggal Sekarang
Jumat
12 Maret 2010
26 Rabiul Awal 1431 H
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Birrul Walidain atau berbuat baik kepada orang tua termasuk ajaran Islam yang penting. Berbuat baik kepada mereka merupakan amal yang utama dalam pandangan Allah SWT dan Rasul-Nya.

Rasulullah SAW pernah ditanya seorang sahabat tentang amal yang paling dicintai Allah. Beliau bersabda, ''Shalat tepat pada waktunya!'' Sahabat itu bertanya lagi, ''Apalagi amal yang dicintai Allah, ya Rasulullah?'' ''Berbuat baik kepada orang tua,'' jawab beliau. Sahabat itu bertanya kembali, ''Kemudian amal apa lagi, ya Rasulullah?'' Beliau menjawab, ''Berjihad pada jalan Allah.'' (HR Bukhari)

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by Hisyam Basyeban