banner
Show/Hide Toggle

Login Kontributor






Kata Sandi hilang?

Langganan

RSS nubatik.net

Iklan

SMNU
Batik Faroo Pekalongan
SadeanBatik.Com

Pengunjung Online

Saat ini ada 7 tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini114
mod_vvisit_counterKemaren314
mod_vvisit_counterMinggu ini1888
mod_vvisit_counterBulan ini1166
mod_vvisit_counterSemua131754
 
 
Pesantren
Ponpes Manba’ul Falah Pekalongan
Kamis, 23 Juli 2009

Pesantren Spesialis Ilmu Nahwu

Di kawasan pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura) Perkembangan Agama Islam telah dimulai sejak mendaratnya para Gujarat di kawasan pesisir di samping untuk berdagang juga sekaligus menyebarkan agama Islam. Hal ini ditandai dengan munculnya sembilan wali atau Walisongo sebagai juru penyebar agama Islam yang kebanyakan di daerah pesisir Pantai Utara Jawa seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, Kudus, Demak dan Cirebon. Maka tak mengherankan, jika perkembangan Islam di daerah pesisir lebih menonjol dibanding di kawasan pedalaman pulau Jawa.
 
Salah satu kawasan pesisir pantura yang mengalami perkembangan pesat agama Islamnya ialah Pekalongan. Julukan Pekalongan sebagai Kota Santri ternyata tidak hanya di slogan saja, akan tetapi betul betul diwujudkan dalam amaliyah sehari-hari di masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya pondok pesantren di tengah-tengah masyarakat industri batik yang telah masyhur hingga manca negara ini.

Selengkapnya...
 
PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SAFI’IYAH ASEMBAGUS SITUBONDO JAWA TIMUR
Kamis, 23 Juli 2009

SEJARAH PONDOK

Pesantren yang berdiri di Sukorejo ini, pada awalnya adalah sebuah hutan lebat. Setelah mendapat saran dari Habib Musawa dan Kiai Asadullah dari Semarang, Kiai Syamsul Arifin, sebagai pendiri pondok, segera membabat hutan lebat tersebut sekitar tahun 1908 untuk mendirikan pesantren. Dipilihnya hutan yang banyak dihuni binatang buas tersebut, berdasarkan hasil istikharah . Kini pesantren tersebut telah menjadi agen pembangunan bagi masyarakat sekitarnya. Sosoknya tidak seperti œmenara gadingâ, tetapi justru terbuka dan menyatu dengan masyarakat sekitarnya. Tak heran, kalau masyarakat Situbondo merasakan manfaat atas kehadiran pondok pesantren ini.

Banyak cerita yang mengisahkan pesantren yang memiliki santri 15.000 orang ini. Kiai Syamsul, setelah berhasil mendirikan pondok di tengah hutan Desa Sukorejo mulai banyak didatangi orang. Tanpa dirancang dengan tata ruang, hutan yang semula menyelimuti desa tersebut, mulai dipadati rumah penduduk hingga seperti sekarang ini.

Selengkapnya...
 
SELAYANG PANDANG PESANTREN TEBUIRENG
Kamis, 23 Juli 2009

Pendahuluan

Tebuireng sebagai salah satu dusun di wilayah Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang mempunyai nilai historis yang besar. Dusun yang terletak 10 km. arah selatan kabupaten Jombang ini tidak bisa dipisahkan dengan K.H.M. Hasyim Asy’ari, di dusun inilah pada tahun 1899 M. Kyai Hasyim membangun pesantren yang kemudian lebih dikenal dengan Pesantren Tebuireng. Sebagai salah satu pesantren terbesar di Jombang, Pesantren Tebuireng telah banyak memberikan konstribusi dan sumbangan kepada masyarakat luas baik dalam bidang pendidikan, pengabdian serta perjuangan.

Pondok Pesantren Tebuireng yang saat ini di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari mengembangkan beberapa unit pendidikan formal dan nonformal, yaitu: Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafi’iyyah, SMP A. Wahid Hasyim, Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyyah, SMA A. Wahid Hasyim, Madrasah Diniyyah, dan Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari. Keberadaan unit-unit pendidikan di tengah-tengah kehidupan masyarakat memberikan arti tersendiri, yaitu sebagai manifestasi nilai-nilai pengabdian dan perhatian kepada masyarakat. Dan dalam bentuk informal pesantren Tebuireng membuka jasa layanan masyarakat berupa kesehatan (Rumah Sakit Tebuireng), perekonomian (koperasi dan kantin). Kepercayaan dan perhatian masyarakat luas terhadap keberadaan pesantren Tebuireng adalah dasar kemajuan dan perkembangan Teburieng di masa depan, dengan tetap mengembangkan visi dan misi pendidikan yang mandiri serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selengkapnya...
 
 
 
Tokoh
Kader Kita
Berita Organisasi
Kolom
Galeri Foto


















Mutiara Hikmah

Di tengah kerumunan murid-muridnya, seorang sufi terisak menangis. Ia pedih melihat kenyataan hidup yang mulai semrawut. Antara halal dan haram mulai berbaur tidak jelas. ''Dosa-dosa sedang merata di mana-mana, ibarat air hujan yang turun deras dari langit, lalu tumpah di muka bumi. Tak seorang pun bisa mengelak dari kungkungan dosa-dosa itu, tak terkecuali orang saleh sekali pun,'' demikian paparnya.

Selengkapnya...
 
Copyright 2010 All Right Reserved
www.NUbatik.net - PCNU Kota Pekalongan
Web Design and Maintenance by ExpanMedia