|
|
Kabar Utama
|
Jum’at Besok Saatnya Meluruskan Arah Kiblat |
|
Kamis, 15 Juli 2010 |
|
Jakarta, NUBatik Online Berdasarkan data hisab Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) insyaallah akan terjadi roshdul kiblat kedua pada Jum’at, 16 Juli 2010 besok, pukul 16.26 WIB. Roshdul qiblat pertama kemarin terjadi pada bulan Mei 2010. Peristiwa roshdul qiblat akan membantu umat Islam dalam meluruskan arah kiblat dengan cara yang sederhana, karena pada momen itu Matahari benar-benar berada di atas Ka’bah sehingga segala sesuatu yang berdiri tegak bayangannya menuju kiblat. “Harap kaum muslimin dpt memanfaatkn peristiwa ini untuk mengukur arah kiblat di rumah masing-masing, mushola dan masjid setempat,” imbau KH A. Ghazalie Masroeri, Ketua Lajnah Falakiyah PBNU, di Jakarta, Kamis (15/7). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Gus Mus: Idham Chalid Bapak Politik NU |
|
Selasa, 13 Juli 2010 |
|
Rembang, NUBatik Online Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus menilai mendiang KH Idham Chalid sebagai "Bapak Politik" Nahdlatul Ulama (NU). "Pemikiran-pemikiran politiknya sangat berpengaruh dan mengena di kalangan warga Nahdliyin. apalagi beliau memang sangat lama berkecimpung di dunia politik," katanya, Ahad kemarin. Menurut Wakil Rais Aam PBNU ini, KH Idham Chalid berperan besar dalam melahirkan kader-kader NU di perpolitikan saat ini dan para tokoh NU yang saat ini berkarir di jalur politik pasti mengakuinya. "Beliau memiliki pemikiran bahwa khidmat perjuangan Indonesia dan agama paling efektif dicapai melalui jalan politik, dan jalan politik itulah yang dipilihnya untuk berjuang," katanya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kajari Pekalongan Tolak Hentikan Kasus SMS |
|
Selasa, 13 Juli 2010 |
|
Pekalongan, NUBatik Online Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekalongan, Irwansyah menolak tuntutan penghentian perkara Seritifikasi Masal Swadaya (SM) yang dilakukan dua kelompok massa sekaligus. Pertama, aksi muncul dari Gabungan Elemen Masyarakat Kota Pekalongan (GEMKP) dan kelompok PNS serta Kepala Kelurahan (Lurah). Dalam aksi tersebut kedua kelompok massa mendesak kejaksaan melakukan penghentian penyidikan (SP3) atas kasus Sertifikat Massal Swadaya (SMS) yang menyeret empat camat di Kota Pekalongan menjadi tersangka. Massa menyatakan, kasus itu bukan kesengajaan dari para camat, melainkan terjadi kesalahan teknis, dan dalam hal tersebut camat telah membantu proses pengurusan sertifikat masyarakat. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
PBNU Buka Pendaftaran Beasiswa S1 ke Libya |
|
Senin, 12 Juli 2010 |
|
Jakarta, NUBatik Online Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai hari ini, Senin (12/7), membuka pendaftaran beasiswa Strata 1 (S1) di Fakultas Dakwah Islam Internasional Tripoli-Libya program strata satu (S1). Kesempatan ini diberikan kepada 5 kader Nahdliyin yang potensial. Pendaftaran akan berlangsung hingga 18 Juli 2010 mendatang. Berikut ini persyaratan seleksi untuk para calon penerima beasiswa: Persyaratan Umum : 1. Warga Negara Indonesia berusia maksimum 21 tahun 2. Melampirkan foto copy ljazah dan Daftar Nilai SMA/MAN/ MAS/Pondok Pesantren yang dilegalisir tahun 2007 dan setelahnya. 3. Melampirkan foto copy akte kelahiran. 4. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan dokter. 5. Berkelakuan baik, dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku. 6. Membawa surat pengantar dari pengurus NU terdekat |
|
Selengkapnya...
|
|
|
PBNU Minta Warga Nahdliyyin Do'akan Idham Cholid |
|
Minggu, 11 Juli 2010 |
|
Jakarta, NU Online Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan ucapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya tokoh dan sesepuh NU KH Idham Chalid. Almarhum yang meninggal pada usia 88 tahun telah mengabdikan usianya dalam organisasi NU. “Atas nama PBNU kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam dalamnya dan mengimbau warga Nahdliyin untuk ikut berdoa untuk beliau. Kiai Idham adalah tokoh yang cukup lama memimpin NU,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj kepada NU Online di Jakarta, Ahad (11/7). Almarhum memimpin NU selama 28 tahun, sebelum digantikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada tahun 1984, pada saat NU kembali ke khittah 1926. Kiai Idham Chalid mengalami suka duka memimpin NU pada masa Orde Lama dan awal Orde Baru. |
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > Akhir >>
| | Hasil 19 - 27 dari 1299 | |
|
|
|
|
|
| |
|
Mutiara Hikmah |
|
Suatu waktu, Khalifah Umar bin Khattab kedatangan tamu dari negeri Himsy, salah satu wilayah kekuasaan Islam. Khalifah Umar dengan ramah tamah menghormati tamu-tamunya. Selang beberapa saat, Khalifah Umar mengadakan temu wicara dengan mereka. Ia banyak bertanya tentang kondisi rakyatnya di sana, baik pendidikan, kesehatan maupun kesejahteraannya. Seusai dialog, Khalifah Umar bin Khattab menyuruh para tamunya itu untuk mencatat dan melaporkan rakyatnya yang kurang mampu. Ketika membaca laporan tersebut, Khalifah Umar tiba-tiba terlihat kaget saat melihat nama Sa'id bin 'Amir tercantum dalam daftar orang miskin. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|