|
|
Kader Kita
|
Masruri, Kader NU yang juga Pemuda Pelopor Jawa Tengah "Pekalongan Harus Zero |
|
Siapa sangka kecintaannya terhadap sampah sejak tiga tahun lalu menghasilkan buah manis dan menghantarkan Masruri kader NU asal Wonoyoso, Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan meraih predikat juara 1 Pemuda Pelopor tingkat Jawa Tengah pada tahun 2010 kemarin. Keberhasilan Masruri meraih juara 1 dalam penanganan sampah diharapkan mampu menjadi solusi alternatif. Apalagi persoalan sampah dirasakan semakin membuat pusing pejabat daerah. Bahkan di beberapa kota dan kabupaten mendapat perlawanan yang cukup sengit dari masyarakat, karena dianggap mengganggu dan pencemaran terhadap lingkungan. Akana tetapi di tangan Masruri dan kawan kawan, sampah bukan dianggap sebagai biang pencemaran lingkungan, bahkan menjadi sangat bermanfaat karena bisa bisa menghasilkan duit yang lumayan banyak dan yang lebih penting ialah mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Drs H Abdul Kholik Ingin Membangun Kota Pekalongan Lebih Baik |
|
Sosok Abdul Kholiq yang sehari-hari menjadi tenaga pendidik di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Jalan Binagriya Raya Kota Pekalongan tiba-tiba menghebohkan jagad politik di Kota Batik. Pasalnya, guru yang sehari-harinya juga mengelola usaha jual beli motor bekas ini, mengajukan diri menjadi bakal calon Wakil Walikota Pekalongan periode 2010 - 2015 melalui jalur independen. Meski banyak yang mencibir akan keberhasilan dirinya menjadi orang nomor dua di Kota Batik. Toh, dirinya tetap merasa optimis untuk bisa merebut hati warga Kota Pekalongan yang mayoritas warga nahdliyyin yang masih sangat kental kultur tawadlu'nya dengan kiai. Baginya, menjadi pemimpin di samping sebagai musibah, juga mengemban amanah yang tidak ringan. Akan tetapi roda hidup yang akan dijalani sebagai calon Wakil Walikota berpasangan dengan Supriyadi, SH., M.Pd jika mendapat kepercayaan dari masyarakat Kota Pekalongan, akan dijalani dengan penuh kesungguhan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
H. Salahudin, STP Ingin Majukan Kota Pekalongan Dengan Budaya Lokal |
|
pengantar Menjalani hidup apa adanya, itulah yang ada dalam ghirah atau semangat tekad yang dibangun bersama keluarga dalam mengarungi hidup. Ketika kekuasaan ada dalam genggamannyapun tak membuat dirinya mabuk kepayang dengan menggunakan jurus 'aji mumpung'. Pada edisi kali ini, redaksi NUBatik Online menampilkan sosok yang tampil apa adanya yaitu H. Salahudin, STP Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan periode 2007 - 2012 dalam rubrik "kader kita", dengan harapan dapat dipetik hikmah tentang makna mengarungi kehidupan yang sesungguhnya. Jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan selama satu periode yakni tahun 2005 - 2009 merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Tak heran, meski kekuasaan legislatif ada dalam genggamannya, tak dimanfaatkan dengan menggunakan jurus 'aji mumpung' memanfaatkan segala celah yang ada untuk kepentingan diri maupun keluarganya. Sehingga tak jarang, sikap yang diambil kadang mendapat cibiran dan cemoohan dari koleganya baik di legislatif, eksekutif maupun di internal organisasi pendukungnya sendiri. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
HM. Saelany Mahfudz, Mengabdi di Koperasi Karena Panggilan Jiwa |
|
Pengantar Di hari ulang tahun koperasi ke 62, pada tanggal 15 Juli 2009, Ketua Umum Koperasi Pemuda Buana (Kopena) Pekalongan Saelany Machfudz mendapat kado spesial dari Presiden Republik Indonesia.Penghargaan tingkat nasional ini tentu saja tidak hanya membanggakan Saelany dan seluruh keluarganya, akan tetapi juga warga nahdliyyin dan masyarakat Kota Pekalongan, karena salah satu warga mendapat menghargaan khusus dalam bidang perkoperasian. DI kalangan pengurus koperasi di Kota Pekalongan, kemampuan Saelany Machfudz mengurus koperasi sudah tak diragukan lagi. Tak heran, jika ia mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, berupa Satya Lencana Wira Karya, di hari ulang tahun koperasi ke 62. Penghargaan tersebut merupakan penghormatan yang diberikan atas jasa dalam memberikan darma baktinya yang besar kepada Negara dan Bangsa Indonesia. Tak hanya dirinya, koperasi yang dipimpinnya juga mendapatkan penghargaan tingkat nasional sebagai koperasi berprestasi dan penerima Award 2009. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Rela Tinggalkan Pekerjaannya Demi Tugas Mulia Tak banyak masyarakat, khususnya di lingkungan warga nahdliyyin yang bisa berbuat seperti tamu NUBatik Online kali ini, sepanjang waktunya dalam keseharian disediakan untuk tugas sosial. Tak peduli jam 3 di tengah dinginnya udara pagi, jika ada warga yang memerlukan dirinya, tak pernah sekalipun menolak dan berkata tidak untuk tugas mulia ini. Sudah tak terhitung jumlahnya, ratusan masyarakat kurang mampu yang menderita sakit dari berbegai jenis penyakit, mulai ibu melahirkan hingga anak dan orang tua renta sekalipun dan harus berurusan dengan birokrasi rumah sakit di Pekalongan berhasil ditangani dengan baik. Mulai dari administrasi, tempat kamar inap, pengobatan hingga biaya rumah sakit yang semula menjadi sulit, berkat sentuhan tangan dinginnya semua menjadi mudah. Meskipun peran yang dilakoninya harus membawa korban dirinya hingga di PHK dari pekerjaannya karena sering bolos, toh tak membuat "kader kita" yang satu ini kapok untuk menolong sesamanya demi mendapatkan hak sehat dari pemerintah sebagaimana yang telah dijamin dalam undang-undang. |
|
Selengkapnya...
|
|
| | |
|
|
|
|
|
| |
|
Mutiara Hikmah |
|
Islam memerintahkan umatnya untuk bertetangga secara baik. Bahkan, saking seringnya Jibril mewasiatkan agar bertetangga dengan baik, Rasulullah pernah mengira tetangga termasuk ahli waris. Kata Rasulullah, seperti diriwayatkan oleh Aisyah, ''Jibril selalu mewasiatkan kepadaku tentang tetangga sampai aku menyangka bahwa ia akan mewarisinya.'' (HR Bukhari-Muslim). Namun, ternyata waris atau warisan yang dimaksud Jibril adalah agar umat Islam selalu menjaga hubungan baik dengan sesama tetangga. Bertetangga dengan baik itu, termasuk menyebarkan salam ketika bertemu, menyapa, menanyakan kabarnya, menebar senyum, dan mengirimkan hadiah. Sabda Rasulullah SAW, ''Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak sayur maka perbanyaklah airnya dan bagikanlah kepada tetanggamu.'' (HR Muslim). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|