banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SMNU
Batik Faroo Pekalongan
SadeanBatik.Com

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini60
mod_vvisit_counterKemaren231
mod_vvisit_counterMinggu ini926
mod_vvisit_counterBulan ini2433
mod_vvisit_counterSemua78327
 
 
Kabar Utama
Hasyim Muzadi Bersaing dengan Kiai Sahal Untuk Jabatan Rais Am PB NU
Rabu, 10 Maret 2010

Surabaya, NUBatik Online
Bukan hanya perebutan jabatan ketua umum PB NU yang marak, kursi rais am juga bakal diperebutkan. KH Sahal Mahfudz yang karismatik bakal mendapat saingan berat dari Hasyim Muzadi yang kini menjabat Ketum PB NU. Keduanya sudah mendapat dukungan kuat untuk maju dalam Muktamar NU di Makassar, 22-27 Maret 2010.

Bila Kiai Sahal mendapat dukungan dalam pertemuan sejumlah kiai dan pengurus Syuriah PW NU Jateng, Jabar, Jakarta, dan luar Jawa, Hasyim bakal didukung PW NU Jatim. ''Memang, untuk suara dari Jawa Timur, arus kuat calon posisi rais am ke Pak Hasyim. Jadi, mengerucut satu nama saja dan nama itu sudah disampaikan saat muskerwil itu,'' kata Rais Syuriah PW NU Jatim KH Miftakhul Akhyar saat ditemui Jawa Pos di Kantor PW NU kemarin (9/3). Nama Hasyim juga sempat disebut dalam muskerwil di Asrama Haji Senin lalu (8/3).

Menurut Kiai Miftakh, bandul dukungan ke Hasyim tersebut juga sudah melalui proses panjang. Mulai pertemuan para kiai hingga hasil istikharah. Sejumlah kiai pun sudah mengundang Hasyim untuk dimintai kesediaan menjadi calon rais am. ''Tentu ketika bertemu Pak Hasyim, banyak hal yang kami klarifikasi, pertanyakan, hingga komitmennya,'' ungkapnya.

Selengkapnya...
 
Ratusan Kiai Tuntut Pengakuan Ijazah Alumni Pesantren
Rabu, 10 Maret 2010

Malang, NUBatik Online
Sekitar 150 kiai di Jawa Timur menuntut agar ijazah santri dari pondok pesantren dan diniyah/salafiyah diakui sebagaimana ijazah pendidikan formal. Tuntutan tersebut tercetus dalam halaqah para ulama dan pengasuh ponpes diniyah-salafiyah yang digelar di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Selasa (9/3).

Untuk mewujudkan perjuangan tersebut, para kiai ini membentuk tim lima. Di tim lima itu ada nama Rektor UIN Maliki Prof Dr Imam Suprayogo, pengasuh Ponpes Modern Gontor KH Sukri Zarkasih, KH Nur M Iskandar, KH Abudul Mujib Pondok Pesantren Al-Yasini Pasuruan, dan Luthfi Mustofa.

Pertemuan halaqah tersebut awalnya membahas persoalan-persoalan yang dihadapi ponpes salaf selama ini. ‘’Di antaranya masalah pengakuan ijazah alumni pndok. Baik itu terkait dengan keahlian alumni maupun ijazah alumni pondok,’’ jelas Ketua Panitia Halaqah, Yahya.

Selengkapnya...
 
NU se-Jatim Dukung Hasyim, Bagdja, Gus Sholah
Selasa, 09 Maret 2010
Surabaya, NUBatik Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur mendukung KH Hasyim Muzadi sebagai kandidat Rais Aam Syuriah PBNU, lalu Ahmad Bagdja dan Gus Sholahuddin Wahid sebagai kandidat Ketua Umum PBNU.

"Itu masih belum final, tapi insya-Allah akan mengerucut untuk satu nama pada minggu depan," kata Sekretaris PWNU Jatim HM Masyhudi Muchtar kepada ANTARA seusai Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) NU Jatim di Surabaya, Senin malam.

Sesaat setelah musyawarah untuk menyongsong Muktamar ke-32 NU itu dibuka Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo pada pukul 11.30 WIB, Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar dan Ketua Tanfiziah PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah menyebut kriteria.

Selengkapnya...
 
Walikota Pekalongan: Tidak Ada Calon Boneka
Selasa, 09 Maret 2010
Pekalongan, NUBatik Online
Menjelang pelaksanaan Pilkada Kota Pekalongan, masyarakat setempat kini masih ramai membicarakan soal Calon boneka. Hal itu terkait dengan bermunculannya calon perseorangan yang datang dan mengambil formulir pendaftaran sebagai calon Wali dan Wakil Wali Kota ke kantor KPU setempat.

Mereka mensinyalir, dari empat calon independen yang mengambil berkas pendaftaran, satu di antaranya merupakan boneka dari salah satu kandidat yang diusung oleh partai politik.

Ditanya tentang hal tersebut, Wali Kota Pekalongan HM Basyir Ahmad menegaskan tidak ada calon boneka yang akan maju di Pilkada Kota Batik. Pasalnya, para kandidat yang sudah mengambil berkas pendaftaran ke KPU punya misi dan visi sendiri yang intinya untuk membangun Kota Pekalongan.''Saya kira yang namanya calon boneka itu tidak ada,'' paparnya.

Selengkapnya...
 
Dapat Restu Dari Kiai NU, Abdul Kholiq Serius Maju
Kamis, 04 Maret 2010

Pekalongan, NUBatik Online
Merasa mendapat dukungan dari para kiai Nahdlatul Ulama, Drs. Abdul Kholiq salah seorang guru MAN 2 Pekalongan yang juga Wakil Ketua Pengurus Cabang NU Kota Pekalongan serius maju 'nyalon walikota'.

Meski berbagai pihak mensinyalir sebagai 'boneka' incumben, Abdul Kholiq tidak peduli. Yang jelas dirinya akan total dalam pencalonan Walikota Pekalongan periode 2010 - 2014 lewat jalur independen.

Sebenarnya ada beberapa partai politik yang menawarkan kendaraan buat dirinya. Namun Kholiq menolak, karena harus mengeluarkan duit minimal 500 juta rupiah untuk mendapatkan tiket lewat parpol.

Kepada NUBatik Online Abdul Kholiq menuturkan, dirinya maju menjadi Walikota Pekalongan bukan semata-mata ingin memperoleh penghasilan berupa materi, akan tetapi yang terpenting ingin berbuat yang terbaik bagi kemajuan Kota Pekalongan. "kalau soal materi, saya sudah cukup dengan mengelola dealer motor saya," ujarnya.

Selengkapnya...
 
<< Awal < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > Akhir >>

Hasil 1 - 9 dari 1064
 
 
Tanggal Sekarang
Jumat
12 Maret 2010
26 Rabiul Awal 1431 H
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Islam memerintahkan umatnya untuk bertetangga secara baik. Bahkan, saking seringnya Jibril mewasiatkan agar bertetangga dengan baik, Rasulullah pernah mengira tetangga termasuk ahli waris. Kata Rasulullah, seperti diriwayatkan oleh Aisyah, ''Jibril selalu mewasiatkan kepadaku tentang tetangga sampai aku menyangka bahwa ia akan mewarisinya.'' (HR Bukhari-Muslim).

Namun, ternyata waris atau warisan yang dimaksud Jibril adalah agar umat Islam selalu menjaga hubungan baik dengan sesama tetangga. Bertetangga dengan baik itu, termasuk menyebarkan salam ketika bertemu, menyapa, menanyakan kabarnya, menebar senyum, dan mengirimkan hadiah. Sabda Rasulullah SAW, ''Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak sayur maka perbanyaklah airnya dan bagikanlah kepada tetanggamu.'' (HR Muslim).

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by Hisyam Basyeban