banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

Batik Faroo Pekalongan
SadeanBatik.Com
SMNU

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini204
mod_vvisit_counterKemaren200
mod_vvisit_counterMinggu ini839
mod_vvisit_counterBulan ini2346
mod_vvisit_counterSemua78240
 
 
Nahdliyin Center
Selayang Pandang 'Nahdliyyin Center'
Rabu, 03 Pebruari 2010

Nahdliyyin Center, ada untuk ummat

Pagi belum menjelang, sekitar jam 03.00 dini hari Asrori (35 tahun) dan Bakran (38 tahun) telah kedatangan tamu meminta dirinya untuk mengantarkan salah seorang keluarganya yang tiba-tiba menderita demam tinggi untuk dibawa ke rumah sakit umum daerah. Meski masih ngantuk, Asrori dan Bakran mau tidak mau harus kembali ke rumah sakit karena tak sanggup menolak permintaan tamu.

Padahal mereka baru saja pulang dari rumah sakit urusan warga miskin yang mau pulang tapi nggak punya biaya untuk membayar rumah sakit selama menginap, akhirnya dapat diselesaikan dengan si pasien tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun, padahal tidak kurang dari 10 juta rupiah yang harus dibayar.

Sesampainya di rumah sakit, Asrori yang telah banyak dikenal oleh pegawai dan perawat di lingkungan rumah sakit Bendan Kota Pekalongan yang baru saja diresmikan Wakil Presiden H. Yusuf Kalla pertengahaan 2009 kemarin untuk melakukan proses administrasi. Dia mendapatkan banyak kemudahan dan tidak mengalami hambatan sedikitpun walaupun pasien tergolong warga miskin dan belum memiliki kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).

Selengkapnya...
 
BIDANG GARAPAN NAHDLIYYIN CENTER
Selasa, 21 Juli 2009

Advokasi

Sektor pendidikan :
 - Pengadaan sepeda ontel
 - Pengambilan ijasah gratis
 - Peringanan biaya sekolah
 - Orang tua asuh
 - Fasilitasi pengadaan akte kelahiran murah

Sektor kesehatan : 
 - Anggaran Pemkot.
 - Fasilitasi masuk jamkesmas.
 - Fasilitasi akses dana pendamping.
 - Pengobatan gratis massal.
 - Kegiatan donor darah. 
 - Layanan antar jemput pasien dengan mobil ambulan milik NU.
 - Perbaikan rumah warga (plesterisasi dan sanitasi).

Selengkapnya...
 
Pedoman Operasonal Nahdliyyin Center
Sabtu, 06 Juni 2009

Pendahuluan


Bahwa agama Islam adalah rahmat bagi seluruh alam karena ajarannya mendorong kegiatan para pemeluknya untuk mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akherat.

Bahwa para ulama ahlus sunnah wal jama’ah Indonesia terpanggil untuk melanjutkan dakwah Islamiyah dan melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar dengan mengorganisasikan kegiatan-kegiatan dalam suatu wadah yang bernama NAHDLATUL ULAMA yang bertujuan untuk mengamalkan ajaran Islam menurut faham ahlussunnah wa jama’ah.

Bahwa kemasalahatan dan kesejahteraan warga NAHDLATUL ULAMA menuju khaira ummah adalah bagian mutlak dari kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Bahwa untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan memandang perlu program-program NU ke depan berorientasi kepada kemaslahatan dan kesejahteraan warga nahdliyyin. Maka tiga hal yang menjadi sasaran garapan, yakni perekonomian, pendidikan dan kesehatan harus mendapat perhatian secara khusus oleh Pengurus NU di semua tingkatan.

Bahwa untuk merealisasikan tiga bidang garapan tersebut, di samping mengoptimalkan peran Pengurus NU, Lembaga, Lajnah dan Badan Otonom di semua tingkatan, Pengurus Cabang NU Kota Pekalongan perlu membentuk satuan tugas atau kelompok kerja di semua tingkatan dengan nama “NAHDLIYYIN CENTER” agar ketiga program tersebut dapat berjalan dan tepat sasaran sesuai amanat Konferensi Cabang XV Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan tahun 2007.

Bahwa untuk melaksanakan kegiatan tersebut, maka disusunlah pedoman operasional sebagai berikut :

 

Selengkapnya...
 
Mengenal "Nahdliyyin Center" Kota Pekalongan
Rabu, 24 September 2008
pengantar
Kelahiran Nahdlatul Ulama yang didasari atas kebutuhan diplomasi ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Indonesia atas sikap Raja Arab Saudi yang ingin membongkar makam Rasulullah yang kemudian terkenal dengan istilah "komite Hijaz" telah menjadi inspirasi lahirnya Nahdlatul Ulama pada tahun 1926 yang lalu.
Seiring dengan perjalanan waktu, NU tidak lagi berkutat pada masalah ubudiyah saja, akan tetapi berbagai garapan lain menjadi bidang pengabdian NU di tengah-tengah masyarakat seperti masalah dakwah, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lain-lain. Cakupan garapan memang telag dirasakan masyarakat banyak khususnya warga nahdliyyin. Akan tetapi tidak demikian di Kota Pekalongan yang mayoritas berpenduduk muslim. Mengapa demikian ?
lahir karena kebutuhan
Kota Pekalongan memiliki 47 Pengurus Ranting dan 4 Pengurus Majelis Wakil Cabang NU. Berbagai program disusun diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga nahdliyyin yang menurut data statistik adalah mayoritas di Kota Pekalongan. Akan tetapi ternyata warga nahdliyyin belum merasakan kiprah pengurus di semua tingkatan. Sehingga tidak heran jika masih banyak warga NU yang hidupnya dibawah garis kemiskinan dan ini tentu saja berdampak kepada ketidakmampuan orang tua menyekolahkan anaknya serta mendapatkan hak hidup sehat. Lalu, apa yang bisa dilakukan NU melihat realita demikian ?
Jauh sebelum Nahdliyyin Center lahir, Pemerintah Kota Pekalongan telah melahirkan Peraturan Walikota tentang percepatan keluarga sejahtera mandiri dengan fokus garapan di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan dengan sasarna garapan warga miskin di Kota Pekalongan. 
Sadar bahwa yang menjadi sasaran garapan adalah warga NU, tentu saja peluang ini tidak disia-siakan oleh aktifis Nahdlatul Ulama. Setelah melalui kajian dan bahasan yang intens, serta didasari atas kebutuhan peningkatan kesejahteraan warga nahdliyyin, maka atas persetujuan segenap pengurus NU se Kota Pekalongan perlu di dorong lahirnya team kerja khusus yang bernama "NAHDLIYYIN CENTER" dengan tugas utamanya membantu pendampingan warga NU dalam bidang kesehatan, ekonomi dan pendidikan. 
Meski sempat terjadi pro dan kontra atas kehadiran tim kerja khusus ini, toh akhirnya seluruh pengurus bisa menerima atas kelahiran lembaga yang sama sekali baru, karena di tingkat pusat dan wilayah maupun di cabang-cabang lain di seluruh Indonesia lembaga ini belum diadakan.   
Selengkapnya...
 
 
 
Tanggal Sekarang
Kamis
11 Maret 2010
26 Rabiul Awal 1431 H
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Islam memerintahkan umatnya untuk bertetangga secara baik. Bahkan, saking seringnya Jibril mewasiatkan agar bertetangga dengan baik, Rasulullah pernah mengira tetangga termasuk ahli waris. Kata Rasulullah, seperti diriwayatkan oleh Aisyah, ''Jibril selalu mewasiatkan kepadaku tentang tetangga sampai aku menyangka bahwa ia akan mewarisinya.'' (HR Bukhari-Muslim).

Namun, ternyata waris atau warisan yang dimaksud Jibril adalah agar umat Islam selalu menjaga hubungan baik dengan sesama tetangga. Bertetangga dengan baik itu, termasuk menyebarkan salam ketika bertemu, menyapa, menanyakan kabarnya, menebar senyum, dan mengirimkan hadiah. Sabda Rasulullah SAW, ''Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak sayur maka perbanyaklah airnya dan bagikanlah kepada tetanggamu.'' (HR Muslim).

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by Hisyam Basyeban