|
|
Kabar Utama
|
Pakar Sidik Jari Besok Hadir di Kajen |
|
Selasa, 20 Juli 2010 |
|
Pekalongan, NUBatik Online Pakar deteksi bakat lewat sidik jari yakni Drs. H. Teguh Sunaryo, M.Si besok pagi Rabu (21/7) akan hadir di Aula Setda Kabupaten Pekalongan di Kajen memberikan ceramah tentang "metode belajar berbasis multiple intelligence" dengan keynote speaker Bupati Pekalongan Dra. Hj. Siti Qomariyah, MA. Kegiatan seminar yang akan diikuti tidak kurang dari 300 peserta yang terdiri dari para pemerhati pendidikan, kepala sekolah, guru dan mahasiswa serta para anggota dewan dan stakeholder pendidikan akan berlangsung hingga jam 14.00 wib. Acara seminar nasional yang digagas DMI Indonesia cabang Pekalongan kerjasama dengan Dewan Pendidikan Kabupaten Pekalongan sangat ditunggu-tunggu para pemerhati pendidikan, khususnya para orang tua siswa. Pasalnya, materi yang akan dipaparkan nanti merupakan kebutuhan mendasar setiap orang untuk mengetahui bakat secara dini. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ketua Umum PBNU Besok Malam Hadir di Ponpes Ribat |
|
Selasa, 20 Juli 2010 |
|
Pekalongan, NUbatik Online Prof. DR. KH. Said Agil Siradj, MA Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dijakwalkan Rabu malam (21/7) akan mengisi acara akhirus sanan Pondok Pesantren Ribatul Muta'allimin Landungsari Kota Pekalongan. Kehadiran Ketua Umum PBNU Hasil Muktamar 32 di Makssar Maret lalu di samping untuk mengisi acara tahunan pondok, juga untuk mensosialisasikan program NU kembali ke pesantren sebagaimana yang dicanangkan pada muktamar kemarin. Sejak dirinya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, tercatat sudah beberapa kali hadir di wilayah Pekalongan, antara lain di Ponpos Syafi'i Akrom Jenggot Pekalongan dan beberapa tempat di wilayah Kabupaten Pekalongan dan Tegal. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Santri NU Harus Menguasai Media |
|
Minggu, 18 Juli 2010 |
|
Pekalongan, NUBatik Online Para santri yang saat ini sedang belajar di pesantren pesantren Nahdlatu Ulama harus bisa menguasai media, karena dengan menguasai media, santri-santri NU minimal tidak ketinggalan informasi dan yang lebih utama ialah mampu memanfaatkan media sebagai sarana penyampaian dakwah yang lebih luas. Hal tersebut dikatakan Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan Drs. KH. Muslih Chudlori, MA pada acara pembukaan workshop jurnalistik santri yang digelar Lembaga Dakwah NU setempat, Ahad (18/7) di kolam pancing Kampung Damai, Karanganyar Kabupaten Pekalongan. Dikatakan, dakwah sekarang ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, tentu para peserta workshop harus bisa memanfaatkan setiap media untuk misi dakwahnya. Jika pada ulama dahulu dalam misi dakwahnya masih dengan pola tradisional yakni model pengajian umum dari mosholla ke musholla atau dari masjid ke masjid dan dari majelis ta'lim yang yang ke majelis ta'lim yang lainnya, akan tetapi saat ini sudah mengalami banyak kemajuan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
10 Ribu Kiai Hadiri Puncak Acara Seabad Pesantren Lirboyo |
|
Minggu, 18 Juli 2010 |
|
Kediri, NUBatik Online Direncanakan 10.000 kiai akan menghadiri perayaan 100 tahun atau seabad berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, Ahad (18/7) malam. Para kiai yang merupakan alumni Lirboyo itu berkumpul untuk melakukan acara reuni. "Mereka datang dari berbagai pelosok Indonesia," kata Panitia kegiatan 100 tahun PP Lirboyo, Fatkurrahman, di Kediri, Sabtu. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ajang reuni antar alumni dan santri PP Lirboyo serta arena koordinasi antar lembaga yang dibentuk atas nama Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal). "Lembaga ini mempermudah koordinasi di antara mereka. Berbagai masalah dan agenda kegiatan dibahas dalam himpunan ini, termasuk praktik-praktik untuk dakwah," katanya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
KH Said Aqil: Radikalisme Besar Akibat Peran Kiai NU Dipinggirkan |
|
Minggu, 18 Juli 2010 |
|
Kudus, NUBatik Online Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan, radikalisme maupun terorisme berkembang besar di Indonesia akibat dari sikap pemerintah Orde Baru yang meminggirkan NU. Selama 32 tahun Kiai NU tidak dilibatkan dalam membangun orientasi keagamaan. "Jika sejak dulu, kiai-kiai NU diajak merawat umat, saya yakin terorisme tidak akan bisa berkembang besar," katanya saat menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Harlah NU ke-87 dan harlah SMK NU Ma'arif Kudus ke 20 di Kudus Sabtu (17/7) kemarin. Menurutnya, peminggiran peran kiai NU akan mengakibatkan kerusakan budaya, etika dan pola pikir di masyarakat. "Kalau masyarakat sudah tidak memiliki budaya dan etika maka kiai tidak lagi dihormati, para aktifis agama akan bersikap radikal," tandas Said Aqil. |
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > Akhir >>
| | Hasil 10 - 18 dari 1299 | |
|
|
|
|
|
| |
|
Mutiara Hikmah |
|
Islam memerintahkan umatnya untuk bertetangga secara baik. Bahkan, saking seringnya Jibril mewasiatkan agar bertetangga dengan baik, Rasulullah pernah mengira tetangga termasuk ahli waris. Kata Rasulullah, seperti diriwayatkan oleh Aisyah, ''Jibril selalu mewasiatkan kepadaku tentang tetangga sampai aku menyangka bahwa ia akan mewarisinya.'' (HR Bukhari-Muslim). Namun, ternyata waris atau warisan yang dimaksud Jibril adalah agar umat Islam selalu menjaga hubungan baik dengan sesama tetangga. Bertetangga dengan baik itu, termasuk menyebarkan salam ketika bertemu, menyapa, menanyakan kabarnya, menebar senyum, dan mengirimkan hadiah. Sabda Rasulullah SAW, ''Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak sayur maka perbanyaklah airnya dan bagikanlah kepada tetanggamu.'' (HR Muslim). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|