|
|
Buku Tamu
Isi Buku Tamu 
amiQ bahRuL
09 Pebruari 2010 10:34 | jogja
pekalongan untuk indonesi.indonesia untuk indonesia.
muhammad afif
08 Pebruari 2010 21:31 | ponpes subulussalam,Kendal
 wah,kangen dgn suasana maulidurrasul di Batang-Pekalongan,saya harap,jadwal rangkaian kegiatan bsa di tampilkan di blog ini...SHOLLU 'ALANNABI MUHAMMAD.. dari redaksi : wah, kok sampe tiga kali kirim dam semuanya dimuat, tapi nggak apalah, untuk kegiatan maulid kanzus sholawat, saat ini sedang persiapan pembentukan panitia. nanti mas afif kalau sudah ada jadwal maulid keliling tak muat di web ini, suwun
muhammad afif
08 Pebruari 2010 21:31 | ponpes subulussalam,Kendal
 wah,kangen dgn suasana maulidurrasul di Batang-Pekalongan,saya harap,jadwal rangkaian kegiatan bsa di tampilkan di blog ini...SHOLLU 'ALANNABI MUHAMMAD..
muhammad afif
08 Pebruari 2010 21:31 | ponpes subulussalam,Kendal
 wah,kangen dgn suasana maulidurrasul di Batang-Pekalongan,saya harap,jadwal rangkaian kegiatan bsa di tampilkan di blog ini...SHOLLU 'ALANNABI MUHAMMAD..
Admin
31 Januari 2010 01:24 |
Asalam alikom Wr.Wb. Salam silaturahmi kami sampaikan. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang terhormat administrator NuBatik Online kami. Untuk yang kedua kalinya kami menyampaikan keluhan kepada website yang bapak kelola, pertama beberpa bulan lalu website ini menyebut nama Al Habib Luthfi dengan hanya menulis 'Luthfi' dalam sebuah judul. Saat ini keberatan kami website ini menuliskan nama Al Habib Luthfi dengan hurup kecil semua, pada jawaban bapak admin atas pertanyaan saudara Mudzofar. Sementara ketika menulis nama NU dan lain sesuai dengan tata penulisan dan etika yang benar. Kenapa ketika menulis nama beliau seringkali terjadi kesalahan fatal?! karena beliau dijadikan icon dalam website ini, tolong berilah penghormatan yang layak. Terimkasih.
dari redaksi : terima kasih atas koreksinya, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya dengan beliau, tulisan di atas sekaligus sebagai koreksi, suwun
REBO WEKASAN ADA TUN
28 Januari 2010 17:17 |
Assalamu'alaikum wr wb. Saya sangat setuju dg usulan Akhinal kirom Mas Mudhofar. Agar redaksi secepat mungkin menindak lanjuti usulan tersebut karena menyangkut akidah mayoritas masyarakat terutama warga Nahdiyin agar jelas dalam mensikapinya. Hari Rebo Wekasan semakin dekat mas makasih.
Wassalamu'alaikum wr wb.
Subagyo- Wiradesa
dari redaksi,
meski agak terlambat dan rebo wekasan udah lewat, tulisan tentang rebo wekasan oleh KH Zakaria layak dibaca, silakan lihat di kolom syari'ah
Abdullah Afif
27 Januari 2010 12:35 | Kauman Wiradesa Pekalongan Jawa Tengah Indonesia
 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته dari redaksi : wa'alaikum salam warohmatullaahi wa barokaatuh
Mudhofar
26 Januari 2010 16:58 |
Assalamu'alaikum wr wb.
Penghargaan juga perlu diberikan kepada Pimpinan Redaksi M. Ngisom Cholil yang bekerja dg ikhlas hati karena telah melestarikan website ini sampai dengan sekarang sehingga berita-beritanya selalu up to date tidak kalah banget sama detikcom , ini pendapat saya barangkali dari pembaca ada yang punya penilaian lain ya silahkan ngisi buku tamu.
O ya mas Redaktur tolong ini kan masih dalam suasana bulan Shofar (Sapar/Jawa) ada ritual yang biasa dilakukan oleh masyarakat kita yaitu peringatan adanya "REBO WEKASAN/PUNGKASAN " dimana konon Hari Rabu terakhir dibulan shofar ini merupakan hari keramat yang menyeramkan penuh dengan balak dan kesialan tidak kalah seramnya dg 1 Suro. Maka saya berharap dalam minggu-minggu ini "nubatik" bisa memuat/membahas mengenai tradisi tersebut menurut pandangan Islam Ala ahlusunnah wal jamaah, agar lebih jelas hukumnya dan bagaimana mensikapinya , diharapkan Pendapat dari Al mukarom Al Habib M. Luthfi bin Yahya (R.a) Demikian permohonan saya semoga bermanfaat bagi semua khusunya warga nahdliyin. Atas perhatiannya disampaikan banyak terima kasih. jazakumullah khairan katsiira
Wallahul muafiq ila aqwamitharieq Wassalamu'alaikum wr wb.
Mudhofar- Panjang Wetan Pekalongan.
dari redaksi : makasih atensinya, tapi redaksi no coment soal yang pertama. sedangkan yang kedua akan kami teruskan ke lembaga bahtsul masail NU atau ke Habib Luthfi untuk mendapatkan jawabannya, trims.
budi utomo
07 Januari 2010 14:43 | Pekalongan
PELUANG USAHA Dicari Agen (modal 1 jt) Gamat Kapsul @ 500 gram isi 60 kaps per botol ekstrak (dengan teknologi baru ekstak dengan air bukan alkohol) aman dan halal. hrg Rp. 150.000,- Dapatkan hak agen 40% Hub. P Budi 087859270544
Imah
05 Januari 2010 13:56 |
Assalaamu'alaikum wr wb. mohon maaf ni ya..... karna usul adanya anekdot hikmah belum juga terlaksana, bolehkan kalau coba mereallisasikan sendiri??? Lewat kisah ini yg mungkin bisa jadi bahan plajaran buat kita untuk mengerti knapa Gus Dur bgitu menghormati pemeluk agama lain. karna bgitulah dulu PENGHORMATAN NABI IBRAHIM AS. KPADA TAMU MAJUSI. Alkisah, seorang penyembah api(majusi) bertamu ke rumah Nabi Ibrahim A.s slama tiga hari. Bliau pun menjamunya. Para malaikat mengadu kpada Allah, "Ya Tuhan kami, kekasih-Mu menghormati musuh-Mu." Allah berfiman, "Aku lebih mengenal kekasih-Ku daripada kalian. Jibril, kau turunlah, temui Ibrahim dan coba sampaikan pengaduan para malaikat tadi kpadanya." Jibril lalu turun dan menyampaikan hal tersebut. Ibrahim berkata, "Sampaikan kpada Allah: Aku belajar berbuat kebajikan dari-Mu juga. Sebab, Engkau sendiri tetap berbuat baik kpada orang yg jahat skalipun." moga2 aja tulisan ini berkenan buat smua , kalau tak berkenan yaaa.. nggak lagi2 deh ngirim...hihhihiiii. afwan..afwan Wassalaamu'alaikum wr.wb 146 guestbook entries
|
|
|
|
|
|
| |
|
Mutiara Hikmah |
|
Di persinggahan suatu perjalanan Nabi SAW meminta sahabat-sahabatnya menyiapkan makanan dengan menyembelih seekor kambing. Seketika itu di beberapa orang dari sahabat itu berkata, ''Wahai Rasulullah, saya yang akan menyembelih kambing.'' Yang lain mengatakan, ''Saya yang akan mengulitinya. Aku yang memasaknya,'' sahut sahabat lain tidak mau ketinggalan berbakti kepada beliau. Nabi tersenyum mendengar perkataan dan kesediaan para sahabat itu. Lalu beliau berkata, ''Aku yang akan mengumpulkan kayu bakarnya.'' Mendengar perkataan beliau, hampir serentak para sahabat berkata, ''Wahai Rasulullah, sudahlah engkau tidak usah bekerja.'' |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|