|
|
Kabar Utama
|
PKB Masih Unggul di Kabupaten Pekalongan |
|
Minggu, 12 April 2009 |
|
Kajen, NUBatik Online Hasil penghitungan cepat KPU Kabupaten Pekalongan hingga Minggu (12/4) pukul 14.00 Partai Kebangkitan Bangsa, masih unggul dengan perolehan suara 22,91 persen atau sebanyak 32.789 suara, dari 160.442 suara yang masuk (24,31 %) dengan jumlah suara sah sebanyak 143.137 suara (21,69 %). Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P), masih bertahan di urutan kedua dengan perolehan suara sebesar 20,59 persen (29.466 suara). Sedangkan Partai Amanat Nasional yang sebelumnya menempati urutan ketiga, turun ke posisi keempat, dengan perolehan suara sebesar 11 persen (115.745 suar). Posisi ketiga ditempati Partai Golongan Karya dengan perolehan suara 11,28 persen (16.143 suara). Partai Persatuan Pembangunan menempati urutan kelima dengan perolehan suara sebanyak 11.236 suara atau sekitar 7,85 persen suara sah yang masuk. Pendatang baru, Partai Kebangkitan Nasional Ulama memperoleh suara sebanyak 6.357 suara (4,44%) dan menempati urutan keenam disusul partai baru, Partai Hanura memperoleh suara sebanyak 6.257 suara (4,37 %). Partai Demokrat merosot ke posisi 8 dengan perolehan suara sebanyak 5.229 suara (3,65%). Pada Jumat (10/4), PD menempati urutan ke-6. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Gus Dur: Terlalu Banyak Kecurangan dalam Pemilu |
|
Minggu, 12 April 2009 |
|
Jakarta, NUBatik Online Mantan Presiden Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan keinginannya agar pemilihan umum dapat digelar ulang. Menurut Gus Dur, pemilu kali ini adalah pemilu paling tidak mendapatkan tanggapan rakyat sejak era reformasi. Hal ini, menurut Gus Dur, dikarenakan terlalu banyaknya kecurangan yang terjadi dan ketidaksiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Demikian disampaikan Gus Dur di Jakarta, Ahad (12/4). Lebih lanjut Gus Dur menyatakan akan menggalang kekuatan untuk menolak hasil pemilu dan menggelar pemilu ulang. Gus Dur juga menengarai bahwa bukan hanya dirinya yang tidak puas dengan pemilu kali ini. "Semuanya jengkel kok. PDIP dan lain-lainnya semua menyatakan, pemilihan yang kemarin tidak sah," papar Gus Dur yang baru saja keluar dari perawatannya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Surat Suara Bergambar Palu Arit Ditemukan di Nganjuk |
|
Minggu, 12 April 2009 |
|
Nganjuk, NUBatik Online Gempar!! Rekapitulasi suara Pileg 2009 di wilayah Nganjuk dikejutkan dengan adanya gambar palu arit, simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) yang tergambar di surat suara. Gambar partai terlarang tersebut telah dimasukkan ke dalam kotak suara yang telah disegel rapi bersama suara suara tidak sah lainnya. Akan tetapi, pihak yang berwenang yaitu, kepolisian dan TNI belum berani membukanya. Data yang diperoleh beritajatim,com, gambar Palu Arit tersebut ditemukan di TPS VI yang berada di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret. Temuan itu juga dibenarkan oleh Ketua Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Bambang Supriyadi. Secara terpisah Ketua TPS VI Gunawan mengatakan, gambar palu arif pada surat suara itu ditemukan saat dia sedang melakukan proses penghitungan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
KPU Menolak Dipersalahkan dalam Soal DPT |
|
Minggu, 12 April 2009 |
|
Jakarta, NUBatik Online Komisi Pemilihan Umum menolak dipersalahkan karena tak mengizinkan pemegang hak pilih yang tak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk menyalurkan suara dalam Pemilu Legislatif 2009. Secara khusus, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary menyatakan masyarakat tidak bisa menyalahkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tidak memperbolehkan warga yang tidak terdaftar dalam DPT untuk memilih. "Mereka tidak salah karena mereka menjalankan undang-undang. Pemilih dapat memberikan suara jika terdaftar dalam DPT, maka mari kita benahi DPT ini," katanya kepada wartawan di pusat tabulasi hasil pemilu, Sabtu (11/4). Dalam kaitan ini, Abdul Hafiz kemudian memberi tenggat waktu pemutakhiran data pemilih untuk pemilihan calon presiden 2009 sampai 10 Mei 2009 sehingga masyarakat mesti memastikan diri terdaftar sebagai pemilih tetap. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Suara PKB Turun karena Ditinggal Gus Dur |
|
Sabtu, 11 April 2009 |
|
Jakarta, NUBatik Online Perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menurun drastis dari hasil pemilu 2004 hampir separuhnya. Pada Pemilu 2004, 10,57% suara nasional berhasil diraih oleh PKB. Pada saat itu, Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) masih hadir sebagai tokoh sentral di Partai tersebut. Dengan jumlah suara tersebut menempatkan PKB dengan jumlah kursi 52 di Senayan. Namun, pada pemilu 2009 kali ini, dimana tidak ada sosok Gus Dur dan terjadi konflik berkepanjangan, perolehan suara PKB berada di tataran 5-6%. Angka ini, jika dibandingkan dengan perolehan 2004 menurun hampir 50%. Pengamat Politik Unair Ramlan Surbakti mengatakan, tidak adanya sosok Gus Dur sangat berpengaruh signifikan terhadap penurunan suara PKB. Memang, saat 2004 suara PKB juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 1999 walapun masih ada figur Gus Dur. |
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Prev 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 Next > Akhir >>
| | Hasil 1018 - 1026 dari 1337 | |
|
|
|
|
|
| |
|
Mutiara Hikmah |
|
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri Sam kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencarikan seorang guru agama, siapapun orangnya asal bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|