|
Pekalongan, NUBatik Online Keinginan memiliki gedung yang megah, representatif yang bisa menampung seluruh aktifitas NU dan bdan otonomnya ternyata telah menjadi dambaan Pengurus Cabang dan warga NU Kota Pekalongan sejak tahun 2002 yang lalu. Dimana pada saat itu digelar konferensi yang dihadiri jajaran pengurus cabang, Majelis wakil cabang (MWC) dan Pengurus ranting NU se Kota Pekalongan menghasilkan program utama yakni membangun gedung NU yang representatif dan mampu menampung seluruh aktifitas NU di Kota Pekalongan. Seiring berjalannya waktu, Pengurus NU periode 2002 - 2007 baru berhasil mencari lahan dan membebaskan sebagian. Berbagai upaya pengurus untuk menggali dan menghimpun dana untuk pembebasan lahan namun hasilnya belum menggembirakan.
Kemudian pada pengurus periode 2007 - 2012 kembali program tersebut dimunculkan untuk bisa menyelesaikan pembebasan lahan, meski belum lunas 100 %, pengurus patut bernafas lega, karena keinginan untuk segera merealisasikan program kerja sudah ada di depan mata. Akhirnya gagasan untuk memulai membangun Gedung serbaguna dengan nama "gedung Diklat Aswaja" kembali digelorakan dengan membentuk tim pembangunan yang diketuai H. Abdullah Sjatory mantan Kepala Cabang bank plat merah. Setelah dirasa cukup perencanaan hingga persiapannya, Sabtu 28 Nopember 2009 kemarin dimulai pembangunan gedung berlantai tiga dengan ditandai peletakan batu pertama oleh rais Syuriyah PCNU Kota Pekalongan KH. Musthofa Bakri. Pelaksana proyek pembangunan Gedung Diklat Aswaja Ir. Nurul Subhan kepada NUBatik Online mengatakan, jika tidak meleset, direncanakan pertengahan tahun 2009 proses pengerjaan tahap pertama sudah rampung dan gedung siap digunakan untuk berkantor. Sedangkan untuk pembangunan tahap kedua berupa gedung pertemuan ditargetkan akhir 2010 selesai. (iz)
|