|
|
Kader Kita
|
H. Salahudin, STP Ingin Majukan Kota Pekalongan Dengan Budaya Lokal |
|
pengantar Menjalani hidup apa adanya, itulah yang ada dalam ghirah atau semangat tekad yang dibangun bersama keluarga dalam mengarungi hidup. Ketika kekuasaan ada dalam genggamannyapun tak membuat dirinya mabuk kepayang dengan menggunakan jurus 'aji mumpung'. Pada edisi kali ini, redaksi NUBatik Online menampilkan sosok yang tampil apa adanya yaitu H. Salahudin, STP Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan periode 2007 - 2012 dalam rubrik "kader kita", dengan harapan dapat dipetik hikmah tentang makna mengarungi kehidupan yang sesungguhnya. Jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan selama satu periode yakni tahun 2005 - 2009 merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Tak heran, meski kekuasaan legislatif ada dalam genggamannya, tak dimanfaatkan dengan menggunakan jurus 'aji mumpung' memanfaatkan segala celah yang ada untuk kepentingan diri maupun keluarganya. Sehingga tak jarang, sikap yang diambil kadang mendapat cibiran dan cemoohan dari koleganya baik di legislatif, eksekutif maupun di internal organisasi pendukungnya sendiri. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
HM. Saelany Mahfudz, Mengabdi di Koperasi Karena Panggilan Jiwa |
|
Pengantar Di hari ulang tahun koperasi ke 62, pada tanggal 15 Juli 2009, Ketua Umum Koperasi Pemuda Buana (Kopena) Pekalongan Saelany Machfudz mendapat kado spesial dari Presiden Republik Indonesia.Penghargaan tingkat nasional ini tentu saja tidak hanya membanggakan Saelany dan seluruh keluarganya, akan tetapi juga warga nahdliyyin dan masyarakat Kota Pekalongan, karena salah satu warga mendapat menghargaan khusus dalam bidang perkoperasian. DI kalangan pengurus koperasi di Kota Pekalongan, kemampuan Saelany Machfudz mengurus koperasi sudah tak diragukan lagi. Tak heran, jika ia mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, berupa Satya Lencana Wira Karya, di hari ulang tahun koperasi ke 62. Penghargaan tersebut merupakan penghormatan yang diberikan atas jasa dalam memberikan darma baktinya yang besar kepada Negara dan Bangsa Indonesia. Tak hanya dirinya, koperasi yang dipimpinnya juga mendapatkan penghargaan tingkat nasional sebagai koperasi berprestasi dan penerima Award 2009. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Rela Tinggalkan Pekerjaannya Demi Tugas Mulia Tak banyak masyarakat, khususnya di lingkungan warga nahdliyyin yang bisa berbuat seperti tamu NUBatik Online kali ini, sepanjang waktunya dalam keseharian disediakan untuk tugas sosial. Tak peduli jam 3 di tengah dinginnya udara pagi, jika ada warga yang memerlukan dirinya, tak pernah sekalipun menolak dan berkata tidak untuk tugas mulia ini. Sudah tak terhitung jumlahnya, ratusan masyarakat kurang mampu yang menderita sakit dari berbegai jenis penyakit, mulai ibu melahirkan hingga anak dan orang tua renta sekalipun dan harus berurusan dengan birokrasi rumah sakit di Pekalongan berhasil ditangani dengan baik. Mulai dari administrasi, tempat kamar inap, pengobatan hingga biaya rumah sakit yang semula menjadi sulit, berkat sentuhan tangan dinginnya semua menjadi mudah. Meskipun peran yang dilakoninya harus membawa korban dirinya hingga di PHK dari pekerjaannya karena sering bolos, toh tak membuat "kader kita" yang satu ini kapok untuk menolong sesamanya demi mendapatkan hak sehat dari pemerintah sebagaimana yang telah dijamin dalam undang-undang. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Bercita Citalah Setinggi Langit |
|

Pengantar redaksi :
Khusnul Khotimah mahasiswi semester 8 STAIN Pekalongan adalah dari sekian banyak mahasiswa di kampusnya yang berkesempatan belajar di Amerika selama dua bulan. Apa dan bagimana pengalaman selama di negeri Paman Sam, berikut ini di rubrik kader kita, Khusnul menuturkan pengalamannya. Selamat membaca. Impian dapat belajar di luar negeri adalah menjadi dambaan setiap orang, apalagi belajar tanpa harus mengeluarkan duit sepeserpun. Itulah yang dialami mahasiswi semester 8 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pekalongan jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) kelahiran 31 Maret tahun 1987. Dia adalah Khusnul Khotimah, putri Pekalongan asli selama dua bulan sejak awal Januari 2009 yang lalu berkesempatan merasakan dinginnya udara New York State untuk memperdalam Bahasa Inggrisnya di negeri Paman Sam. |
|
Selengkapnya...
|
|
Mengenal lebih dekat dengan H. Muhtarom, SSA.Direktur Perusahaan Batik Faaro “Hidup Harus Dinamis dan Bermanfaat”
Tiada terbersit dalam benaknya jika kelak akan menjadi pengusaha batik, apalagi sampai menguasai beragam motif batik. Dalam dirinya tak satupun mengalir tetesan darah batik yang dialirkan secara turun temurun. Namun, kini tidak saja menguasai pembuatan, akan tetapi pemasaran batik hingga seberang pulaupun Ia jelajahi.
Ia adalah H. Muhtarom putra kelahiran Klaten 18 Juli tahun 1974 berhasil menancapkan bendera bisnis batiknya dengan nama "Faaro" di Buaran Gang 1/20 Kota Pekalongan sejak tahun 1998. Kini usahanya telah menggurita, tidak hanya batik yang Ia geluti, akan tetapi juga manajemen apotik juga ia kuasai.
Sosok yang pernah nyaris jadi dosen sebuah Perguruan tinggi Negeri di Solo , yang pada saat tes akhir penentuan malah tidak datang karena ketiduran di asramanya, telah merubah nasibnya untuk banting setir menjadi seorang wiraswastawan sejati.
|
|
Selengkapnya...
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
Tanggal Sekarang |
Jumat 12 Maret 2010 26 Rabiul Awal 1431 H |
|
Mutiara Hikmah |
Salah satu sifat utama Rasululah SAW yang patut diteladani kaum Muslimin, terutama oleh para pemimpin, adalah sifat rendah hati (tawadhu) yang termanifestasikan dalam kecintaannya yang luar biasa kepada orang-orang lemah, fakir miskin, anak-anak yatim, janda-janda tua, dan para hamba sahaya.
Beliau sering terlihat berkumpul bersama mereka, menghiburnya, berempati, dan memecahkan serta memberikan solusi pada setiap persoalan yang mereka hadapi. Penderitaan kamu Muslimin juga dirasakan Rasulullah sebagai penderitaannya. Firman Allah (QS 9: 128): Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|