banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SMNU
Batik Faroo Pekalongan
SadeanBatik.Com

Pengunjung Online

Saat ini ada 12 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini111
mod_vvisit_counterKemaren314
mod_vvisit_counterMinggu ini1885
mod_vvisit_counterBulan ini1163
mod_vvisit_counterSemua131751
 
 
NU Memang Kalah Militan Dengan Ormas Lain
Jumat, 09 Oktober 2009

Pekalongan, NUBatik Online
Sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, ternyata tidak menjadi jaminan bersatunya pemikiran untuk dalam menyelesaikan masalah-masalah besar, sehingga yang terjadi adalah NU selalu tertinggal dengan ormas lain meski mereka lebih kecil dari kita.

Demikian dikatakan H. Ahmad Rofiq Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan dihadapan Fayatat dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dalam acara  halal bi halal di Gedung PCNU setempat baru-baru ini.

Dikatakan, hampir bisa dipastikan antara badan otonom yang dimiliki oleh NU, masing-masing memiliki anggota yang cukup banyak, akan tetapi mengapa tidak bisa kompak, masing-masing berjalan sendiri-sendiri dan sangat sulit untuk bersatu dalam kebersamaan.

Menurut Rofiq, jika NU dan Badan Otonomnya masih seperti sekarang ini, yakni berjalan sendiri-sendiri, dikawatirkan berbagai persoalan ke depan yang tengah menghadang kita, akan semakin sulit diselesaikan.

Meski sebagai badan otonom, Muslimat, Fayatat, GP Ansor, IPNU dan IPPNU harus tunduk dan taat kepada Nahdlatul Ulama, karena mereka dibentuk untuk melakukan pengkaderan dan pembinaan sesuai spesifikasi usia dan pengelompokannya. Akan tetapi pada prakteknya banyak yang menafsirkan berbeda, otonom diartikan mandiri tanpa adanya campur tangan dari siapapun termasuk Nahdlatul Ulama, ujar Rofiq.

Dalam Pilkada misalnya, yang satu mendukung calon A, akan tetapi yang lainnya mendukung calon B. Padahal jika keduanya bersatu untuk mendukung satu calon tentunya dapat menjadi satu kekuatan yang utuh. Akan tetapi hal ini sangat sulit direalisasikan, karena berbagai faktor kepentingan, tandas Ahmad Rofiq. (iz)

+/-
Kirim Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
 
Ketik kode keamanan yang ada di gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. karena hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata : "Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu saja berbuat dosa dan sulit hendak meninggalkannya." Maka Rasulullah menjawab : "Maukah engkau berjanji bahwa engkau sanggup meninggalkan bicara bohong?" "Ya, saya berjanji" jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.
Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia