banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SadeanBatik.Com
Batik Faroo Pekalongan
SMNU

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini199
mod_vvisit_counterKemaren200
mod_vvisit_counterMinggu ini834
mod_vvisit_counterBulan ini2341
mod_vvisit_counterSemua78234
 
 
H. Salahudin, STP Ingin Majukan Kota Pekalongan Dengan Budaya Lokal
Minggu, 20 Desember 2009

pengantar

Menjalani hidup apa adanya, itulah yang ada dalam ghirah atau semangat tekad yang dibangun bersama keluarga dalam mengarungi hidup. Ketika kekuasaan ada dalam genggamannyapun tak membuat dirinya mabuk kepayang dengan menggunakan jurus 'aji mumpung'.

Pada edisi kali ini, redaksi NUBatik Online menampilkan sosok yang tampil apa adanya yaitu H. Salahudin, STP Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan periode 2007 - 2012 dalam rubrik "kader kita", dengan harapan dapat dipetik hikmah tentang makna mengarungi kehidupan yang sesungguhnya.

Jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan selama satu periode yakni tahun 2005 - 2009 merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Tak heran, meski kekuasaan legislatif ada dalam genggamannya, tak dimanfaatkan dengan menggunakan jurus 'aji mumpung'  memanfaatkan segala celah yang ada untuk kepentingan diri maupun keluarganya. Sehingga tak jarang, sikap yang diambil kadang mendapat cibiran dan cemoohan dari koleganya baik di legislatif, eksekutif maupun di internal organisasi pendukungnya sendiri.

Dengan prinsip perjuangan 'amar ma'ruf nahi mungkar', ketika citra anggota dewan dalam titik nadir, Salahudin mencoba membenahi pola dan sistem kerja anggota dewan pelan namun pasti selama lima tahun sebagai anggota maupun ketua parlemen, dan hasilnya jika selama ini dewan dikesankan datang duduk diam dan duit, di bawah kepemimpinannya dewan terasa lebih aspiratif dan lebih dekat dengan rakyatnya. Hal itu terbukti dengan tidak pernah menolak kehadiran rakyatnya yang menyampaikan aspirasi secara individu maupun kelompok seperti demontrasi, walaupun kadang tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Pria yang bercita-cita ingin menjadi tentara, merupakan pengagum berat 'Gus Dur' tulen. Ketika KH. Abdurrahman Wahid dan PKB nya sedang diusik oleh kelompok lain, Salahudin tetap setia di belakang barisan Gus Dur sampai kapanpun dengan apapun resikonya. Sikap yang diambil untuk tetap setia kepada sosok kiai yang amat dikaguminya itu harus rela dibayar mahal. Pasalnya, ketika hiruk pikuk pesta pemilu tahun 2008 kemarin dengan jabatan yang disandangnya sebagai ketua dewan, akan banyak kemudahan untuk mendapatkan porsi sebagai anggota dewan pada jenjang yang lebih tinggi periode 2009 - 2014. Akan tetapi dirinya pilih untuk tidak maju lagi, asal tetap bersama kiai asal Jombang Jawa Timur itu, karena hal itu ternyata sesuai dengan amanah para kiai sepuh yang diterima dirinya.

 Sikap tegas dan berpegang teguh kepada prinsip aturan yang ada, juga berimbas kepada keluarganya, yakni ketika istrinya tiga kali melamar menjadi pengabdi negara di bidang kesehatan dan gagal menjadi CPNS Kota Pekalongan, padahal dirinya kala itu sedang menjabat sebagai ketua dewan, toh tak membuat dirinya putus asa. Meskipun dirinya sadar, bahwa kegagalan yang dialami istrinya bukan semata-mata karena ketidakmampuannya untuk menjalani tes CPNS, akan tetapi karena ada faktor x yang menyebabkan kegagalan itu.

Pria kelahiran 12 Oktober 1969 di Kelurahan Degayu Kota Pekalongan, memiliki seabrek pengalaman kegiatan, yakni sebagai Komandan Satkorat Banser Degayu, Sakkorcab Banser Kota Pekalongan, Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Pekalongan, Pengurus Majelis wakil Cabang (MWC) NU Pekalongan Utara dan Sekretaris PCNU Kota Pekalongan.

Kemudian di jalur politik pernah aktif juga di Ketua Umum Garda Bangsa Kota Pekalongan, Wakil Sekretaris dan Wakil Ketua DPC PKB Kota Pekalongan, Carateker DKW Garda Bangsa Jawa Tengah, Wakil sekretaris Ikatan DPRD Kabupaten Kota se Jateng, Wakil Ketua Asosiasi DPRD Kota se Indonesia Komwil III dan Ketua DPRD Kota Pekalongan.

Di tengah kesibukannya di berbagai jabatan politik, Salahudin juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Olah Raga Karatedo Indonesia (Forki) Kota Pekalongan, Pembina dan pendiri SAR Pantura dan Penasehat Lembaga Kajian Kebijakan Publik Kota Pekalongan.   

Suami dari Hj Istiqomah, Amk dan ayah dari Achmad R. Murtadlo dan Muhammad T. Alvinnuha ingin mengembalikan Kota Pekalongan sebagai Kota Santri, mengembalikan otoritas dan wibawa ulama dan menjadikan warga Kota Pekalongan sebagai tuan rumah di negeri sendiri serta ingin meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin dengan dukungan budaya lokal salah satunya dengan cara menjadi orang nomor satu di Kota Pekalongan pada pilkada langsung yang akan dilaksanakan pada bulan April 2010 mendatang lewat dukungan dari berbagai partai politik yang ada. (*)

 
Berikutnya >
 
 
Tanggal Sekarang
Kamis
11 Maret 2010
26 Rabiul Awal 1431 H
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. karena hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata : "Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu saja berbuat dosa dan sulit hendak meninggalkannya." Maka Rasulullah menjawab : "Maukah engkau berjanji bahwa engkau sanggup meninggalkan bicara bohong?" "Ya, saya berjanji" jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.
Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by Hisyam Basyeban