banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

Batik Faroo Pekalongan
SMNU
SadeanBatik.Com

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini88
mod_vvisit_counterKemaren358
mod_vvisit_counterMinggu ini1405
mod_vvisit_counterBulan ini9071
mod_vvisit_counterSemua120399
 
 
Kolom
Sembilan Pedoman Berpolitik Warga NU PDF 
Minggu, 29 Maret 2009

Sembilan butir Pedoman Berpolitik Warga NU yang dicetuskan dalam Muktamar NU XVIII di Krapayak Yogyakarta tahun 1989:

1. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945;

2. Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah politik yang berwawasan kebangsaan dan menuju integritas bangsa dengan langkah-langkah yang senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur lahir dan batin dan dilakukan sebagai amal ibadah menuju kebahagiaan di dunia dan kehidupan di akhirat;

Selengkapnya...
 
Mukaddimah Qanun Asasi PDF 
Minggu, 22 Maret 2009

Mukaddimah Al-Qaanunil Asaasy

Oleh :

Rais Akbar Jam’iyyah Nahdlatul Ulama KHM. Hasyim Asy’ari

(Diterjemahkan oleh KH.A. Musthofa Bisri, Rembang)

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an kepada hamba-Nya agar menjadi pemberi peringatan kepada sekalian umat dan menganugerahinya hikmat serta ilmu tentang sesuatu yang Ia kehendaki. Dan barang siapa dianugerahi hikmah, maka benar-benar mendapat keberuntungan yang melimpah.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :”Wahai Nabi, Aku utus engkau sebagai saksi, pemberi kabar gembira dan penyeru kepada (Agama) Allah serta sebagai pelita yang menyinari” ”Serulah kejalan Tuhanmu dengan bijaksana, peringatan yang baik dan bantulah mereka dengan yang lebih baik. Sungguh Tuhanmulah yang mengetahui siapa yang sesat dari jalanNya. Dan Dia Maha mengetahui orang-orang yang mendapat hidayah” ”Maka berilah kabar gembira hamba-hamba-Ku yang mendengarkan perkataan dan mengikuti yang paling baik darinya. Merekalah orang-orang yang diberi hidayah oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal”

”Dan katakanlah : Segala puji bagi Allah yang tak beranakan seorang anakpun, tak mempunyai sekutu penolong karena ketidakmampuan. Dan agungkanlah seagung-agungnya” ”Dan sesungguhnya inilah jalanKu (AgamaKu) yang lurus. Maka ikutilah Dia dan jangan ikuti berbagai jalan (yang lain) nanti akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Allah memerintahkan agar kami semua bertaqwa”

Selengkapnya...
 
Meneladani Rasulullah Dalam Memberi Maaf PDF 
Minggu, 08 Maret 2009

Oleh: H. Salahuddin Wahid

Menjelang dan setelah Pak Harto wafat, ungkapan memohon maaf amat banyak dilontarkan tokoh masyarakat.Tetapi ada pihak yang menolak memberi maaf, yaitu mereka yang menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di era pemerintahan Pak Harto, antara lain korban tahun 1965 / 1966,warga Kedung Ombo, dan aktivis mahasiswa penentang Orde Baru.

Penolakan itu adalah sesuatu yang bisa kita pahami, walaupun agama Islam (dan juga agama lain) memerintahkan kita untuk memberi maaf. Dalam sebuah pidato Mbak Tutut, sebagai wakil keluarga,menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kesalahan dan kekhilafan Pak Harto, tentu termasuk kepada mereka yang pernah merasakan penderitaan akibat kebijakan pemerintahan Pak Harto yang tidak bijaksana. Permintaan maaf itu bersifat menyeluruh dan umum, tanpa merinci apa yang dimohonkan maaf, karena memang tidak memungkinkan.

Selengkapnya...
 
Memuliakan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW PDF 
Sabtu, 07 Maret 2009

Ketika memasuki bulan Rabiul Awwal, umat Islam merayakan hari kelahiran Nabi SAW dengan berbagai cara, baik dengan cara yang sederhana maupun dengan cara yang cukup meriah. Pembacaan shalawat, barzanji dan pengajian­pengajian yang mengisahkan sejarah Nabi SAW menghiasi hari-hari bulan itu.

Sekitar lima abad yang lalu, pertanyaan seperti itu juga muncul. Dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi (849 H - 911 H) menjawab bahwa perayaan Maulid Nabi SAW boleh dilakukan. Sebagaimana dituturkan dalam Al-Hawi lil Fatawi:

"Ada sebuah pertanyaan tentang perayaan Maulid Nabi SAW pada bulan Rabiul Awwal, bagaimana hukumnya menurut syara'. Apakah terpuji ataukah tercela? Dan apakah orang yang melakukannya diberi pahala ataukah tidak? Beliau menjawab: Menurut saya bahwa asal perayaan Maulid Nabi SAW, yaitu manusia berkumpul, membaca Al-Qur’an dan kisah-kisah teladan Nabi SAW sejak kelahirannya sampai perjalanan kehidupannya. Kemudian menghidangkan makanan yang dinikmnti bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah al-hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi SAW, menampakkan suka dta dan kegembiraan atas kelahiran Nnbi Muhammad SAW yang mulia". (Al-Hawi lil Fatawi, juz I, hal 251-252)

Selengkapnya...
 
Paradigma Islam Rahmatan Lil Alamain PDF 
Selasa, 24 Pebruari 2009

Oleh : M. Adib Abdushomad, M.Ag

(Alumni Ponpes Ribatul Muta’allimin Pekalongan, sedang studi lanjut di Flinders University Australia)

Dewasa ini bangsa kita mendapatkan musibah yang bertubi-tubi, mulai dari konflik pemahaman keagamaan hingga bencana alam yang daang silih berganti. Mulai dari munculnya nabi abad 21, hingga maraknya aliran-aliran agama Islam merupakan “miniatur” yang mewarnai perjalanan negeri ini. Berbagai peristiwa tersebut tentu saja menyisakan sebuah pertanyaan dan sekaligus sebagai bahan introspeksi bagi kita semua, ---ada salah apa dengan kita sebagai ummat Islam---, apalagi sebagai mayoritas di bumi Indonesia tercinta ini ?

Kalau kita mengikuti berbagai peristiwa yang terjadi misalnya, sangatlah terlihat bahwa cara mensikapi perbedaan pemahaman intern keagamaan seringkali disikapi dengan emosi dan bahkan dengan pendekatan kekerasan. Sangatlah mengherankan bahwa yang menghancurkan masjid adalah sesama ummat Islam itu sendiri. Dengan meneriakkan yel-yel allahu akbar, mereka melempari masjid yang mestinya tempat untuk mensucikan asma Allah. Sehingga, tidaklah mengherankan dalam suatu kesempatan (saya) bertemu dengan orang Amerika bertanya “apakah Allahu Akbar itu berarti melempari masjid ?” misunderstanding ini dapat dipahami, karena orang Amerika ataupun bangsa non muslim lainnya mendapatkan kenyataan bahwa ketika Allahu Akbar disebut, maka terjadilah pelemparan, pembakaran dan aksi fisik lainnya.

Selengkapnya...
 
<< Awal < Prev 1 2 3 Next > Akhir >>

Hasil 19 - 25 dari 25
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Mesjidil Aqsha di Jerusalem. Kemudian bermi'raj menuju langit ketujuh dan Sidratulmuntaha, arasy (takhta Tuhan), dan kursi (singgasana Tuhan), hingga menerima wahyu di hadirat Allah SWT. Perjalanan ini mengandung perintah mendirikan shalat lima waktu sehari dan semalam. Isra mi'raj terjadi pada 27 Rajab, setahun sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah.

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia