|
Pekalongan, NUBatik Online Sebagai pusat penggemblengan ajaran ahlus sunnah wal jama'ah (aswaja), Pesantren memiliki posisi yang sangat strategis untuk membangun basic anak-anak muda NU dalam memahami dan melestarikan ajaran aswaja. pasalnya, di tempat inilah para ulama dan ustadz dengan tekun mengajarkan perilaku dan ajaran para ulama salafus sholeh hingga kini. Demikian dikatakan KH. Akrom Sofwan Mustasyar (penasehat) Pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan dalam acara halal bi halal yang digelar PCNU semalam (Jum'at/16/10) di Masjid Jami' Nurul Huda Kelurahan Gamer Kecamatan Pekalongan Timur. Dikatakan, sebagai basis pembinaan aswaja, pesantren tidak boleh tampil asal-asalan. Pesantren harus tampil lebih baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Di samping harus dibenahi kurikulumnya, juga penampilan fisiknya tidak boleh kalah dengan lembaga pendidikan umum yang ada sekarang ini, ujarnya.
Menurut Kiyai Akrom, ini adalah satu cara agar anak-anak sekarang tertarik belajar pengetahuan agama di pesantren, karena hingga saat ini pesantren masih memiliki komitmen untuk mengajarkan Nahdlatul Ulama secara kultural. Jika ini terus dipertahankan, sampai kapanpun NU akan tetap jaya sepanjang masa. Sementara itu, Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Ahmad Rofiq menyampaikan beberapa agenda penting pada tahun 2010 mendatang. Di samping kegiatan Muktamar yang akan berlangsung di Makasar pada bulan Januari, juga rencana dimulainya pembangunan gedung Pendidikan dan latihan aswaja di atas tanah 6778 meter persegi di Jalan Sriwijaya. (iz) |