|
|
Kabar Utama
|
Pemondokan Haji Makkah Rampung |
|
Jumat, 17 April 2009 |
|
Jakarta, NUBatik Online Janji Departemen Agama (Depag) menuntaskan pemondokan jamaah haji Indonesia lebih dini akhirnya terpenuhi. Depag memastikan pengadaan pemondokan alias maktab untuk musim haji 1430 H/2009 M di Makkah sudah rampung seratus persen. Sedangkan di Madinah masih dalam proses penuntasan nota kesepahaman (MoU). ''Alhamdulillah, semua sudah tuntas dan sesuai jadwal,'' ujar Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Ghafur Djawahir di Jakarta kemarin (16/4). Ghafur menjelaskan, sekitar 26 persen pemondokan berada di ring I yang berjarak dua kilometer. Sedangkan ring II berjarak paling jauh tujuh kilometer dari Masjidilharam. Jika tahun lalu jamaah haji Indonesia yang berada di ring I mencapai 18 persen, kini meningkat menjadi 26 persen. ''Seharusnya bisa 30 persen. Tapi, sulit dicapai karena pondokan di sekitar Masjidilharam makin langka. Saat ini perluasan Masjidilharam makin gencar,'' sambungnya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
NU Kota Pekalongan Dukung Pansus Hak Angket Pendidikan |
|
Kamis, 16 April 2009 |
|
Pekalongan, NUBatik Online Langkah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan membentuk Pansus Hak Angket Pndidikan mendapat dukungan dari Nahdlatul Ulama (NU) Kota Pekalongan. Dukungan diberikan pada acara hearing (dengar pendapat) Pansus Hak Anget yang digelar tadi pagi (16/4) di Gedung DPRD setempat yang dihadiri berbagai elemen masyarakat. Dukungan NU diberikan sepanjang apa yang dilakukan Pansus tidak menyimpang dari koridor hukum dan aturan yang berlaku dan yang lebih utama ialah untuk kepentingan masyarakat Kota Pekalongan. Demikian dikatakan Drs. Much. Ngisom Cholil Ketua Lajnah Ta'lif Wan Nasyr yang hadir mewakili NU di acara tersebut. Dikatakan, berdasarkan aturan yang ada, apa yang saat ini dilakukan anggota dewan sudah sesuai dengan koridor hukum yang ada. Dimana langkah pembentukan pansus hak angket tanpa harus melalui hak interpelasi. Karena menurutnya, tidak ada keharusan bagi dewan ketika membentuk pansus hak angket harus didahului dengan pengajuan hak interpelasi. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Wali Kota Pekalongan Lapor ke MK Soal Hak Angket |
|
Kamis, 16 April 2009 |
|
Pekalongan, NUBatik Online Terkait Pansus Hak Angket soal Pendidikan, Wali Kota Pekalongan HM Basyir akan menggugat DPRD. Gugatan itu dilakukan setelah pihaknya melaporkan permasalahan itu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia sangat bersyukur karena MK telah menerima laporan kami dan memberikan surat bukti penerimaan laporan itu. ’’Insya Allah, sekitar seminggu lagi kami akan mendapat tanggapan dari MK mengenai laporan tersebut,’’ tegasnya. Wali Kota menjelaskan, gugatan terhadap DPRD bukan menuntut ganti rugi uang atau lainnya. Namun, dia menggugat supaya Pansus Hak Angket soal Pendidikan di Kota Pekalongan dibatalkan. Gugatan itu dilakukan karena ada sejumlah kesalahan saat DPRD mengeluarkan hak angket. Pertama, seharusnya sebelum mengeluarkan hak angket anggota DPRD harus menjalankan dulu hak interpelasi atau memberikan pertanyaan kepada walikota. Tapi kenyataannya, tegas Basyir, DPRD tidak menggunakan hak interpelasi lebi dahulu malahan menggunakan hak angket. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Tuntaskan Hak Angket, Pansus Kumpulkan Elemen Masyarakat |
|
Kamis, 16 April 2009 |
|
Pekalongan, NUBatik Online Tim Pansus Hak Angket Pendidikan DPRD Kota Pekalongan, hari ini akan mengumpulkan elemen masyarakat untuk hearing (dengar pendapat-Red) terkait kebijakan wali kota dalam bidang pendidikan yang diduga terjadi penyimpangan. Hal itu ditegaskan Ketua Pansus M Basri Budi Utomo usai menggelar sidang internal tim kemarin. Menurutnya, kinerja Pansus akan merangkul semua elemen masyakat agar tidak ada kesan tertutup. “hari ini kami akan memanggil seluruh elemen masyarakat, mulai dari organisasi masyarakat, kepemudaan, Dewan Pendidikan, Dewan Kesenian, LSM, organisasi keagamaan, partai politik (parpol) dan sebagainya untuk hearing,” katanya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Habib Umar bin Hafidz Hadiri Multaqa Ulama Di Semarang |
|
Kamis, 16 April 2009 |
|
Semarang, NUBatik Online Pimpinan Pesantren Daarul Mustofa, Tarim, Yaman, Habib Umar bin Hafidz, Jumat (17/4) besok akan menjadi khatib shalat jumat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajah Raya Semarang. Ulama kharismatik tersebut sekaligus akan menjadi pembicara utama Multaqa (pertemuan) Ulama Ahlussunnah wal-Jamaah se-Jateng yang digelar Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An-Nahdliyyah. Rois Aam Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh An-Nahdliyyah KH Habib Lutfy bin Ali Yahya melalui Sekretaris Umum Drs HM Chabib Thoha MA menjelaskan, Multaqa akan diikuti sedikitnya 500 ulama, habaib, dan pengasuh pondok pesantren. Mereka akan mengikuti bimbingan langsung dari Habib Umar. ”Seluruh peserta akan diinapkan di Hotel Graha Agung MAJT,” katanya. Upacara pembukaan Multaqa akan dilaksanakan usai shalat asar. Acara yang digelar selama dua hari akan diisi ceramah-ceramah dijadwalkan dari Rois Aam PBNU KHMA Sahal Mahfudh, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), KH Habib Lutfy bin Ali Yahya, KH Masruri Mughni, KH Dimyati Rois, dan lain-lain. |
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Prev 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 Next > Akhir >>
| | Hasil 1000 - 1008 dari 1337 | |
|
|
|
|
|
| |
|
Mutiara Hikmah |
|
Di persinggahan suatu perjalanan Nabi SAW meminta sahabat-sahabatnya menyiapkan makanan dengan menyembelih seekor kambing. Seketika itu di beberapa orang dari sahabat itu berkata, ''Wahai Rasulullah, saya yang akan menyembelih kambing.'' Yang lain mengatakan, ''Saya yang akan mengulitinya. Aku yang memasaknya,'' sahut sahabat lain tidak mau ketinggalan berbakti kepada beliau. Nabi tersenyum mendengar perkataan dan kesediaan para sahabat itu. Lalu beliau berkata, ''Aku yang akan mengumpulkan kayu bakarnya.'' Mendengar perkataan beliau, hampir serentak para sahabat berkata, ''Wahai Rasulullah, sudahlah engkau tidak usah bekerja.'' |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|