banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SMNU
Batik Faroo Pekalongan
SadeanBatik.Com

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini109
mod_vvisit_counterKemaren358
mod_vvisit_counterMinggu ini1426
mod_vvisit_counterBulan ini9092
mod_vvisit_counterSemua120420
 
 
Siti Musdah Mulia Terima Penghargaan Woman of The Year 2009
Senin, 30 November 2009

Jakarta, NUbatik Online
Tadi malam (29/11) Siti Musdah baru saja menginjakkan kaki kembali ke tanah air. Ketua umum Indonesian Conference of Religion and Peace (ICRP) itu pulang dari Roma setelah menerima penghargaan Woman of the Year 2009.

"Surprise, karena (penghargaan) ini sesuatu yang tidak pernah saya harapkan," ujar Siti Musdah kepada Jawa Pos sesaat setelah mendarat. Bagi dia penghargaan bergengsi di acara Il Premio Internazionale La Donna Dell `Anno yang diakui pemerintah Italia itu bukan untuk dirinya semata, tapi juga seluruh kaum perempuan di Indonesia.

Perempuan kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 3 Maret 1959, terpilih karena begitu intens terlibat dalam isu perjuangan kesetaraan gender dan demokrasi. Pandangannya yang kritis tak jarang menimbulkan kontraversi. "Sampai ada yang menyebut saya kafir segala lah," kata dosen pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah itu.

Dia menyisihkan dua finalis lain, Aiche Ech Channa dari Maroko dan Mary Akrami dari Afghanistan. Ketiganya masuk babak akhir melalui seleksi ketat atas 36 calon dari 27 negara. Pantauan awalnya dilakukan terhadap aktivitas perempuan di 138 negara. Dan, acara itu sudah berlangsung delapan tahun.

Menurut Musdah, juri tertarik memilih dirinya karena aktivitasnya yang terkait perjuangan gender dan juga isu-isu lain. Terutama, keterlibatannya dalam kampanye penghapusan hukuman mati. "Ini perempuan kok ikut-ikutan terlibat hal-hal seperti ini ya?" ujarnya, membayangkan pikiran para dewan juri. Dewan juri terdiri atas para pakar di bidang sains, ekonomi, politik, komunikasi, dan diplomasi.

Sejak kecil, Siti Musdah yang juga dikenal sebagai teolog dan ahli hukum Islam itu dibesarkan di kalangan Islam tradisional. Dia juga telah kenyang pengalaman organisasi. Mulai Ikatan Pelajar Putri NU, Fatayat NU, hingga Muslimat. "Bisa jadi orang yang menuding saya sudah kafir itu, mikir-mikir juga kalau tahu latar belakang saya. Tiga puluh tahun saya bergelut di NU, organisasi Islam terbesar," ujarnya lantas tertawa. (jp/bim)


 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

(Beberapa hari yang ditentukan itu) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu .... (QS 2: 185).

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia